GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IDI Sebut Dokter Gadungan Susanto Tipu 3 Institusi Kesehatan di Grobogan, Ngaku Lulusan Australia hingga Jabat Dirut RS

Pria lulusan SMA yang mengaku tamatan Australia Susanto (44) akhirnya diseret ke meja hijau, seusai kedoknya sebagai dokter gadungan terbongkar pada Juni 2023. 
Minggu, 17 September 2023 - 07:27 WIB
Susanto (44) dokter gadungan Ngaku Lulusan Australia dan Sempat Jabat Dirut RS di Grobogan
Sumber :
  • Istimewa

Grobogan, tvOnenews.com - Susanto (44) akhirnya diseret ke meja hijau, seusai kedoknya sebagai dokter gadungan terbongkar pada Juni 2023. 

Pria lulusan SMA asal Dusun Kawu, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini berhasil lolos rekruitmen dan bekerja di RS Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya selama dua tahun lebih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Susanto sang dokter gadungan pun ditugaskan di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu sejak 15 Juni 2020. 

Ternyata tipu daya dokter gadungan itu juga menyasar daerah lainnya. Tak luput juga Kabupaten Grobogan.

RS Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. (Ist)

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Grobogan, dr Djatmiko, menyampaikan, di Grobogan dokter gadungan Susanto lolos memperdayai tiga institusi kesehatan.

Rinciannya, Susanto bekerja sebagai dokter Puskesmas Gabus hingga menjabat Direktur RS Habibullah pada periode 2006. 

Selanjutnya, pada akhir 2006 hingga 2008 Susanto menjabat Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Grobogan.

"Hanya supervisor di PMI bukan pelaksana dan saat di Puskesmas Gabus, ketika pengobatan massal pak Susanto minta ruang sendiri dan lucunya resep obatnya monoton," kata Djatmiko saat dihubungi melalui ponsel, Jumat (15/9/2023).

Beberapa tahun puas mengadali tiga institusi kesehatan di Grobogan, Susanto kemudian kabur ke daerah lain. 

Sampai suatu ketika pada 2011, IDI Grobogan terkejut mendapat kabar dari Kalimantan bahwa Susanto terbongkar kejahatannya sebagai dokter gadungan.

"Terus terang kami kecolongan. Ngakunya dokter lulusan Universitas Australia dan penyetaraannya di Undip. Ternyata hanya lulusan SMA. Di Kalimantan mengaku sebagai dokter spesialis obgyn, namun kagok saat penanganan operasi. Dia pun dihukum disana. Sejak saat itu kami lebih ketat," ungkap Djatmiko.

Tidak jera setelah tuntas melakoni kurungan penjara di Kalimantan, Susanto kembali berulah dan hukum atas kasus serupa. Residivis ini kembali berulah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Susanto menghubungi IDI Grobogan untuk perpanjang STR pada 2022 alasan STR mati. Pikirnya kami tidak tahu, setelah saya cecar, dia menghilang dan tahu-tahu dapat kabar dia ditangkap di Jawa Timur," terang Djatmiko.

Kepala Desa Tunggulrejo, Mustaqfirin, membenarkan, Susanto adalah warganya yang sudah lama merantau. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Tutup Pintu ke Super League, Shin Tae-yong Siap Terima Tawaran Baru: Saya Sudah Punya Dua Tawaran

Tak Tutup Pintu ke Super League, Shin Tae-yong Siap Terima Tawaran Baru: Saya Sudah Punya Dua Tawaran

Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara soal masa depannya usai didepak dari Timnas Indonesia. Ia mengaku masih membuka peluang melatih, termasuk di Super League.
Khamzat Chimaev Buka Suara Usai Kekalahan di UFC 328, Ungkap Alasan Memaafkan Kata-kata Tak Pantas Strickland

Khamzat Chimaev Buka Suara Usai Kekalahan di UFC 328, Ungkap Alasan Memaafkan Kata-kata Tak Pantas Strickland

Khamzat Chimaev akhirnya angkat bicara setelah kekalahan di UFC 328, termasuk mengungkap alasan di balik keputusannya memaafkan Sean Strickland meski sempat.
Akui Ada Kesalahan, MPR Segera Mengevaluasi setelah Viralnya Video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Akui Ada Kesalahan, MPR Segera Mengevaluasi setelah Viralnya Video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Media sosial tengah dihebohkan dengan isu lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI, yang tayang diYouTube lalu viral di Medsos lainnya.
Kronologi Polemik LCC Empat Pilar MPR RI, Berawal dari Pertanyaan "DPR dalam Memilih Anggota BPK Diwajibkan Memperhatikan Pertimbangan Lembaga Mana?"

Kronologi Polemik LCC Empat Pilar MPR RI, Berawal dari Pertanyaan "DPR dalam Memilih Anggota BPK Diwajibkan Memperhatikan Pertimbangan Lembaga Mana?"

Inilah kronologi lengkap polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 yang saat ini menjadi sorotan publik. 
Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar: dari Penilaian hingga Juri dan MC Dinonaktifkan

Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar: dari Penilaian hingga Juri dan MC Dinonaktifkan

Berikut kronologi lengkap polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat (Kalbar) hingga dewan juri dan MC dinonaktifkan.
Detik-detik Oknum Suporter Provokasi Pemain Persib Bandung di Bandara, Adam Alis Beberkan Kronologi

Detik-detik Oknum Suporter Provokasi Pemain Persib Bandung di Bandara, Adam Alis Beberkan Kronologi

Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta ternoda insiden provokasi oknum suporter di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Adam Alis pun mengungkap kronologi.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menahan euforia kemenangan mereka atas Al Hilal usai Al Nassr dipaksa bermain imbang dalam laga sengit dan penuh drama.
Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Setelah dihujat warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat buka suara, tak mengelak dari kesalahan.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT