News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Pembunuhan yang Menembak Erni Fatmawati di Kapuas Hulu Terancam Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan terhadap Erni Fatmawati Alias Icu Wati warga Dusun Sengkalu, Desa Pengkadan Hilir, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, terancam hukuman mati.
Selasa, 30 April 2024 - 13:07 WIB
KSD Alias MSD, pelaku pembunuhan Erni Fatmawati
Sumber :
  • Tut wuri handayani

Kapuas Hulu, tvOnenews.com -  Pelaku pembunuhan terhadap Erni Fatmawati Alias Icu Wati, warga Dusun Sengkalu, Desa Pengkadan Hilir, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat itu terancam hukuman mati.

Pelaku pembunuhan tersebut tunggal atau seorang diri yakni KSD Alias MSD, yang merupakan warga Dusun Guci Betuah, Desa Martadana, Kecamatan Pengkadan, Kapuas Hulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Rinto Sihombing menyatakan, pasal yang dipersangkakan terhadap pelaku pembunuhan tersebut yakni pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana, atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan 

"Ancaman maksimalnya yaitu hukuman mati," ujar Iptu Rinto Sihombing, senin (29/04/2024).

Sebagaimana diketahui pula, kronologis kejadian dalam kasus tersebut yakni pada hari Selasa, 9 April 2024 sekitar pukul 07.48 WIB, ditemukan mayat seorang perempuan oleh warga di ruas Jalan Dusun Lidau, Desa Pinang Laka, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, yang kemudian mayat tersebut diketahui bernama Erni Fatmawati Alias Icu Wati (42).

Pada awalnya warga mengira Erni Fatmawati meninggal dunia karena kecelakaan yakni terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya namun setelah mayatnya akan dievakuasi ke rumahnya dan saat akan membersihkan mayat, warga melihat pada bagian belakang tubuhnya terdapat lobang-lobang yang diduga terbentuk akibat terkena peluru senjata api. Diketahui senjata rakitan tersebut jenis bomen/patah yang biasa digunakan untuk berburu hewan liar.

Karena menduga korban meninggal akibat ditembak, warga pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Pengkadan dan kemudian diteruskan ke pihak Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu.

Setelah mendapatkan informasi dari warga, pihak Polres Kapuas Hulu langsung menurunkan tim gabungan, yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Sat Intelkam Polres kapuas Hulu dan Polsek Pengkadan, untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan menggunakan senjata api rakitan jenis bomen/patah tersebut.

Kemudian, pada Kamis, 11 April 2024 sekitar pukul 15.30  WIB, pihak Kepolisian yang dibantu oleh warga Kecamatan Pengkadan, berhasil menemukan senjata api rakitan jenis bomen/patah yang diduga digunakan oleh pelaku untuk melakukan penembakan terhadap korban.

Selanjutnya pada Minggu, 14 April 2024, dilakukan gelar perkara, untuk menentukan siapa pelaku penembakan terhadap korban tersebut. Berdasarkan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta didukung dengan alat bukti dan barang bukti yang ada, diduga kuat pelaku penembakan terhadap korban  yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah KSD Alias MSD., yang merupakan warga Dusun Guci Betuah, Desa Martadana, Kecamatan Pengkadan, Kapuas Hulu.

"Pada Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 17.00 WIB,  KSD Alias MSD berhasil diamankan oleh Tim gabungan Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Sat Intelkam Polres Kapuas Hulu dan Polsek Pengkadan di rumahnya," terang Iptu Rinto

Dijelaskan Rinto, setelah diamankan KSD Alias MSD mengaku bahwa dirinyalah yang melakukan pembunuhan terhadap Erni Fatmawati dengan cara ditembak menggunakan senjata api rakitan jenis bomen/patah miliknya sendiri.

"KSD Alias MSD mengaku telah melakukan penembakan dan pembunuhan terhadap Erni Fatmawati karena merasa sakit hati dengan perkataannya yang menurut KSD Alias MSD kata-kata tersebut tidak pantas diucapkan karena dinilai menghina Ayah KSD Alias MSD yang telah meninggal dunia serta anak dari KSD Als MSD," jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan pelaku yang dipaparkan Iptu Rinto, peristiwa lainnya yang juga membuat pelaku merasa sakit hati, yakni terjadi pada Minggu, 7 April 2024 sekitar pukul 15.30 WIB di jalan yang terletak di Dusun Sengkalu, Desa Pengkadan Hilir, Kecamatan Pengkadan. Daat itu pelaku sedang mengendarai sepeda motor, yang berpapasan dengan korban yang juga mengendarai sepeda motor.

"Pada saat itu pelaku sedang melewati genangan air. Genangan air itu kemudian terciprat ke celana yang dipakai korban. Hal itu kemudian memicu kemarahan korban sehingga korban mengeluarkan kata-kata yang menurut pelaku tidak pantas dan dianggap menghina Ayah pelaku yang telah meninggal dunia serta anak pelaku," paparnya.

Selain itu, lanjut Iptu Rinto, menurut keterangan pelaku bahwa pada tahun 2023 lalu, korban juga pernah memarahi pelaku dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, lantaran pelaku juga membeli emas dari pekerja tambang yang ada di Dusun Sengkalu, sedangkan para pekerja tersebut berhutang sembako dan bahan bakar kepada korban namun hasil kerja (emas) dari para penambang tersebut ada yang dijual kepada pelaku.

"Karena pelaku membeli dengan harga lebih tinggi dari korban yakni dengan selisih harga Rp10 ribu per gram sehingga emas para pekerja dijual kepada pelaku meskipun pekerja berhutang kepada korban. Sementara korban berpendapat bahwa emas hasil kerja para penambang harus dijual kepadanya, tidak boleh dijual kepada orang lain," beber Rinto.

Dikarenakan merasa sakit hati yang mendalam akibat perkataan korban, terang Rinto,  yang menurut pelaku tidak pantas karena menghina Ayahnya yang telah meninggal dunia dan anaknya, akhirnya pada Senin, 8 April 2024 sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku mulai merencanakan pembunuhan terhadap korban .

"Pelaku memilih melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara menembak menggunakan senjata api rakitan jenis bomen/patah. Pelaku memilih kebun karet milik warga yang terletak di Dusun Lidau, Desa Pinang Laka, Kecamatan Pengkadan, untuk tempat pengintaian dan penembakan, karena menurut pelaku bahwa lokasi tersebut jauh dari rumah warga serta strategis untuk melakukan pengintaian dan bersembunyi," ulas Rinto.

Selain itu, tambah Rinto, korban juga diketahui oleh pelaku bahwa sering melewati jalan tersebut apabila hendak pergi ke Dusun Repun, Desa Pinang Laka.

"Setelah tiba di kebun karet milik warga Dusun Lidau, pelaku kemudian mulai melakukan perakitan terhadap senjata rakitan miliknya yang sebelumnya senjata tersebut disimpan di dalam karung dan tas ransel, serta bagian-bagian senjata tersebut masih dalam keadaan terpisah," sebut dia.

Setelah pelaku selesai melakukan perakitan senjata, kemudian ia pun menunggu target (korban) melewati jalan tersebut, namun pada hari itu korban tidak kunjung lewat, sehingga pelaku pun akhirnya pulang ke rumahnya.

"Sebelum pulang, pelaku kembali melepas senjata api rakitan miliknya tersebut terlebih dahulu dan kemudian memasukkannya kembali ke dalam karung serta ransel miliknya," terang Rinto.

Kemudian, lanjut Rinto, pada Selasa, 9 April 2024 sekitar pukul 06.05 WIB, pelaku kembali melakukan pengintaian terhadap korban di tempat yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah tiba di tempat pengintaian, pelaku kemudian mulai melakukan perakitan kembali terhadap senjata api rakitan miliknya. Selesai melakukan perakitan, pelaku kemudian menunggu target melewati jalan tersebut. Kemudian melakukan pengintaian di semak-semak. Pada saat target lewat, dengan cepat pelaku melakukan penembakan sehingga menyebabkan korban terkena peluru dan terjatuh dari sepeda motornya, yang pada akhirnya meninggal dunia," ungkap Iptu Rinto Sihombing.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan pihak Polres Kapuas Hulu yakni satu pasang sepatu, satu pucuk senjata api rakitan jenis bomen/patah, satu buah selongsong peluru senjata bomen/patah berwarna hijau yang telah digunakan, satu buah tas bermotif loreng, satu helai baju berwarna merah, satu helai celana berwarna krem, satu buah topi berwarna hitam dan satu lembar masker kain berwarna hitam. (twh/frd) 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Fabio Capello menyoroti penampilan Timnas Italia saat menghadapi Belgia. Ia meminta Gli Azzurri bermain lebih efektif ketika membangun serangan.
Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Liverpool resmi menunjuk Julian Ward sebagai direktur olahraga baru. Ia kembali ke Anfield untuk menjalani periode keduanya di posisi tersebut.
Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT