TIM PKM UNWAHA Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Sains Berbasis IoT
- Antara
tvOnenews.com - Upaya memperkuat literasi sains sejak usia dini terus dilakukan melalui inovasi pembelajaran yang menggabungkan pendekatan berbasis lingkungan dan teknologi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) melaksanakan kegiatan bertajuk “Dari Alam ke Kelas: Penguatan Literasi Sains Sejak Dini melalui Pelatihan Miniatur Ekosistem Akuatik dan Terestrial Berbasis IoT (Internet of Things)” di TK KB Al Fath Pare, Kabupaten Kediri, pada 23–24 Juli 2026.
TIM PKM Unwaha yang terdiri dari Kartika Wulandari, M.Pd, Anggun Wulandari, S.Si., M.Pd., dan Dian Kusuma Wardani, M.Si. Pelatihan diikuti oleh guru TK dan KB sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam merancang media pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Anggun Wulandari menjelaskan bahwa pembelajaran sains pada jenjang pendidikan anak usia dini akan lebih bermakna apabila anak memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, dan berinteraksi dengan lingkungan.
“Anak-anak belajar paling baik ketika mereka melihat, menyentuh, dan mengalami secara langsung. Melalui media seperti aquascape, terrarium, dan teknologi IoT sederhana, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga konsep-konsep sains menjadi lebih mudah dipahami,” ujarnya.
Pelatihan diawali dengan peserta memperoleh materi mengenai pentingnya literasi sains sejak usia dini, konsep dasar ekosistem, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis lingkungan. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan aquascape sebagai representasi ekosistem perairan. Dalam sesi tersebut, guru mempelajari teknik menyusun miniatur ekosistem air tawar dan air laut dengan memperhatikan keseimbangan komponen biotik dan abiotik.
Melalui media ini, peserta diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang mengajak anak mengamati hubungan antara tumbuhan, hewan, air, batu, dan faktor lingkungan lainnya secara konkret. Pelatihan berlanjut dengan praktik pembuatan terrarium yang merepresentasikan berbagai ekosistem darat, antara lain gurun, savana, hutan hujan tropis, padang rumput, stepa, dan tundra. Setiap miniatur dirancang sebagai media visual yang dapat membantu guru menjelaskan keragaman ekosistem kepada peserta didik melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan.
Selain membuat miniatur ekosistem, peserta juga diperkenalkan dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pembelajaran melalui penggunaan sistem penyiraman otomatis pada terrarium. Sistem sederhana ini memanfaatkan sensor suhu dan kelembapan yang terhubung dengan pompa air sehingga penyiraman tanaman dapat berlangsung secara otomatis sesuai kondisi lingkungan. Selain membantu perawatan media pembelajaran, pengenalan IoT diharapkan dapat membuka wawasan guru mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti sesi praktik, diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang sekaligus memanfaatkan media pembelajaran berbasis lingkungan secara berkelanjutan di sekolah.
Kepala TK KB Al Fath Pare, Uswatul Fauziyah, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut karena memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru kami. Selama ini pembelajaran sains lebih banyak dilakukan melalui buku cerita dan media sederhana. Melalui pelatihan ini, kami memperoleh wawasan sekaligus keterampilan baru dalam membuat aquascape, terrarium, serta memanfaatkan teknologi IoT sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini," ujarnya.
Menurutnya, media pembelajaran yang dikembangkan dalam pelatihan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan sekitar.
"Kami berharap media yang telah dibuat tidak berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi dapat terus dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Semoga kerja sama antara TK KB Al Fath Pare dengan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian dan pendampingan lainnya," tambah Uswatul Fauziyah.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap guru dapat mengembangkan pembelajaran sains yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan berpusat pada pengalaman belajar anak. Aquascape dan terrarium diharapkan tidak hanya menjadi media visual di kelas, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan observasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta literasi sains sejak usia dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan mitra dan penguatan inovasi pembelajaran di satuan pendidikan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.(chm)
Load more