GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prof. Achsanul Qosasi Tegaskan Madura Layak Jadi KEK Tembakau, Ini Alasannya

Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menegaskan Pulau Madura sangat layak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau.
Kamis, 12 Februari 2026 - 12:37 WIB
Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menegaskan Pulau Madura sangat layak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menegaskan Pulau Madura sangat layak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Setidaknya ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut.

Hal itu disampaikan Prof. Achsanul Qosasi dalam Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep periode 2025–2028 bertajuk “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” yang digelar di Pendapa Agung Keraton Sumenep.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Madura United FC itu menyebut, gagasan KEK Tembakau lahir dari keresahan panjang petani Madura yang selama ini kerap dirugikan oleh fluktuasi dan ketidakpastian harga tembakau.

“KEK Tembakau ini merupakan solusi atas data fakta yang menunjukkan bahwa pembangunan di Madura masih tertinggal. Pada saat yang sama, kebijakan tentang pertembakauan sangat timpang antara Madura dan wilayah yang memiliki pabrik. Jadi ini adalah inisiatif dan ide dari bawah dari warga Madura sendiri yang selama diabaikan baik oleh kebijakan pusat maupun provinsi,” ujar Prof. Achsanul Qosasi, Selasa (10/2/2026).

Alasan pertama, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia. Hampir seluruh wilayah Madura mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan sangat bergantung pada sektor pertanian tembakau dan garam.

“Mayoritas penduduk Madura adalah petani tembakau dan garam. Negara seharusnya berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Madura yang telah berkontribusi besar pada dua komoditas tersebut,” tegasnya.

Alasan kedua, tembakau beserta industri turunannya telah menjadi tulang punggung ekonomi Madura. Sektor ini menopang kehidupan ribuan kepala keluarga dari petani, buruh tani, pengepul hingga pelaku industri hilir.

Ketiga, dari sisi geografis, Madura memiliki batas wilayah yang jelas dan terpisah, sehingga dinilai lebih mudah diawasi dan dikendalikan dalam penerapan kebijakan KEK.

“Madura dibatasi oleh kawasan yang jelas, sehingga pengawasan akan jauh lebih efektif,” jelas akademisi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof. Achsanul Qosasi
Prof. Achsanul Qosasi
Sumber :
  • Istimewa

Alasan keempat, Prof. Achsanul menilai KEK Tembakau sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam membuka lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mempercepat pembangunan infrastruktur.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hindari Jeda Terlalu Panjang dengan Season 1, Serial Harry Potter Season 2 Disiapkan

Hindari Jeda Terlalu Panjang dengan Season 1, Serial Harry Potter Season 2 Disiapkan

Untuk menghindari jeda yang terlalu panjang antara serial season 1 dan season berikutnya, HBO mulai menyiapkan serial Harry Potter season 2. 
Tunggakan Gaji TPP belum di bayar, 38 Dokter Spesialis di Siak Siak, Ancam hengkang dari Kabupaten Siak 

Tunggakan Gaji TPP belum di bayar, 38 Dokter Spesialis di Siak Siak, Ancam hengkang dari Kabupaten Siak 

Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak, Rory Erlangga, mengatakan tunjangan September hingga Oktober 2025 telah diakui sebagai utang pemerintah daerah, sedangkan pembayaran November hingga Desember 2025 dipastikan tidak dapat direalisasikan.
Rezeki Datang dari Segala Arah, 5 Weton Ini Diprediksi akan Berlimpah Rezeki pada 31 Maret 2026

Rezeki Datang dari Segala Arah, 5 Weton Ini Diprediksi akan Berlimpah Rezeki pada 31 Maret 2026

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang akan dihujani keberuntungan besok? Simak lima weton yang diprediksi akan mengalami lonjakan rezeki luar esok hari.
Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN

Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN

Desa Manemeng menjadikan nilai gotong royong sebagai fondasi dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, menunjukkan potensi ekonomi desa berbasis lokal.
Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Desa Sumowono, Kabupaten Semarang menyimpan denyut ekonomi yang terus bergerak, bertumpu pada kerja keras petani, pedagang, UMKM, serta kolaborasi untuk desa.
Saluran Limbah di Teras Malioboro 1 Yogyakarta Meledak, 3 Orang Alami Luka Bakar

Saluran Limbah di Teras Malioboro 1 Yogyakarta Meledak, 3 Orang Alami Luka Bakar

Insiden ledakan saluran limbah terjadi di kawasan Teras Malioboro (TM) 1 Yogyakarta, Senin (30/3/2026) pagi. 

Trending

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Timnas Indonesia dikaitkan dengan rencana penambahan pemain naturalisasi. Namun, ada satu nama striker tajam yang dipastikan tidak bisa membela skuad Garuda.
Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria tak habis pikir, bisa-bisanya Timnas Indonesia jauh tampil ganas di laga perdana FIFA Series 2026 ketimbang saat lawan Irak dan Arab Saudi.
Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan antara St Kitts and Nevis melawan Kepulauan Solomon di babak perebutan juara ketiga FIFA Series ini sedianya kick off pada pukul 15.30 WIB.
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Pelatih John Herdman kedapatan lagi olahraga lari malam oleh seorang warganet jelang Timnas Indonesia berjumpa dengan Bulgaria di laga penutup FIFA Series 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 31 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cek peluang rezeki dan strategi finansial terbaik hari ini.
Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Ambisi penyerang Saint Kitts and Nevis, Harrison Panayiotou ternyata terinspirasi untuk mengalahkan pemain legenda Liga Indonesia, yaitu Keith Kayamba Gumbs.
Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon merupakan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berikut Profilnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT