News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Dia Kepala Desa yang Cekcok dengan Polisi PJR: Dia Minta 500 Ribu ke Sopir, Ya Saya Bela!

Pria yang cekcok dengan PJR merupakan seorang kepala desa (Kades) Sumberrame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bernama Sueb Wahyudi.
Senin, 5 September 2022 - 13:48 WIB
Sueb Wahyudi, Kepala Desa Sumberrame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik
Sumber :
  • tvOne - muhammad habib

Gresik, Jawa Timur - Pasca viralnya video aksi cekcok antara pria pengendara mobil Pajero dengan anggota polisi PJR di exit Tol Lebani Gresik, pria pemberani yang belakangan diketahui merupakan seorang kepala desa (Kades) Sumberrame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bernama Sueb Wahyudi, akhirnya menceritakan awal mula kejadian percekcokan yang melibatkan dirinya dengan oknum polisi PJR (Polisi Jalan Raya, red) di exit Tol Lebani Gresik.

Dengan sesekali menghela nafas panjang, pria yang akrab dipanggil Abah Sueb itu menyatakan jika saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (3/9) dia akan pergi ke kota Gresik melalui jalan exit Tol Lebani, namun ternyata di lokasi sudah ada polisi dan melarangnya melalui jalur tersebut dengan alasan itu jalur darurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terus dia marah-marah, mobilnya ditutupkan di depan. Saya terus merengek memohon lagi. Pak tolong lah pak saya mau ke Gresik penting. Tapi dia tetap ngotot gak boleh. Nah disitulah saya nemui anak tiga yang lagi klesetan (duduk di jalan). Saya tanyai, ada apa dik. Saya ditilang sama pak polisi, padahal saya tadi ditilangnya di jalan raya, kok saya dibawa ke Tol," tutur Sueb menceritakan kejadian.

Ditambahkan Abah Sueb, masih menurut cerita sopir pick up yang mengatakan dimintai sejumlah uang.

"Awalnya dikasi uang 50 ribu tapi tidak mau. Terus tak kasih 200 ribu biar cepat selesai, loh 200 gak mau. Minta Rp500. Pokoknya kalau ada 500 dilepas," sambung Sueb.

Merasa iba dengan nasib sopir pick up, Sueb pun mengajak si sopir mendatangi polisi tersebut.

“Ayo ikut aku. Video en aku. Tak tanya ane polisine," tegas Sueb.

Berawal dari itulah peristiwa cekcok antara Sueb dengan oknum polisi PJR terjadi hingga videonya viral di media sosial dan banyak mendapatkan tanggapan beragam dari warganet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyikapi kejadian itu pihak Polri melalui akun @humaspoldajatim memberikan klarifikasi dengan keterangan : Halo sobat humas, kami meluruskan berita yang tengah viral dimedia sosial terkait anggota PJR Polda Jatim.

Kami meluruskan terkait kejadian tersebut bahwa pengemudi pick up (yang memvideokan) ditilang karena tidak ada STNK (STNK mati dan pajak belum dibayar). SIM tak KIR kemudian di bawa ke pos polisi terdekat. Setiba di kantor ada kendaraan Pajero melintas dengan menerobos di akses khusus petugas tol, sehingga kendaraan Pajero tersebut diminta kembali.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Biringbulu hidup dalam rasa takut selama berbulan-bulan usai diancam menggunakan senapan angin namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan stakeholder gathering yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

Skema Public Service Obligation (PSO) untuk transportasi udara dinilai semakin mendesak diterapkan guna menjamin keterjangkauan harga tiket dan menjaga konektivitas nasional, khususnya bagi wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.
Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Beredar cerita di tengah masyarakat, jika menjahit dan menyapu bisa membuat rezeki seret. Ternyata dalam Islam begini.
Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Tingginya permintaan masyarakat akan tiket kereta pada periode lebaran membuat calon pemudik harus berlomba-lomba membeli tiket mudik lebaran di setiap tahun
Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak bumi dan langit, intip perbandingan gaji Maarten Paes saat membela FC Dallas dan setelah resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT