Kapal Tenggelam di Makasar, 17 Penumpang Berhasil Diselamatkan
- ANTARA
Makassar,Sulawesi Selatan - Sebanyak 17 orang penumpang Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang tenggelam telah berhasil diselamatkan.
"Informasi yang kami dapat saat ini ada 17 orang (selamat) 10 orang penumpang telah dibawa ke Kendari, tujuh orang di bawa ke Banjarmasin, karena yang didapat (ditemukan) itu tidak bisa singgah ke tujuan masing-masing," kata Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Sulsel, Djunaidi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/5/2022).
Berikut data penumpang yang telah diselamatkan:
TB Sabang 25
1. Thoibatussibhan, perempuan, 21 tahun.
2. M Rahman, laki-laki, 17 tahun.
3. Syamsir, laki-laki, 41 tahun.
4. Rahmatullah, perempuan, 28 tahun.
5. Hj Bidarapi, perempuan, 61 tahun.
6. Husni, perempuan, 40 tahun.
7. Moh Hidayatullah, laki-laki, 19 tahun.
TB Max 05 :
1. Abdullah, laki-laki, 35 tahun.
2. Saharuddin, laki-laki, 64 tahun.
3. Muslimin, laki-laki, 49 tahun.
4. Ahmad Sofi Ramadan, laki-laki, 14 tahun.
5. Irwan, laki-laki, 60 tahun.
6. Fatimah, perempuan, 60 tahun.
7. Nasaranti, perempuan, 30 tahun.
8. Nurhasanah, perempuan, 38 tahun.
9. Sarifa, perempuan, 20 tahun.
TB Cipta 2002 :
1. Aco Marendeng, laki-laki, 32 tahun.
Sebelumnya, KM Ladang Pertiwi yang mengangkut puluhan penumpang dikabarkan mengalami kecelakaan laut di Perairan Selat Makassar pada Jumat (27/5/2022) setelah bertolak dari Pelabuhan Rakyat Paotere Kota Makassar menuju Pulau Kalmas, Kabupaten Kepulauan Pangkajene (Pangkep) pada Rabu (25/5/2022).
Saat ditanyakan berapa orang penumpang yang ikut dalam kapal naas tersebut, kata Djunaidi, pihak syahbandar yang mengetahui persis jumlahnya, Basarnas hanya melaksanakan tugas penyelamatan setelah menerima informasi.
"Mengetahui datanya orang syahbandar, kami tidak tahu jumlah penumpang, dan kami hanya mencari saja. Kalau kami dikabari dan data yang kami dapat 43 orang, 17 sudah ditemukan," kata Djunaidi.
Sementara penyebab kecelakaan kapal tersebut, diduga akibat kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta cuaca buruk yang terjadi di sekitar wilayah perairan di Sulsel saat waktu kejadian.
"Faktornya, bisa jadi karena kebanyakan penumpang, kebanyakan barang, terus BBM-nya juga tidak cukup. Perjalanan ini mengapa juga dilepas (saat kondisi cuaca ekstrem)," katanya.
Djunaidi menambahkan, sebanyak tujuh penumpang sebelumnya diselamatkan Kapal TB Sabang 25 pada pukul 03.00 WITA saat itu menuju Banjarmasin. Dari komunikasi melalui radio, kapal ini berhasil kontak dengan kapal TB Max yang ikut menyelamatkan sembilan orang serta kapal lainnya, TB Cipta satu orang. Kedua kedua kapal ini hendak menuju Marowali, lalu akan singgah ke perairan Tanakeke untuk menurunkan para korban.
Tujuh identitas korban selamat di angkut kapal TB Sabang 25, masing-masing berjenis kelamin perempuan yakni, Thoibatussibhan (21), Rahma Tullah (28) Husni (40), Hj Bidarapi (61). Laki-laki, M Rahman (17), Syamsir (41), Moh Hidayatullah (19). Untuk 10 korban lainnya, identitas masih menunggu informasi dari kapal lain yang sebelumnya telah menurunkan mereka di tempat aman.
Load more