News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Tutup Lokasi Tambang Emas Lawang Tua, Pasca 3 Penambang Tewas Tertimpa Runtuhan

Tragedi maut terjadi di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,
Kamis, 10 September 2026 - 17:09 WIB
Kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua runtuh
Sumber :
  • Irwansyah

Sumbawa, tvOnenews.com - Polres Sumbawa menutup kawasan tambang emas Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pasca tiga penambang tewas dan enam luka-luka akibat tertimbun runtuhan.

Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa, Polda NTB, langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian. Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, bersama sejumlah pejabat utama Polres Sumbawa turun langsung ke lokasi sekitar pukul 00.30 WITA untuk memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Iptu Zainal Arifin, menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kejadian bermula saat para korban bersama penambang lainnya sedang mengambil material di bagian bawah tebing.

Diduga, aktivitas penambangan di bagian atas tebing yang dilakukan dengan cara mencongkel atau membetel batu menyebabkan material batu dan tanah runtuh. Material tersebut kemudian jatuh dan menimpa para penambang yang berada di bawah.

Warga yang mendengar teriakan histeris langsung mendatangi lokasi dan bersama para penambang lainnya berupaya mengevakuasi korban. Karyawan camp setempat juga turut membantu dengan mengerahkan kendaraan operasional jenis Hilux untuk membawa para korban menuju Puskesmas Lantung sekitar pukul 22.00 WITA.

"Akibat dari kecelakaan kerja ini, tiga orang penambang meninggal dunia, masing-masing satu orang meninggal di TKP dan dua orang lainnya meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung. Enam orang lainnya mengalami luka-luka," ujar Iptu Zainal Arifin, Sabtu (5/9/2026) malam.

Dari sembilan korban yang terdampak, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka masing-masing SY (44), warga Kecamatan Lopok, yang meninggal dunia di TKP. Kemudian SF (58) dan I (19), keduanya warga Kecamatan Moyo Hilir, meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung.

Sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka. F (17), warga Kecamatan Moyo Hilir, mengalami luka ringan dan telah dibawa pulang keluarganya.

Kemudian M (47), NW (25), dan S (43) mengalami luka berat dan dirujuk ke RSUD Provinsi NTB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sedangkan SMS (45) dan JR (21), warga Kecamatan Lantung, mengalami luka ringan dan telah dibawa pulang oleh keluarga.

Pasca kejadian, Polres Sumbawa mengambil langkah tegas dengan menghentikan dan menutup aktivitas penambangan di lokasi kejadian. Petugas juga memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi, termasuk pada area dan alat berat yang berada di sekitar TKP.

Selain melakukan olah TKP, kepolisian mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai barang bukti. Di antaranya pakaian korban, jerigen, alas kaki, topi, serta peralatan tambang berupa linggis dan palu.

Polisi juga akan melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas pertambangan yang belum mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR), sekaligus mendalami penyebab pasti runtuhnya material batu dan tanah yang menelan korban jiwa.

"Menyikapi hal ini, Bu Kapolres Sumbawa telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Sumbawa dan akan menindaklanjuti atas adanya kejadian ini. Pihak keluarga para korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum," pungkas Iptu Zainal.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan di kawasan tambang rakyat. Kondisi tebing dan material tanah yang labil, ditambah aktivitas penggalian dengan peralatan sederhana, dapat sewaktu-waktu mengancam keselamatan para pekerja.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot,  bersama jajaran Forkopimda juga diketahui pernah meninjau kawasan tambang di wilayah Lantung.

Kini, pasca tragedi yang merenggut tiga nyawa tersebut, aktivitas tambang di lokasi kejadian dihentikan sementara dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian serta status legalitas aktivitas pertambangan di kawasan Lawang Tua. (irw/frd)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasang Target Khusus di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Tekankan Hal Ini kepada Rekan Setimnya

Pasang Target Khusus di Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Tekankan Hal Ini kepada Rekan Setimnya

Pevoli andalan Indonesia, Megawati Hangestri sampaikan harapan besar menjelang kiprahnya bersama Hyundai Hillstate pada Liga Voli Korea atau V-League 2026/2027.
AFC Resmi Rilis Jadwal dan Venue Laga Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Jepang Jadi Ujian Pertama Skuad Garuda

AFC Resmi Rilis Jadwal dan Venue Laga Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Jepang Jadi Ujian Pertama Skuad Garuda

Tak tanggung-tanggung, Timnas Indonesia dihadapkan langsung dengan Jepang pada laga perdana Grup F Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi.
Rizky Ridho Sepakat dengan Shin Tae-yong soal Kondisi Rumput JIS, Sebut Persija Jakarta Beruntung Bisa Menang

Rizky Ridho Sepakat dengan Shin Tae-yong soal Kondisi Rumput JIS, Sebut Persija Jakarta Beruntung Bisa Menang

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengakui faktor keberuntungan turut berperan dalam kemenangan Macan Kemayoran atas Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026/2027
Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Disebut seperti Kasus "Koper Merah", Polisi: Ini Lebih Kejam, Jasad Korban Dibakar, Dimutilasi Lalu Digiling

Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Disebut seperti Kasus "Koper Merah", Polisi: Ini Lebih Kejam, Jasad Korban Dibakar, Dimutilasi Lalu Digiling

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, disebut-sebut menyerupai kasus “Koper Merah” di Kediri. Terduga pelaku berinisial DBM diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban berinisial DH dan AG mulai dari pembakaran hingga penggilingan.
Pengakuan Jujur Megawati Hangestri Jelang Debut Bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Singgung Kekompakkan Tim

Pengakuan Jujur Megawati Hangestri Jelang Debut Bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Singgung Kekompakkan Tim

Megawati Hangestri mengungkapkan keinginannya jelang debut bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Pevoli berjuluk Megatron turut menyampaikan sejumlah hal termasuk tampil lebih baik.
Volkswagen Recall Lebih dari 9 Ribu Audi, Baterai Mobil Listrik Ini Berpotensi Picu Kebakaran

Volkswagen Recall Lebih dari 9 Ribu Audi, Baterai Mobil Listrik Ini Berpotensi Picu Kebakaran

Recall yang dilakukan Volkswagen tersebut melibatkan 9.048 kendaraan Audi Q4 e-tron dan Q4 Sportback e-tron yang diproduksi pada 2024 hingga 2025.

Trending

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Pelatih Persik, Marcos Reina, menyebut bahwa penyebab kekalahan timnya karena buruknya lapangan. Bahkan, perwakilan pemain, Marcelo Djalo sampai geleng kepala.
Jebakan CCTV dan Akting Pelaku: Bagaimana Polisi Bongkar Skenario Licik Dugaan Mutilasi Ibu & Anak di Madiun?

Jebakan CCTV dan Akting Pelaku: Bagaimana Polisi Bongkar Skenario Licik Dugaan Mutilasi Ibu & Anak di Madiun?

Kasus pembunuhan sadis disertai dugaan mutilasi terhadap DH (30) dan anaknya, AGF (4), berhasil disingkap oleh tim Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Polda Jatim).
Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, 2 Pemain Andalan Jepang Terancam Absen di Piala Asia 2027

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, 2 Pemain Andalan Jepang Terancam Absen di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia berpeluang mendapat keuntungan jelang Piala Asia 2027 setelah dua pemain andalan Jepang, Ayase Ueda dan Tomiyasu, terancam absen akibat cedera.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT