Ratusan Anak dari Berbagai Daerah di Indonesia Ikuti Kompetisi Pushbike di Sidoarjo
- tim tvOne
Sidoarjo, tvOnenews.com – Sebanyak 441 pebalap cilik dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti ajang Kapten Morgan Pushbike Race 2026 yang digelar di apron hanggar Lanudal Juanda, Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-10 AL-Liting 61 tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana pengenalan nilai bela negara bagi anak usia dini.
Acara dibuka oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut, Bayu Alisyahbana. Ia menjelaskan bahwa perlombaan dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan usia, yakni tiga, empat, dan lima tahun.
"Ada beberapa kategori dalam perlombaan Kapten Morgan Pushbike Race 2026, yaitu untuk usia tiga, empat, dan lima tahun. Peserta datang dari berbagai kota di tanah air, mulai dari Pulau Jawa hingga Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua," ujar Bayu.
Ia menambahkan, penggunaan pushbike atau sepeda keseimbangan tanpa pedal dinilai efektif dalam melatih kemampuan dasar fisik dan mental anak. Selain itu, lokasi kegiatan di Lanudal Juanda juga dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep bela negara serta wawasan kedirgantaraan sejak usia dini.
"Pushbike atau sepeda keseimbangan tanpa pedal ini dipilih karena dinilai sangat efektif untuk melatih keterampilan fisik dan mental dasar anak. Berlokasi di Apron Hanggar Lanudal Juanda, kegiatan ini juga ingin memperkenalkan edukasi bela negara dan pengetahuan dasar kedirgantaraan kepada anak-anak sejak dini," tegasnya.
Selama perlombaan berlangsung, berbagai momen menarik terlihat dari para peserta. Beberapa anak tampak kesulitan menjaga arah, sementara lainnya membutuhkan pendampingan saat mengikuti lintasan. Para orang tua yang menunggu di garis akhir terlihat memberikan dukungan kepada anak-anak mereka hingga menyelesaikan lomba.
Bagi sebagian orang tua, kegiatan ini dinilai sebagai sarana untuk menanamkan nilai sportivitas dan semangat pantang menyerah sejak dini, bukan semata mengejar kemenangan. Selain pengalaman, para peserta juga memperoleh piala dan piagam sebagai bentuk apresiasi.
"Kita membimbing mereka sejak dini untuk mencintai olahraga ini, daripada bermain HP, kita arahkan dan bimbing mereka," ujar Arsyad, orang tua peserta asal Makassar.
Senada dengan itu, Maulana, orang tua peserta asal Semarang yang anaknya berhasil meraih juara tiga, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
"Kita atur ritmenya, meskipun anak-anak belum sepenuhnya hype dengan olahraga ini, namun kita arahkan dan ikutkan dalam lomba di Lanudal Juanda ini. Untuk sepeda anak-anak ini memang tidak murah, bahkan velg saja bisa mencapai puluhan juta karena saat dikendarai terasa sangat ringan. Saya sangat menyambut baik dan suka karena anak saya bisa ikut lomba yang diadakan di sini," pungkasnya. (gol)
Load more