News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aksi Dukungan Kepada Dokter G Kasus Vaksin Kosong Banjiri PN Medan di Sidang Perdana

Terkait kasus suntik vaksin kosong Januari lalu, dengan tersangka diduga dokter G memasuki babak baru. Selasa (14/06/2022) akan dilakukan sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan
Selasa, 14 Juni 2022 - 18:18 WIB
Aksi Dukungan Kepada Dokter G Kasus Vaksin Kosong Banjiri PN Medan di Sidang Perdana
Sumber :
  • Tim TvOne/ Ahmidal

Medan, Sumatera Utara - Terkait kasus suntik vaksin kosong Januari lalu, dengan tersangka diduga dokter G memasuki babak baru. Selasa (14/06/2022) akan dilakukan sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan. Dalam sidang tersebut dibanjiri dukungan oleh puluhan tenaga kesehatan yang melakukan aksi simpatik di depan PN Medan.

Penyuntikan vaksin kosong tersebut dilakukan oleh dokter G di SD Wahidin, Medan Labuhan. Pelaku menjadi vaksinator di bawah arahan Polres Belawan sebagai pihak penyelenggara dan hanya menjalankan tupoksinya sebagai nakes sesuai SOP yang berlaku, sedangkan penyedia vaksin ialah Dinas Kesehatan kota Medan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam aksi dukungan tersebut dihadiri oleh puluhan nakes yang mewakili beberapa organisasi antara lain, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Ikatan Apoteker Indonesia.

Aksi tersebut dilakukan karena kasus yang menimpa dokter G diduga sangat tidak adil, ia melakukan vaksin sesuai SOP yakni 0,5 cc dan tidak kosong.

Dokter Redyanto Sidi Jambak selaku Kuasa Hukum dokter G  mengatakan, sebagai nakes ia hanya sudah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan dosis yang sesuai dengan usia anak tersebut. Tersangka juga sudah melakukan mediasi dengan orang tua si anak dan sudah diselesaikan bersama.

"Dokter G hanya bertugas sebagai vaksinator, baik perlengkapan dan lainnya semua disediakan oleh pihak penyelenggara yakni Polres Pelabuhan Belawan. Dosis vaksin juga sesuai dengan SOP yg ada, harusnya pihak Polres jangan buang badan terkait kasus ini karena pelaku bertindak dengan benar sesuai tupoksinya dan sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga si anak,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter Benny Syahputra selaku Ketua Biro Hukum Pembinaan  dan Pembelaan IDI Jakarta menuturkan kalau pelaporan dokter G atas kasus suntik vaksin kosong ini juga cacat hukum. Dimana harusnya  melalui sidang  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terlebih dahulu, lalu dilimpahkan ke pihak berwajib setelah IDI memutuskan nakes tersebut bersalah.

"Harusnya kasus dokter G harus melalui Sidang Kode Etik IDI terlebih dahulu, setelah ditetapkan bersalah baru dilimpahkan ke pihak yang berwajib. Jelas ini sudah cacat hukum dan sangat merugikan pihak nakes, sebagai garda terdepan melawan Covid-19,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Alasan Mengapa Allah Terkadang Menunda Apa yang Kita Minta

4 Alasan Mengapa Allah Terkadang Menunda Apa yang Kita Minta

Sering berdoa tapi belum juga dikabulkan? Inilah 4 alasan mengapa Allah SWT terkadang menunda apa yang kita minta.
Jarang Tampil di Super League, Odivan Koerich Resmi Tinggalkan Arema FC

Jarang Tampil di Super League, Odivan Koerich Resmi Tinggalkan Arema FC

Manajemen Arema FC resmi memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan salah satu pemain asingnya Odivan Koerich.
Sudah Bekerja Keras tapi Rezeki Terasa Seret? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

Sudah Bekerja Keras tapi Rezeki Terasa Seret? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

Sudah bekerja keras tapi rezeki terasa seret? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang kemungkinan penyebabnya.
Tangkal Disinformasi, Menkomdigi Tekankan Kecepatan dan Ketepatan Informasi Bagi Kehumasan Pemerintah

Tangkal Disinformasi, Menkomdigi Tekankan Kecepatan dan Ketepatan Informasi Bagi Kehumasan Pemerintah

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) meminta Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) untuk dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan komunikasi publik di tengah arusnya informasi digital.
Adik Denada Tantang Pihak Ressa Ungkap Sosok Ayah Biologis: Harusnya Serang Orang Itu!

Adik Denada Tantang Pihak Ressa Ungkap Sosok Ayah Biologis: Harusnya Serang Orang Itu!

Adik Denada, Enrico Tambunan, menantang pihak Ressa untuk mengungkap sosok ayah biologisnya. Ia menilai gugatan seharusnya ditujukan ke sang ayah.
Siapa Kurniawan Dwi Yulianto? Legenda Timnas Indonesia yang Kini Dipercaya Tangani Garuda Muda U-17 Bareng Nova Arianto

Siapa Kurniawan Dwi Yulianto? Legenda Timnas Indonesia yang Kini Dipercaya Tangani Garuda Muda U-17 Bareng Nova Arianto

Dari striker legendaris hingga pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto kembali ke Garuda Muda. Simak profil lengkapnya.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Polisi sampaikan perkembangan terbaru kasus kematian tragis siswa SD berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai nekat gantung diri.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT