News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadi Korban Pembacokan Gengster di Kelud Raya Semarang, Mahasiswa Asal Jepara Tewas

Seorang mahasiswa asal Jepara meninggal dunia usai jadi korban pembacokan gengster di depan SPBU Kelud Raya, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2024) dini hari.
Selasa, 17 September 2024 - 11:46 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP kasus pembacokan di depan SPBU Kelud Raya, Semarang, Selasa (17/9/2024) (Dok.Polrestabes Semarang).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Seorang mahasiswa asal Jepara meninggal dunia usai jadi korban pembacokan gengster di depan SPBU Kelud Raya, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2024) dini hari.

Korban bernama Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, warga Bandungharjo, Donorejo, Kabupaten Jepara, ditemukan tergeletak bersimbah darah sekira pukul 03.00 WIB. Pria berusia 21 tahun itu mengalami luka di sejumlah tubuhnya setelah dibacok oleh gerombolan orang tak dikenal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gerombolan kurang lebih 5 sampai 7 motor. Kayaknya boncengan semuanya," ujar warga sekitar, Arif di lokasi. 

Ia menjelaskan, persitiwa ini bermula ketika korban sebenarnya sudah melihat ada gerombolan yang berhenti di depan SPBU. Kemudian, korban melintas sepeda motor berboncengan dengan temannya, bernama Anugrah Maulana yang masih beralamat satu wilayah di Kabupaten Jepara. Korban melintas dari arah Traffic Light Taman Sampangan. 

"Karena ada ramai-ramai, sempat dihentikan gerombolan itu," jelasnya. 

Korban sempat berusha menyelematkan diri akan tetapi motor korban menyenggol belakang mobil yang kebetulan melintas di lokasi tersebut hingga akhirnya jatuh tersungkur ke aspal jalan. Korban yang terjatuh lalu dibacok-bacok sejumlah orang dari gerombolan tersebut. 

"Yang bacok-bacok dua orang, pakai alat senjata tajam. Kalau yang lainnya masih di motor. Itu kayaknya masih usia sekitaran SMA nan," katanya. 

Rekan korban berhasil menyelamatkan diri. Nahas, korban yang sudah tak berdaya tergeletak di jalan raya depan akses keluar SPBU yang bersebelahan dengan Swalayan. 

"Korban sempat minta ampun, ampun, tapi masih terus dibacok-bacok. Tidak sampai lima menit. Setelah itu gerombolan itu kabur ke arah Kaligarang," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian temannya minta tolong, ada yang nolongin baru ramai ramai. Saya juga tidak berani mendekati. Setelah gerombolan itu tidak ada, saya baru berani mendekat, lihat korban, sudah berdarah-darah," lanjutnya. 

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke kepolisian. Korban sempat diberi perawatan medis oleh ambulance hebat namun nyawanya tidak tertolong.(dcz/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Sanksi 237 SPBU, Jaga BBM Subsidi Tetap Tepat Sasaran

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Sanksi 237 SPBU, Jaga BBM Subsidi Tetap Tepat Sasaran

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus) terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi.
Rapat Paripurna DPR Setujui Penjualan Kapal KRI Ki Hajar Dewantara, Nilainya Rp100 Juta Miliar Lebih

Rapat Paripurna DPR Setujui Penjualan Kapal KRI Ki Hajar Dewantara, Nilainya Rp100 Juta Miliar Lebih

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan penjualan kapal ini perlu mendapat persetujuan dari DPR, lantaran nilainya melebihi Rp100 juta miliar.
Jay Idzes Ketiban Durian Runtuh Jelang Sassuolo Hadapi Juventus, Luciano Spalletti Pusing usai 9 Pemain Cedera

Jay Idzes Ketiban Durian Runtuh Jelang Sassuolo Hadapi Juventus, Luciano Spalletti Pusing usai 9 Pemain Cedera

Jay Idzes tampaknya ketiban durian runtuh menjelang laga Sassuolo kontra Juventus. Sebab, pelatih Bianconeri, Luciano Spalletti, tengah pusing karena sembilan pemainnya cedera.
Kantor Loker Bodong di Pasar Minggu Kembalikan Uang ke 3 Korban, Dalih Uang Komitmen

Kantor Loker Bodong di Pasar Minggu Kembalikan Uang ke 3 Korban, Dalih Uang Komitmen

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Theodorus mengatakan tiga korban tersebut masing-masing berinisial RM, EM, dan DB.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 9 September 2026: Rezeki hingga Karier Ada Peluang Menguntungkan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 9 September 2026: Rezeki hingga Karier Ada Peluang Menguntungkan

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 9 September 2026: Rezeki hingga karier ada peluang tak terduga yang menguntungkan
Krisis Air Bersih di Nganjuk Meluas, Warga Pule Jati Kalen Harus Masuk Hutan 3 Kilometer Demi Satu Ember Air

Krisis Air Bersih di Nganjuk Meluas, Warga Pule Jati Kalen Harus Masuk Hutan 3 Kilometer Demi Satu Ember Air

Krisis air bersih di Kabupaten Nganjuk meluas. Sebelumnya warga di Kecamatan Ngluyu mengalami kesulitan air bersih, kondisi serupa kini dirasakan masyarakat di Kecamatan Jatikalen.

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT