News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Air Sungai di Pamekasan Berubah Warna Jadi Merah Darah, Kok Bisa?

Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (10/7) siang, dihebohkan dengan fenomena penampakan air sungai yang berubah menjadi warna menjadi merah darah.
Senin, 10 Juli 2023 - 14:11 WIB
Air sungai di Pamekasan berubah warna merah darah
Sumber :
  • veros afif

Pamekasan, tvOnenews.com - Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (10/7), dihebohkan adanya fenomena penampakan air sungai yang berubah menjadi warna merah darah.

Perubahan air sungai tersebut diduga akibat pencemaran limbah bahan kimia pembuatan batik tulis khas Pamekasan yang dibuang ke aliran sungai di bagian hulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut warga setempat, penampakan air sungai yang berubah menjadi warna merah seperti darah itu, terjadi Minggu (9/7) malam.

"Air sungai berubah merah ini dianggapnya warga darah, tidak tahunya kayak tercemar limbah bahan kimia," ungkap Supriyadi (42), warga Desa Klampar.

Menurutnya, fenomena air sungai berubah menjadi merah ini, terjadi pertama kali di Pamekasan.

"Air sungai ini sebenarnya diketahui warga dari tadi malam mas, dan kini kemungkinan di semua aliran sungai sampai di wilayah kota tercemar berwarna merah seperti darah," tambahnya.

Supriyadi menambahkan, saat dilihat air yang warna merah tersebut, tidak menimbulkan bau anyir seperti darah, melainkan seperti pencemaran limbah bahan kimia dari hulu sungai yang menyambung ke Sungai Desa Klampar.

"Warga mengira itu pewarna, kayak bahan kimia mas," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan mengaku, belum bisa memastikan penyebab warna merah pada air sungai itu.

"Kami masih melakukan penelusuran, terkait air sungai warna merah tersebut," ucap Supriyanto, Kepala DLH Pamekasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain di aliran sungai di Kelurahan Jungcangcang, air yang berubah merah ini, juga terjadi di Kelurahan Bugih, kecamatan setempat.

Diketahui, wilayah Desa Klampar, mayoritas warganya sebagai pengrajin (sentra) batik tulis khas Pamekasan dengan menggunakan bahan kimia yang selama ini dibranding oleh Bupati Pamekasan. (vaf/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dua Petugas Damkar Gugur dalam Kecelakaan Maut Saat Menuju Lokasi Karhutla

Dua Petugas Damkar Gugur dalam Kecelakaan Maut Saat Menuju Lokasi Karhutla

Menurut laporan, mobil pemadam tersebut melaju menuju lokasi kebakaran dan berupaya melewati kendaraan di depannya setelah melewati lampu merah Labakkang.
Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Pemprov Jabar secara resmi membuka pendaftaran program Asuransi Aing yang menargetkan pembayaran premi gratis BPJS Ketenagakerjaan bagi 5,4 juta pekerja informal.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Wiratama mengatakan seorang pria berinisial AKA meninggal dunia di sebuah tempat kos akibat ditusuk E (25).

Trending

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Pergoki Pria Lain di Kamar Kos, Suami di Pati Murka Tusuk Selingkuhan Istri

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Wiratama mengatakan seorang pria berinisial AKA meninggal dunia di sebuah tempat kos akibat ditusuk E (25).
Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Pengembang tersebut diduga memberikan sejumlah uang kepada pihak-pihak di Kementerian ATR/BPN, terutama untuk mengurus hak guna bangunan (HGB).
Anak Perempuan di Cianjur Bakar Rumah Ayahnya, Rumah Tetangga Ikut Hangus Terbakar

Anak Perempuan di Cianjur Bakar Rumah Ayahnya, Rumah Tetangga Ikut Hangus Terbakar

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan H diamankan setelah api membakar rumah yang ditempatinya bersama orang tuanya.
Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, minta maaf kepada Australia usai model kecerdasan buatannya mengakses tanpa izin sejumlah situs web pemerintah untuk mengumpulkan statistik layanan kesehatan Medicare.
Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Gebrakan Baru KDM, Buka Pendaftaran "Asuransi Aing" untuk 5,4 Juta Warga Jabar

Pemprov Jabar secara resmi membuka pendaftaran program Asuransi Aing yang menargetkan pembayaran premi gratis BPJS Ketenagakerjaan bagi 5,4 juta pekerja informal.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 juta orang lebih di China menggunakan kecerdasan buatab (AI) generatif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT