GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kekurangan Armada Pengangkut, Petani dan Pedagang Rumput Laut Terancam Merugi

Di Nunukan, Kalimantan Utara, Petani dan pedagang rumput laut terancam merugi karena kurangnya armada pengangkut ke Sulawesi dan Surabaya.
Selasa, 29 Agustus 2023 - 09:07 WIB
Pembudidaya rumput laut di Nunukan terancam merugi karena kurangnya armada pengangkut
Sumber :
  • zulkifli Guntur

Nunukan, tvOnenews.com - Produksi Rumput Laut yang merupakan komoditi unggulan asal Nunukan setiap tahunnya terus meningkat. Namun, kondisi ini tidak sejalan dengan fasilitas angkutan penjualan rumput laut ke Sulawesi Selatan dan Surabaya.

Kondisi ini disampaikan pembudidaya rumput laut asal Nunukan, Kamaruddin, mengatakan jumlah produksi rumput laut saat ini setiap bulannya mencapai 6 ribu ton setiap bulan. Sedangkan, jumlah armada yang mengangkut rumput laut ada 7.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tahun sebelumnya itu setiap bulan produksi 5 ribu ton setiap bulan, sekarang sudah 6 ton. 7 kapal tidak cukup untuk mengangkut semua rumput laut," ujar Kamaruddin.

Karena produksi yang meningkat mengakibatkan rumput laut tidak terangkut. Situasi ini dapat merugikan pembudidaya rumput laut yang ada di Nunukan. Karena itu, para pembudidaya berharap agar bantuan Pemerintah Pusat untuk menambah armada tol laut agar rumput laut dapat terangkut.

"Beberapa bulan pengangkutan RL menuju Sulawesi Selatan mengalami hambatan. Setiap bulan ada saja rumput laut tidak terangkut, ini bisa merugikan petani karena terjadi penyusutan, dan harga turun bisa saja terjadi," harapnya.

Kemudian, armada tol laut yang melayani rute Nunukan sebelumnya menyediakan 60 kontainer. Kini jumlah tersebut berkurang mencapai 20 kontainer. Sebab, kuota 20 kontainer sebelum dialihkan untuk mengangkut rumput laut asal Tarakan.
 
"Karena yang kita butuhkan biasanya pengangkutan 60 kontainer. Sekarang 38 sampai 39 kontainer, kalau kapal ada 7 dengan 1 kapal fery, 2 kapal swasta, 2 kapal Pelni dan 2 tol laut rute Makassar dan Surabaya," ungkapnya.

Tidak terangkutnya rumput laut juga dibenarkan agen Tol Laut Nunukan Mardahada. Permintaan penambahan angkutan terus disampaikan petani dan pedagang rumput laut. Sedangkan, kapasitas angkutan kapal tol laut sebanyak 60 kontainer. Jumlah itu dibagi untuk produksi rumput laut Tarakan dan Nunukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kapasitas 50-60 kontainer, saat ini pengurangan dibagi untuk muatan Tarakan. Masih ada pedagang minta tambah, namun kapasitas kapal tidak bisa. Untuk 1 kontainer itu isinya 160 karung 1," katanya.

Sementara, Emmang, mandor buruh pelabuhan menambahkan terjadinya peningkatan penjualan rumput laut terjadi ketika harga rumput laut kembali naik. Hal ini yang membuat jumlah angkutan yang selama ini melayani tidak dapat mengangkut seluruh rumput laut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT