GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Terlibat Kasus Penambangan, WNA Asal Korsel Menolak Ikut Konferensi Pers

Warga Negara Asing (WNA) asal Korea selatan yang terlibat kasus penambangan di kawasan hutan lindung menolak ikut konferensi pers yang digelar Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan
Jumat, 6 September 2024 - 11:38 WIB
Komperensi pers WNA Asal Korea yang digelar oleh Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan
Sumber :
  • Gusni Kardi
Mamuju, tvOnenews.com - Warga Negara Asing (WNA) asal Korea selatan yang terlibat kasus penambangan di kawasan hutan lindung menolak ikut konferensi pers yang digelar Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan di halaman kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak mau ikut karena saya tidak bersalah dalam kasus ini," ungkap Mister Y (70) WNA asal Korsel dalam bahasa Inggris kepada petugas yang ingin menggelandangnya ke lokasi konferensi Pers, Kamis (5/9/2024).
 
Petugas Gakum Wilayah Sulawesi yang mencoba untuk membujuk tersangka ke lokasi konferensi pers sempat kewalahan. Sejumlah petugas Gakum terus berupaya membujuknya namun tersangka tetap menolak.
 
Agar tersangka mau kelokasi konferensi pers petugas akhirnya meminta bantuan kepada pengacara tersangka yang juga ikut memantau proses konferensi pers penangkapan kliennya yang digelar Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan di Dinas Kehutanan Sulbar.
 
Setelah dibujuk oleh pengacara, tersangka akhirnya mau ke lokasi konferensi pers. Namun saat Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan, Rasio Ridho Sani, bertanya kepada tersangka soal kepemilikan alat berat yang diamankan, tersangka kembali menolak memberi keterangan.
 
Kedua pihak sempat terlibat aksi adu mulut sehingga suasana berlangsung tegang. Ketegangan baru mereda setelah tersangka mau memberikan keterangan kepada Dirjen Gakum Kementrian Kehutanan.
 
Dalam konferensi pers yang digelar Dirjen Gakum Kemebtrian Kehutanan tersebut juga sempat diwarnai letusan ban dum truk, barang bukti yang diamankan dalam aksi penangkapan WNA asal Korsel yang dilakukan tim gabungan Dinas Kehutanan Sulbar, Gakum Wilayah Sulawesi dan Polda Sulbar.
 
Suara letusan dari ban dum truk tersebut sempat membuat peserta konfrensi pers panik sebagaian ada yang mencoba meninggalkan lokasi.
 
Petugas Polisi Hutan (Polhut) terpaksa turun tangan untuk menambal ban dum truk yang bocor tersebut agar tidak terjadi kepanikan dalam konfrensi pers tersebut.
 
Dirjen Gakum Kementrin Kehutanan, Rasio Ridho Sani dalam keterangannya, mengatakan, tersangka ditangkap di Deda Lariang,Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. Tersangka ditangkap oleh tim gabungan pada 16 Agustus 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
"Tersangka ditangkap karena melakukan aktivitas di lokasi hutan lindung. Tersangka melanggar undang undang kehutanan, terancam 10 tahun penjara," ungkap Rasion Ridho Sani.
Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.
LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi yang terjadi belakangan ini memantik respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini menilai
Kepala Sekolah Berkomentar Menohok soal Lomba Cerdas Cermat MPR: SMAN 1 Sambas Terpojok

Kepala Sekolah Berkomentar Menohok soal Lomba Cerdas Cermat MPR: SMAN 1 Sambas Terpojok

Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin lontarkan komentar menohok terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Menangkal Ancaman Krisis Iklim yang Kian Nyata, Puluhan Anak Muda Antusias Tanam Mangrove di Pesisir Jakarta

Menangkal Ancaman Krisis Iklim yang Kian Nyata, Puluhan Anak Muda Antusias Tanam Mangrove di Pesisir Jakarta

Selain sebagai upaya menangkal krisis iklim, penanaman mangrove bertajuk Garden of Memory: From Moscow to Jakarta ini juga menjadi simbol diplomasi hijau antara Rusia dan Indonesia.
Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II

Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II. Menurutnya, semua capaian adalah komitmen semangat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. 
Detik-detik Mengerikan WNA India Diduga Bunuh Diri di Ruang Tahanan Imigrasi Surabaya

Detik-detik Mengerikan WNA India Diduga Bunuh Diri di Ruang Tahanan Imigrasi Surabaya

Mencuat kabar di media sosial, terkait detik-detik mengerikan seorang WNA asal India berinisial SN (48) diduga bunuh diri di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT