GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dewan Adat Papua Nilai Hukum Positif Tersangkakan Gubernur Papua Tidak Tepat

Kuasa hukum lukas enembe nilai penerapan hukum positif terhadap kasus korupsi dan gratifikasi tidak sesuai dengan KUHP
Rabu, 12 Oktober 2022 - 20:51 WIB
Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin tawarkan penerapan hukum adat dalam Kasus Lukas Enembe
Sumber :
  • Hendi Indrajaya

Jayapura, Papua - Setelah dikukuhkan menjadi kepala suku besar adat Papua, keluarga dan masyarakat adat meminta kasus dugaan korupsi yang menjerat gubernur Papua, Lukas Enembe penanganannya menggunakan hukum adat.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dewan Adat Papua (DAP), dari pimpinan 7 wilayah adat di tanah Papua telah mengkukuhkan Lukas Enembe sebagai pemimpin besar atau kepala suku besar Peopleapua, yang dilakukan di kediaman pribadi Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura Papua, Pada Sabtu (8/10) lalu," ujar kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, Rabu (12/10/2022). 

 

Aloysius Renwarin menjelaskan saat ditemui di rumah sakit dok 2, Rabu (12/10). Dewan adat papua menilai bahwa hukum yang menjadikan gubernur Papua Lukas Enembe sebagai dugaan tersangka gratifikasi senilai 1 miliar rupiah tidak sesuai dengan KUHP.

 

“Dari dewan adat papua melihat bahwa hukum positif yang menjadikan lukas enembe sebagi tersangka tidak sesuai dengan KUHP yang berlaku, karenanya dialihkan ke hukum dewan adat,” ungkap Aloysius.

 

Aloysius juga menambahkan hukum dewat adat masih sangat berperan penting di papua untuk menyelesaikan suatu masalah, Namun dirinya juga menegaskan akan tetap mendampingi proses hukum yang berjalan.

 

Ketika ditanya mengenai posisi hukum adat dan hukum positif dalam kasus Lukas Enembe, Aloysius tegas mengedepankan penerapan hukum adat di Papua dibanding hukum positif. 

 

“Sama-sama berperan di Indonesia ini, hukum adat tetap berperan untuk menyelesaikan masalah termasuk di papua masih sangat kuat hukum adat, jadi para adat akan menyelesaikan ini," terangnya.

 

“Kami akan tetap mendampingi hukuman positif dan juga penyelesaian yang diselesaikan secara para para adat” imbuhnya. 

 

Menurut Aloy, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun belum mendapatkan respon sesuai yang ia harapkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Hingga hari ini sudah dua surat kita layangkan yang pertama pada september kemarin kita meminta agar pemeriksaan gubernur papua di bawah ke singapura, dan yang kedua menolak pemeriksaan ibu gubernu dan anaknya namun tidak ada jawaban, kami harap jakarta dapat membuka diri dan menyelesaikan masalah di papua," tutup Aloysius. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap

Gagal Ke Piala Dunia Tak Buat Kiper Naturalisasi Menyesal Jadi WNI, Ini Rencana Maarten Paes Bersama Timnas Indonesia Terungkap

Maarten Paes tetap pada komitmennya untuk terus membela Timnas Indonesia dan membangun sepak bola di Tanah Air.
Rekrutmen Koperasi Desa Membludak, Menkeu Pastikan Gaji Pengelola KDMP Aman dan Tak Menambah Defisit APBN

Rekrutmen Koperasi Desa Membludak, Menkeu Pastikan Gaji Pengelola KDMP Aman dan Tak Menambah Defisit APBN

Menkeu Purbaya menegaskan dana untuk gaji KDMP tidak berasal dari tambahan alokasi anggaran baru, melainkan dari pos anggaran yang sebelumnya sudah tersedia.
Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat Lebih Proaktif Jaga Kawasan Hutan dan Perkebunan

Dedi Mulyadi Instruksikan Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat Lebih Proaktif Jaga Kawasan Hutan dan Perkebunan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi instruksikan bupati dan wali kota se-jabar lebih proaktif dalam menjaga kawasan hutan dan perkebunan.
Soal Pengelolaan Kebun Binatang, Danny Gunalen: Bukan Hanya Tentang Satwa, Tapi Membangun Kepedulian Masyarakat

Soal Pengelolaan Kebun Binatang, Danny Gunalen: Bukan Hanya Tentang Satwa, Tapi Membangun Kepedulian Masyarakat

Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menyebut hal itu bukan hanya tentang menghadirkan satwa.
Faunaland Ikuti Lelang Pengelola Bandung Zoo, Danny Gunalen Ungkap Konsep Hingga Singgung Parkir Liar dan Area Rekreasi

Faunaland Ikuti Lelang Pengelola Bandung Zoo, Danny Gunalen Ungkap Konsep Hingga Singgung Parkir Liar dan Area Rekreasi

Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat menargetkan proses lelang pengelola Bandung Zoo akan rampung pada 29 Mei mendatang.
Sidang Dugaan Korupsi Ijon Proyek Kuswara Kunang dan Ayahnya Kembali Digelar, Kuasa Hukum: Terlihat Dipaksakan

Sidang Dugaan Korupsi Ijon Proyek Kuswara Kunang dan Ayahnya Kembali Digelar, Kuasa Hukum: Terlihat Dipaksakan

Sidang kasus dugaan korupsi ijon proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, pada Senin (11/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT