Sekolah Rakyat di Jombang Ditarget Tampung 2.000 Siswa, Mensos: Bukan Sekadar Pendidikan
- tvOne - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Kementerian Sosial menargetkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dapat beroperasi penuh dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa. Program ini akan melayani pendidikan mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pemenuhan akses pendidikan. Program tersebut juga dirancang untuk memberikan rehabilitasi dan pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda.
“Insyaallah ke depan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang ini bisa operasional penuh, artinya bisa menampung lebih dari 2.000 siswa nantinya, tingkat SD, SMP, dan SMA,” ujar Saifullah Yusuf, Kamis (22/10).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, siswa yang masuk Sekolah Rakyat memiliki kondisi yang beragam, mulai dari kemampuan akademik, kebiasaan, budaya, hingga kondisi kesehatan. Perbedaan tersebut membutuhkan proses adaptasi agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.
Menurutnya, masa awal tersebut menjadi periode penting bagi siswa maupun lingkungan sekolah untuk saling menyesuaikan diri. Sebab, kebutuhan setiap anak tidak bisa disamaratakan dan memerlukan pendekatan pendampingan yang sesuai.
“Keberagaman ini memerlukan satu proses untuk bisa saling beradaptasi. Makanya saya sebut masa-masa itu sebagai masa-masa artikulasi, masa saling menyesuaikan,” katanya.
Saifullah mengungkapkan, tantangan yang dihadapi Sekolah Rakyat cukup beragam. Ada siswa yang telah memiliki kemampuan membaca dengan baik, tetapi ada pula siswa yang sudah duduk di bangku SMP namun belum bisa membaca.
Sebagian siswa juga memiliki riwayat putus sekolah selama satu hingga dua tahun. Bahkan, ada anak yang pernah bekerja di lingkungan yang tidak semestinya serta menjadi korban kekerasan.
Kondisi tersebut membuat Sekolah Rakyat perlu menjalankan fungsi yang lebih luas daripada sekadar kegiatan belajar-mengajar. Pendampingan, menurut Saifullah, menjadi bagian penting untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan sekaligus memulihkan kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.
“Di Sekolah Rakyat ini ada, di samping edukasi, juga ada rehabilitasi, sekaligus juga ada pemberdayaan khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan kedisiplinan menjadi salah satu aspek mendasar dalam proses pendampingan siswa. Kedisiplinan diharapkan dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun kebiasaan positif.
Melalui pendekatan pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.
Keragaman latar belakang anak menjadi pertimbangan dalam proses pembelajaran maupun pembentukan karakter. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan, tetapi juga memperoleh dukungan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.
Target pengoperasian penuh dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa di Jombang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. (roi/gol)
Load more