Ratusan Anak Jalanan di Cilacap Ikuti Pesantren Rock n Roll
- tim tvOne - Ian Sutriana
Cilacap, Jawa Tengah - Ada yang menarik pada bulan suci ramadhan ini, di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Rock n Roll, yang berada di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ponpes ini mengadakan pesantren kilat yang diikuti oleh ratusan anak jalanan.
Para santri yang berasal dari anak jalanan ini datang untuk mengikuti pembelajaran agama Islam, seperti mengaji, dan gerakan solat, Senin (18/4/2022).
Terlihat tidak ada perbedaan antara pesantren Miftahul Hidayah dengan lainnya, suara lantunan orang mengaji dan berselawat yang terdengar jelas. Namun setelah memasuki kawasan pesantren ini, anda akan mendapati ratusan santri yang mengenakan baju bernuansa serba hitam dengan gambar rock n roll, serta ada pula yang penuh tatto ditubuh mereka.
Diawali pada sore hari menjelang berbuka, para santri rock n roll ini berkumpul di depan pesantren untuk menunggu adzan maghrib dan buka puasa. Setelah adzan berkumandang mereka melaksanakan salat berjamaah, walaupun mereka hanya tau gerakannya, tanpa mengetahui apa yang harus dibaca saat salat dilakukan. Kemudian setelah melaksanakan salat, para santri rock n roll ini berpencar mencari tempat untuk berbuka puasa atau makan dan minum.
Di pesantren ini, para santri diajarkan bagaiman gerakan dan bacaan salat yang benar. Tidak hanya itu, anak jalanan ini mendapatkan pendidikan agama islam seperti belajar membaca al-quran, serta mereka pun mempelajari ilmu akhlak, yang akan diterapkan pada kehidupan sehari-hari di lingkungannya.
"Saya ingin mengenal Allah, dari dulu saya jauh dari Tuhan, setiap hari saya mabuk-mabukan. Namun saat ini saya ingin berubah. Kita belajar mengaji, belajar solat dan kita mendapatkan siraman rohani di pesantren ini" Ujar Imam Subekhi, Salah satu Santri rock n roll kepada tim tvonenews.
Para santri ini mengaku bahwa mereka mengikuti pesantren kilat ini untuk menambah wawasan dan memperdalam ilmu agama, dan mencoba untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik, agar bisa diterima oleh masyarakat. Proses belajar ini dilakukan selama tiga kali dalam satu minggu setiap menjelang dan pasca berbuka puasa.
Load more