News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Diminta Tangkap dan Proses Hukum Pemilik Alat Berat Diduga Rusak Hutan Lindung di Konawe Utara

Polda Sultra mengamankan puluhan alat berat di areal hutan lindung di Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara beberapa waktu lalu. Alat berat yang diamankan ini diduga kuat berhubungan dengan aktivitas penambangan. 
Minggu, 11 September 2022 - 20:03 WIB
Ilustrasi
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Polda Sultra mengamankan puluhan alat berat di areal hutan lindung di Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara beberapa waktu lalu. Alat berat yang diamankan ini diduga kuat berhubungan dengan aktivitas penambangan. 

Direktur Ampuh Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo mengapresiasi kinerja Polda Sultra. Hanya saja, menurut Hendro, kinerja aparat berwajib tak berhenti disitu semata. Perusahaan atau pemilik dari alat-alat berat harus ikut diburu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menurut kami sebisa mungkin, jangan saja alatnya saja yang ditahan tetapi pemilik dan pelakunya juga harus segera ditangkap dan diproses hukum. Nah apalagi kemudian informasi yang baru kami dapat ada oknum yangg kemudian melakukan pelepasan police line di lokasi," jelas Hendro saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (11/8/2022).

Atas kasus ini pihak Ampuh juga akan bertandang ke Mabes Polri agar mengambil ahli kasus, melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Tujuan kami ke Jakarta untuk mengawal persoalan ini, meminta Bareskrim Polri mengambil ahli kasus, lakukan penyelidikan. Itu tujuan kami," ujar Hendro. 

Soal berapa luas kawasan hutan lindung yang dirusak oleh alat-alat berat ini, Hendro belum bisa memastikannya. Bila memungkinkan, pihaknya akan menerjunkan anggota ke lokasi untuk melakukan investigasi.

"Tupoksi kita hanya untuk mengawal. Namun kami juga tidak menutup kemungkinan untuk lakukan investigasi langsung ke lapangan. Untuk penindakan ada di penegak hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," tegas dia. 

Ditanya lebih lanjut soal pemilk dari alat-alat berat maupun aktivitas penambangan, Hendro tidak ingin menduga-duga, sebab kewenangannya berada di pihak kepolisian. Dia hanya ingin generasi masa depan di Konawe Utara tidak merasakan imbas buruk akibat hutan lindung yang dibabat habis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apalagi kita tahu Konawe Utara juga sering banjir. Sebagai putra daerah saya tidak ingin Konawe Utara jadi langganan banjir, atau generasi mendatang yang terkena imbas dari aktivitas penambangan ini," demikian Hendro. 

Sedangkan hingga kini diturunkan, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp namun belum memberikan respons lebih lanjut. (ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

TRENDING: Sherly Tjoanda Salah Ucap Depan Jemaah Haji, Respons Tegas Sertifikat Mualaf Richard Lee, Dedi Mulyadi Bantu Korban May Day

TRENDING: Sherly Tjoanda Salah Ucap Depan Jemaah Haji, Respons Tegas Sertifikat Mualaf Richard Lee, Dedi Mulyadi Bantu Korban May Day

Sejumlah peristiwa viral tengah ramai diperbincangkan publik dan mendominasi media sosial. Dari Sherly Tjoanda, polemik dr Richard Lee hingga aksi Dedi Mulyadi.
Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Eks Pengurus LPD Bangli Divoni Satu Tahun Penjara Imbas Tipikor

Eks Pengurus LPD Bangli Divoni Satu Tahun Penjara Imbas Tipikor

Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali, menjatuhkan vonis penjara satu tahun terhadap mantan pengurus Lembaga Perkreditan Desa LPD Tanggahan Peken karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Terpopuler News: Dedi Mulyadi Rangkul Korban Kebakaran Toko, hingga Oknum TNI Diduga Obrak-abrik Toko di Kemayoran

Terpopuler News: Dedi Mulyadi Rangkul Korban Kebakaran Toko, hingga Oknum TNI Diduga Obrak-abrik Toko di Kemayoran

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merangkul pedagang yang tokonya habis dibakar oleh massa di Bandung. Oknum TNI diduga mengacak-acak toko sembako di Kemayoran
30 Persen Ekonomi Banten di Awal 2026 Disokong Oleh Industri Pengolahan

30 Persen Ekonomi Banten di Awal 2026 Disokong Oleh Industri Pengolahan

Sektor industri pengolahan masih menjadi penyokong utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 30,02 persen terhadap struktur ekonomi Banten pada triwulan pertama 2026.
Bertemu Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya, Kaesang Bahas Kemajuan Daerah

Bertemu Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya, Kaesang Bahas Kemajuan Daerah

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menemui tokoh masyarakat adat Wanusau, Alfons Kambu, di Maybrat, Sorong, Papua Barat Daya.

Trending

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh sebelum sertifikat mualafnya dicabut oleh pihak MCI, dr Richard Lee pernah tanya ke istri soal mualaf, dr Reni Effendi pun menjawab begini.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT