GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Makan Nasi Tiwul Sehari-hari, Tetap bisa Bersedekah di Bulan Ramadhan

Bersama tiga anaknya, Suliyah (40) tinggal di gubuk anyaman bamboo, yang berdiri di atas tanah perbukitan wilayah RT 03 RW 06 Lingkungan Ngumbul, Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Meski hidup dalam keterbatasan materi, Suliyah diketahui senang berbagi terhadap  sesama.
Senin, 25 April 2022 - 14:28 WIB
meski serba kekurangan, tetap bersedekah
Sumber :
  • tim tvone - agus wibowo

Pacitan, Jawa Timur - Sedekah tidak akan membuatnya miskin. Inilah kisah kehidupan dalam keadaan kondisi serba kekurangan, tidak  menjadikan keluarga miskin di Pacitan, harus kehilangan kepedulian terhadap sesama. 

Bersama tiga anaknya, Suliyah (40) tinggal di gubuk anyaman bamboo, yang berdiri di atas tanah perbukitan wilayah RT 03 RW 06 Lingkungan Ngumbul, Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Meski hidup dalam keterbatasan materi, Suliyah diketahui senang berbagi terhadap  sesama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain hidup tak mampu, Ryan Ardiansyah (19) anak pertamanya memiliki kekurangan kondisi fisik. Sejak lahir Ryan tak menunjukkan keanehan, hanya saja menginjak usia 1 tahun, Ryan berperilaku tidak seperti balita pada umumnya. Di usia itu, Ryan sudah bisa berdiri dan berjalan tanpa bantuan siapapun. Setelah menginjak di atas 5 tahun, wajah dan berperilakunya mirip cenderung seperti kera. Terlihat dari mulai cara berjalan tangan dan kaki membengkok. Sesekali berlari dengan kedua tangan dan kaki menyentuh tanah. Sampai usia sekarang yang sudah menginjak 19 tahun ini. Ia belum bisa bicara. Namun 2 anak Suliyah lainnya terbilang normal dan beraktifitas seperti manusia biasa.

Suliyah menjelaskan, kondisi serba kekurangan itu tak membuatnya putus asa. Salah satu cara bersyukur dengan  membagikan hartanya untuk warga lain yang juga kurang beruntung, seperti dirinya. Berbagi ini sudah ia lakoni selama bertahun tahun. Bagi Suliyah, materi tidak berarti apapun jika tidak disedekahkan.

"Hidup keluarga saya seperti ini, rumah gubuk berdinding anyaman bambu dengan campuran plastik. Lantai juga masih tanah liat. Sedangkan anak saya cacat dan menderita epilepsi. Saya hanya bisa pasrah, berbuat baik terhadap orang lain dengan membagikan bingkisan sembako berisi beras, minyak atau nasi tiwul olahan saya sendiri. Walaupun makanan sehari-hari keluarga ini hanya mengandalkan nasi tiwul dari ketela," terangnya.

Nindi Sri rahayu menyebutkan, selain membagikan sembako buat warga kurang mampu di desanya, Suliyah juga diketahui menyumbangan tenaganya dengan mencarikan air untuk berwudlu warga yang akan menjalankan ibadah sholat. Suliyah menyusuri jalan setapak perbukitan terjal sambl menggendong jirigen. Air wudlu itu Suliyah ambil dari sumber tengah hutan dengan jarak kurang lebih 1 kilometer dari tempat tinggalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Padahal kondisi keluarganya tergolong hidup miskin. Mau makan keluarga sendiri saja sulit, hidupnya saja susah dan memliki anak cacat. Rumahnya gubuk, tapi memang orangnya senang bersedekah. Membagikan hartanya, seperti sembako bahkan jajanan kue kering untuk lebaran nanti dan jenis makanan lain hingga nasi tiwul buatanya sendiri," jelasnya.

Sikap keseharian Suliyah ternyata bersahaja dan patut menjadi teladan bagi warga generasi muda atau bahkan kalangan masyarakat. Berbagi meskipun hidupnya sendiri masih serba kekurangan. Menjalani hidup apa adanya, terpenting baginya sedekah tidak akan membuatnya hidup miskin. (ASW/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api dengan target sekitar 1.000 unit. 
Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Istri Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu mendesak dunia menghentikan perundungan atau bullying lewat perlindungan untuk anak-anak.
PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal alasan adanya penghargaan PSSI Awards 2026 di dunia sepak bola tanah air.
Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Potensi konflik internal mulai membayangi Napoli setelah striker andalannya, Romelu Lukaku, belum kembali ke klub usai menjalani jeda internasional bersama Belgia.
Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Analis politik senior, Boni Hargens menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga sekitar dalam suasana Lebaran 20026 atay Idulfitri 1447 Hijriah di kediamannya Rumah Perdamaian di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026).

Trending

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Aktris Arya Saloka harus mengakui dirinya mengalami trauma pernikahan. Itu terjadi akibat rumah tangganya dengan Putri Anne hancur setelah bercerai pada 2025.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT