News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung Terapkan Teknologi Toll Road 4.0

PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menerapkan teknologi Toll Road 4.0 yang dicanangkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku regulator
Selasa, 5 April 2022 - 19:24 WIB
Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung Terapkan Teknologi Toll Road 4.0
Sumber :
  • Tim Tvone/Pujiansyah

Bandar Lampung, Lampung - PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menerapkan teknologi Toll Road 4.0 yang dicanangkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku regulator.
 
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro menjelaskan, saat ini pengoperasian Jalan Tol Hutama Karya telah dilakukan dengan beberapa inovasi teknologi, di antaranya penerapan ‘Intelligent Traffic System’ (ITS) dalam pendeteksian kondisi lalu lintas secara ‘real time’ serta penyampaian secara otomatis kepada pengguna jalan. "Kami mempersiapkan infrastruktur teknologi baik dari sisi ‘hardware’ maupun kebutuhan jaringan komunikasi guna mendukung teknologi Toll Road 4.0," kata Koentjoro.
 
Koentjoro menambahkan penerapan teknologi dan inovasi yang ada di jalan tol dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan memantau lalu lintas terkini dari ruas-ruas tol yang ingin dilintasi. Dalam teknologi ITS sudah menggunakan ‘Artificial Intelligence’. Penerapan ITS dikendalikan secara terpusat di Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT).
 
Pada penggunaannya, sistem ini mendeteksi dan menganalisis kendali pendapatan tol, kendali performa peralatan tol, kendali kondisi lalu lintas melalui CCTV yang terintegrasi ke sistem ITS, kendali penanganan pothole, kendali kendaraan ‘Over Dimension and Over Load’ (ODOL), hingga kendali keluhan pelanggan atau sentiment analysis dari media sosial sebagai bahan evaluasi manajemen.
 
Sedangkan untuk ‘Weigh in Motion’ (WIM), sistem ini dapat mengukur beban kendaraan sesuai standar dan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI), tanpa perlu menghentikan kendaraan, sehingga kendaraan yang lewat akan secara otomatis terdeteksi beban kendaraannya. Jika melewati standar JBI, maka kendaraan tersebut tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan diharuskan keluar melalui gerbang tol terdekat.
 
Kemudian untuk mendeteksi otomatis kecelakaan di jalan tol, pihaknya memasang Smart CCTV yang berfungsi untuk mendeteksi otomatis jika terjadi insiden dan kecelakaan di jalan tol, menghitung jumlah kendaraan yang melintas secara ‘real-time’, pelanggaran lalu lintas seperti berhenti di jalan tol, kendaraan lawan arah, dan jika ada perlambatan.
 
"Kami juga menerapkan alat untuk mengukur kepadatan lalu lintas di jalan tol melalui data RTMS. Teknologi ini menghitung volume kendaraan, ‘occupancy’, dan kecepatan rata-rata di jalan tol. Data ini kemudian dapat dipakai sebagai early warning system sebelum terjadi kepadatan di lokasi tertentu,” katanya.
 
Selanjutnya guna mempermudah masyarakat mendapatkan informasi seputar jalan tol, Hutama Karya juga sudah menghadirkan aplikasi HK Toll Apps. Aplikasi ini memuat konten seputar jalan tol yang bertujuan memudahkan pengguna jalan pada saat memulai perjalanan maupun di dalam perjalanan.
 
"Selanjutnya ada kamera ETLE yang bekerjasama dengan Polda Lampung. Dengan adanya tilang elektronik ini seluruh pengguna jalan yang melintas dapat langsung terdeteksi oleh kamera ETLE apabila melakukan pelanggaran lalu lintas khususnya terkait kecepatan berkendara,” katanya. (Pujiansyah/Lno)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.
Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

Aktivis KontraS, Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam kamar rumah sakit tempatnya dirawat usai peristiwa teror penyiraman air keras beberapa waktu lalu.
FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI Ungkap Perkembangan Terbaru Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Atlet di Pelatnas Panjat Tebing

FPTI menyampaikan informasi terbaru tentang pengusutan dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.
Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Gerak Cepat Usai Ditinggal Kepala Timnya yang Baru Bergabung, Audi Kini Kembali Dipimpin Eks Bos Ferrari

Audi bergerak cepat merespons mundurnya Jonathan Wheatley dari posisi kepala tim sebelum gelaran F1 GP Jepang 2026 kemarin.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT