News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Timsus Polres Gresik Periksa Dokter Mata yang Pertama Tangani Siswi Gresik, Ini Hasilnya

Kasus dugaan perundungan siswi kelas 2 SD di Menganti Gresik yang mengaku matanya dicolok tusuk pentol oleh kakak kelasnya, pelan-pelan mengungkapkan fakta baru
Sabtu, 23 September 2023 - 12:38 WIB
Ketua tim khusus Satreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan
Sumber :
  • m habib

Gresik, tvOnenews.com - Kasus dugaan perundungan siswi kelas 2 SD di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang mengaku dicolok tusuk pentol oleh kakak kelasnya lantaran menolak memberikan uang sakunya, pelan-pelan mengungkapkan fakta baru. Tim khusus bentukan Satreskrim Polres Gresik bahkan telah memeriksa saksi ahli dari dokter spesialis mata yang pertama kali memeriksa korban di hari yang sama saat kejadian pada 7 Agustus 2023 lalu.

Ketua tim khusus Satreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi ahli dokter spesialis mata yang memeriksa korban pertama kali, ditemukan fakta bahwa dokter spesialis mata dari Cahaya Giri tidak menemukan tanda kekerasan. Hasil ini pun tidak jauh beda dengan hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang menyatakan jika tidak ada tanda kekerasan di mata kanan korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat kejadian awal pada 7 Agustus 2023 lalu, pihak korban di hari yang sama dengan kejadian, memang melakukan pemeriksaan di Cahaya Giri. Pada saat dibawa ke sana, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya luka tusukan pada mata,” tutur AKP Aldhino, Jumat (22/9).

Dikatakan Aldhino, dari pemeriksaan itu, hanya mengungkapkan memang terjadi perbedaan fungsi mata kanan dan kiri. Sedangkan terkait penyebab penurunan mata kanan masih tetap didalami. Namun yang jelas kata Aldhino, bukan karena tindak kekerasan.

Aldhino menegaskan, diungkapnya hal itu untuk kepastian fakta yang terjadi, agar tidak menjadi bola liar di masyarakat. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan secara kasat mata baik-baik saja. Mata kiri normal, sebelah kanan memang ada penurunan penglihatan. Dokter di RS Cahaya Giri tersebut juga menyebutkan, tidak ada darah pada mata korban.

"Korban datang dalam kondisi normal. Mengeluh mata bagian kanan, lalu diperiksa. Jadi saat dicek memang ada penurunan penglihatan. Tapi secara kasat mata, mata ini normal. Ini keterangan dari ahli dokter spesialis mata,” jelas Aldhino.

Meskipun demikian sampai hari ini lanjutnya, tim khusus masih belum bisa menyimpulkan adanya darah pada baju korban seperti yang disampaikan oleh ayah korban. Karena hasil penyelidikan dan penyidikan, tidak menemukan adanya bukti darah.

“Baik dari baju maupun dari keterangan para saksi,” ujarnya. 

Kini, Timsus Kepolisian Resor Gresik masih mendalami penyebab penurunan penglihatan mata korban. Karena terjadinya penurunan penglihatan bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena jatuh atau faktor lainnya.

“Itu yang masih kita selidiki serta pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Termasuk kami masih mendalami tusuk pentol dari mana. Bukti petunjuk mengarah adanya penusukan itu kita cari dulu,” terangnya.

AKP Aldhino lalu melanjutkan, terkait keterangan adanya tusuk pentol murni dari keterangan orang tua korban, yang melaporkan ke Polres Gresik. Sedangkan dari keterangan saksi, dari jumlah saksi sebanyak 47 saksi yang sudah diperiksa, belum ada yang melihat kejadian tersebut.

“Kami harus membuka kasus ini seterang benderang. Apapun hasilnya akan kami sampaikan. Sesuai dengan SOP yang berlaku. Termasuk nanti akan kami lakukan gelar perkara. Kami harus mendalami keterangan saksi, apa yang sebenarnya terjadi tanggal 7 Agustus tersebut,” bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini pihak kepolisian masih akan melanjutkan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Bukti-bukti yang menguatkan mengarah ke tindakan penusukan belum ada. Saat olah TKP, korban ceria bisa menunjukkan dimana kelasnya, dia menceritakan adanya tindakan. Itu yang harus kami buktikan. Berbeda atau perubahan cerita tidak ada, kami belum kembali interogasi korban untuk data tambahan,” pungkas Aldhino. (mhb/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).
Delapan Pemuda di Ciracas Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

Delapan Pemuda di Ciracas Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, petugas mengamankan delapan pemuda setelah melakukan pengejaran terhadap sekelompok remaja yang diduga hendak terlibat tawuran.

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT