Musim Kemarau Picu Lonjakan Pneumonia di Jombang, RSUD Rawat 617 Pasien, 52 Meninggal Dunia
- tvOne - rohmadi
Gejala yang umum dirasakan antara lain batuk berkepanjangan, demam, sesak napas, nyeri dada, tubuh lemas, hingga penurunan kadar oksigen dalam darah.
Apabila tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam nyawa, terutama bagi kelompok rentan.
Melihat tren peningkatan kasus tersebut, RSUD Jombang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kesehatan selama musim kemarau.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi cuaca panas, berangin, dan banyak debu.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik.
“Penggunaan masker saat berada di luar rumah sangat penting untuk mengurangi paparan debu dan mencegah infeksi saluran pernapasan,” kata dr. Pudji.
Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, RSUD Jombang memperkirakan jumlah kasus pneumonia berpotensi terus meningkat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan sekecil apa pun. Penanganan dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah ISPA berkembang menjadi pneumonia yang lebih berat.
Pihak rumah sakit juga terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan layanan kesehatan guna menghadapi kemungkinan lonjakan pasien selama musim kemarau berlangsung.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika mengalami batuk, demam, atau sesak napas yang berkepanjangan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (roi/gol)
Load more