Cara Unik Berdakwah, Kiai di Blitar Sampaikan Tausiyah Ramadhan Lewat Wayang Kulit
- tvOne - muhammad imron
Blitar, tvOnenews.com - Cara unik dilakukan seorang kiai muda di Kabupaten Blitar dalam menyampaikan dakwah selama bulan Ramadan. Dengan memanfaatkan media wayang kulit, ceramah yang disampaikan menjadi lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami jamaah.
Suasana pengajian Safari Ramadan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Kabupaten Blitar di Mushala Nida’ul Khoir, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah lantunan ayat suci dan tausiyah, hadir pertunjukan wayang kulit yang menyatu dengan materi ceramah.
Adalah Kiai Nanang Masrukhi atau yang akrab disapa Ki Nanang Wisanggeni memadukan nilai-nilai keislaman dengan seni tradisional Jawa. Di hadapan jamaah, ia tidak hanya berceramah, tetapi juga memainkan wayang kulit sebagai media penyampaian pesan moral dan spiritual Ramadan.
Menurut Kiai Nanang, ide tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap seni wayang sejak mondok di pesantren. Dari situlah ia mulai memahami karakteristik budaya wayang dan mencoba mengadaptasikannya dalam metode dakwah.
“Saya punya inisiatif menggunakan media wayang. Sejak di pesantren memang suka wayang, lalu mencoba memahami karakteristik budaya wayang,” ujarnya.
Selain itu, latar belakangnya sebagai seorang guru turut memengaruhi metode dakwah yang digunakan. Ia terbiasa memakai berbagai media pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami siswa. Pengalaman tersebut kemudian diterapkannya dalam kegiatan ceramah keagamaan.
“Karena saya pernah mengajar dan terbiasa menggunakan media pembelajaran, akhirnya saya terapkan juga dalam dakwah,” ungkapnya.
Dalam setiap pertunjukan, tokoh-tokoh wayang dikisahkan menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari yang kemudian dikaitkan dengan nilai-nilai puasa, kesabaran, rasa syukur, hingga pentingnya mempererat silaturahmi.
“Wayang ini saya ambil sebagai metode karena merupakan budaya kita sebagai orang Jawa,” imbuhnya.
Metode dakwah ini terbukti efektif. Jamaah terlihat antusias mengikuti jalannya ceramah. Bahkan anak-anak yang biasanya sulit fokus saat pengajian tampak lebih tertarik menyimak alur cerita yang disampaikan melalui wayang.
Dengan memadukan kearifan lokal dan nilai-nilai Islam, dakwah yang disampaikan Kiai Nanang menjadi lebih membumi serta dekat dengan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para dai dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara kreatif dan relevan dengan budaya setempat. (min/gol)
Load more