LPG 3 Kg di Bangkalan Tembus Rp 25 Ribu, Pemkab Lakukan Sidak
- tvOne - abdul rohim
Bangkalan, tvonenews.com – Keluhan warga terkait melambungnya harga LPG 3 kilogram (kg) yang menembus angka Rp23.000 hingga Rp24.000 dan Rp25.000 direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan kios di Kota Salak tersebut, Kamis (16/04/2026).
Menurut salah satu warga, Hamimah (47), warga Kamal, mengatakan gas LPG 3 kg di Desa Kamal dan Desa Socah sulit mendapatkannya. Kalaupun ada, harganya mahal dan tetap harus dicari.
"Bisanya harga Rp20.000 sekrang Rp24.000 sampai Rp25.000 pertabubg itupun maasih sulit mendapatkan nya" ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Bangkalan melakukan pengecekan mulai dari tingkat agen hingga pangkalan resmi. Tidak berhenti di situ, tim Diskopumdag juga menyisir sejumlah toko kelontong atau pengecer yang menjual gas melon tersebut.
Hasil pantauan di tingkat agen dan pangkalan menunjukkan harga masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, tim sidak dibuat terkejut saat memeriksa salah satu toko kelontong di pinggir jalan. Di tingkat pengecer tersebut, LPG 3 kg dijual seharga Rp23.000–Rp24.000 dan Rp25.000 per tabung.
"Ternyata pengecer ini mengambil stok bukan dari pangkalan resmi, melainkan dari sesama pengecer. Itulah yang menyebabkan harga jual ke konsumen melambung tinggi," ungkap Kepala Diskopumdag Bangkalan, Muhammad Rasuli.
Atas temuan ini, Pemkab Bangkalan memberikan teguran keras serta imbauan agar pedagang tidak lagi menjual di atas harga wajar. Rasuli menegaskan bahwa harga di tingkat pengecer seharusnya tidak melebihi Rp20.000.
Sidak ini bertujuan untuk memastikan mata rantai distribusi LPG 3 kg berjalan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil lapangan, kenaikan harga dipicu oleh praktik jual-beli antarpengecer, bukan karena kelangkaan stok dari pusat.
"Di tingkat agen atau distributor tidak ada hambatan. Setiap hari agen tetap mengirimkan pasokan ke pangkalan-pangkalan sesuai jadwal," tambah Rasuli.
Hal senada diungkapkan oleh Ratna, salah satu pemilik pangkalan LPG. Ia menjamin pengiriman dari agen tetap lancar, meski diakuinya ada peningkatan permintaan dari warga di luar daftar pelanggan tetapnya.
Load more