News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Patok Batas Tanah, Pasutri di Kolaka Kritis Dibacok Tetangganya Sendiri

karena berselisih akibat patok tanah, pasangan suami istri di Kolaka Sulawesi Tenggara dibacok tetangga sendiri. pelaku kini diamankan satreskrim polres kolaka
Kamis, 6 Januari 2022 - 14:22 WIB
Pelaku Pembacokan pasutri diamankan Satreskrim Polres Kolaka, Kamis (6/1)
Sumber :
  • erdika mukdir

Kolaka, Sulawesi Tenggara - Seorang pria inisial M (64) diamankan polisi setelah melakukan pembacokan terhadap pasangan suami istri yang merupakan tetangganya sendiri di Desa Bende, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di lokasi itu ada patok tanah yang sudah terpasang. Kemudian, dia memindahkan batas patok tersebut dan memanggil korban untuk melihatnya," ujar Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, AIPDA Riswandi, Kamis (6/1).

 

Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu harus berurusan dengan polisi akibat menganiaya pasangan suami istri (pasutri) bernama LB (72) dan S (66) dengan menggunakan sebilah parang.

 

AIPDA Riswandi mengatakan peristiwa itu bermula saat pelaku M yang bekerja sebagai petani datang di lokasi tanah miliknya yang terletak di belakang rumah korban. Pelaku dan kedua korban terlibat cekcok di lokasi tersebut. Perselisihan tak kunjung selesai, pelaku naik pitam dan langsung menganiaya kedua korban.

 

"Saat sedang berselisih, pelaku memukul korban S menggunakan tangannya," tambahnya.

 

Riswandi bilang, tak sampai disitu. S yang masih berbicara kembali dianiaya oleh pelaku M. Dia bahkan memarangi bahu sebelah kiri korban. Tak terima dengan tindakan pelaku, LB berupaya melerai dan memberi pertolongan. Sayangnya, pelaku justru semakin emosi dan mengejar LB.

 

"Korban LB terjatuh sehingga dengan leluasa Terlapor memarangi korban pada bagian kepala," bebernya.

 

Akibat kejadian itu, LB mengalami luka robek pada wajah dan pergelangan tangan kanan putus. Sedangkan, S mengalami luka robek pada bahu sebelah kanan. 

 

Dari hasil interogasi polisi, pelaku mengaku bahwa akses jalan yang sering dilalui Terlapor menuju lokasi tanahnya sudah menyempit akibat adanya pembangunan pondasi rumah.

 

"Menurut Terlapor, lokasi jalan tersebut sudah dihibahkan korban ke dirinya pada saat membeli tanah untuk akses jalan menuju lokasi tanah yang terletak di belakang rumah korban," pungkasnya. 

 

Saat ini kedua korban sedang menjalani perawatan di RSUD Kolaka. Sementara pelaku sudah diamankan di Mapolres Kolaka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

(Erdika Mukdir / ASM)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin mengungkap kronologi dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta illegal access ke Presiden Prabowo
Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan perempuan berinisial ANW terhadap putra Ruben Onsu, Betrand Peto masih menjadi perhatian publik. Begini kabarnya.
Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Kehadiran penjual asing di sektor ini dikhawatirkan mengganggu mata pencaharian warga setempat yang menggantungkan hidup dari usaha berjualan peci.
Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Sejumlah pertandingan I League Cup 2026/2027 menghadirkan hasil mengejutkan pada laga perdana, Selasa (03/11/2026). Persija harus bermain imbang kontra PSMS.
BREAKING
NEWS
Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri langsung melakukan penahanan terhadap tiga tersangka diduga melakukan penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik terhadap ponsel Presiden Prabowo -
Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

AC Milan mulai menyusun rencana besar untuk memperkuat skuad pada bursa transfer Januari 2027. Gerry Cardinale memastikan Rossoneri bakal bergerak agresif.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT