GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kurang Lebih 3 Hari, Mahasiswa UGM Protes Kebijakan Uang Pangkal dengan Berkemah di Balairung

Kurang lebih 3 hari, sejumlah mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi protes dengan berkemah di Halaman Balairung UGM.
Rabu, 29 Mei 2024 - 20:42 WIB
Aksi mahasiswa berkemah di Halaman Balairung UGM, Rabu (29/5/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Kurang lebih 3 hari, sejumlah mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi protes dengan berkemah di Halaman Balairung UGM.

Aksi itu telah dimulai sejak Senin (27/5/2024) dan rencananya akan berlangsung hingga Senin (3/6/2024) mendatang. Bahkan, para mahasiswa akan melangsungkan aksi protes ini jika belum mendapatkan respon dari pimpinan kampus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang peserta aksi, Farid mengatakan bahwa, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes utamanya kebijakan mengenai penambahan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang diterapkan oleh universitas yang berjuluk kampus biru sejak 2022 lalu.

Saat itu, UGM sempat menerapkan Sumbangan Penunjang Mutu Akademik (SPMA) yang bersifat sukarela.

"Praktiknya, waktu itu ada beberapa kesalahan teknis dimana mahasiswa baru tidak bisa memilih iuran nol. Kita tidak tahu apakah itu kesalahan teknis atau mungkin ada intensi di luarnya," katanya ditemui tvOnenews.com, Rabu (29/5/2024).

Pemungutan uang pangkal berlanjut pada 2023. Dimana, UGM membuat rancangan bernama Sumbangan Sukarela Penunjang Institusi (SSPI) di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kemudian kebijakan terlaksana dengan adanya perubahan nomenklatur yakni Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU). Untuk golongan tertinggi dalam penerimaan jalur mandiri dikenakan biaya sebesar Rp 30 juta bagi jurusan Saintek dan Rp 20 juta untuk Soshum. 

Sekarang ini, kebijakan itu diterapkan untuk semua jalur mandiri di 5 jenjang kecuali bagi subsidi 100 persen. Adapun, kata Farid, uang pangkal itu dapat diangsur sebanyak 2 kali selama 2 semester.

Dengan adanya uang pangkal menurutnya memberikan intimidasi secara psikologis bagi calon mahasiswa baru (maba) UGM. Terlebih, kebijakan dirilis setelah pendaftaran ujian jalur mandiri.

Karena itu, ia ingin memitigasi hal tersebut supaya penerimaan mahasiswa baru di UGM berkeadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui kemah ini, Farid berharap para mahasiswa yang melaksanakan aksi dapat berdialog secara efektif dengan rektor sebagai pengampu keputusan tertinggi di UGM.

"Mungkin beberapa waktu lalu, yang hadir Sekretaris UGM cuma dari kami memiliki komitmen untuk sebisa mungkin berkomunikasi dengan bu rektor. Kalau dengan rancangan sampai 3 Juni ibu rektor tidak bisa hadir dan goalnya tidak tercapai, kita akan berkemah disini sampai IPI dicabut," tegasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Indonesia bakal mengikuti forum The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Peran keluarga kini menjadi benteng utama dalam melindungi anak generasi muda dari ancaman judi online (judol) dan penipuan digital. 
Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Lomba Cerdas Cermat yang diadakan MPR RI jadi sorotan publik setelah dewan juri menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR sikapi permohonan maaf juri
Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT