GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dampak Relokasi Teras Malioboro 2, PKL Terdampak Relokasi Terpaksa Jual Aset

Polemik relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro masih berlanjut. pedagang merasa pemerintah tidak pernah melibatkan mereka dalam relokasi pertama dari selasar Malioboro ke Teras Malioboro (TM) 2.
Jumat, 2 Agustus 2024 - 16:47 WIB
PKL Malioboro yang berjualan di TM 2 menggeruduk Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Jumat (2/8/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Polemik relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro masih berlanjut.

Hal ini dipicu karena pedagang merasa pemerintah tidak pernah melibatkan mereka dalam relokasi pertama dari selasar Malioboro ke Teras Malioboro (TM) 2. Serta relokasi kedua dari TM 2 ke wilayah Beskalan dan Ketandan yang rencananya dilaksanakan tahun depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan sejak dua tahun direlokasi di TM 2, pedagang mengeluhkan adanya penurunan omzet.

Kondisi itu dialami oleh Suraji (64). Untuk bertahan hidup, warga Jlagran, Gedongtengen, Kota Yogyakarta terpaksa menjual asetnya berupa tanah pekarangan dan perhiasan istrinya.

"Jadi tanah seluas 350 meter persegi di Bantul dan gelang emas istri saya hampir 90 gram habis saya jual," katanya ditemui di sela aksi di depan Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Jumat (2/8/2024).

Padahal, tanah pekarangan itu dulunya dibeli pada 1998 silam seharga Rp 18 juta. Kemudian tiga bulan yang lalu, asetnya itu laku dijual Rp 150 juta.

Pria yang sehari-hari berjualan pakaian batik di TM 2 mengaku hasil dari jualan aset itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari dan modal kulakan. Kini, hanya tersisa Rp 50 juta.

"Itu buat tombok karena selama ini, omzetnya turun. Masa liburan kemarin aja cuma laku Rp 250-300 ribu. Sekarang (hari biasa) laku tapi cuma dapat uang Rp 50 ribu. Itu buat makan gak cukup," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Tri Darma, Aris Usman menyebut ada dua hal yang menjadi tuntutan PKL hari ini yaitu partisipasi dan relokasi yang sejahtera.

Sebab kenyataannya, para PKL mengaku tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah baik Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan UPT Malioboro bahkan Pemda DIY.

"Itu yang selama ini kita perjuangan karena kita tidak pernah dilibatkan untuk itu," ucapnya.

Ke depan, ia berharap mereka dilibatkan dalam proses relokasi kedua ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maunya kita dilibatkan dalam proses relokasi dalam hal tempat, luasan diajak bicara bagaimana kita menempati tempat yang kita tidak tahu. Padahal, kita sebagai pelaku yang menata usaha disitu," pintanya. 

Penyampaian tuntutan dalam aksi ini juga diikuti dengan pembetangan sejumlah spanduk. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jose Mourinho Segera Selesaikan Comeback ke Real Madrid, Florentino Perez Kasih Janji Manis

Jose Mourinho Segera Selesaikan Comeback ke Real Madrid, Florentino Perez Kasih Janji Manis

Jose Mourinho kabarnya akan segera kembali ke Real Madrid, 13 tahun setelah kepergiannya. Presiden Florentino Perez bahkan dikabarkan siap untuk memanjakannya di musim panas.
P3M Dorong Kebijakan Tembakau Berkeadilan, Soroti Regulasi yang Dinilai Mengancam Industri dan Pekerja

P3M Dorong Kebijakan Tembakau Berkeadilan, Soroti Regulasi yang Dinilai Mengancam Industri dan Pekerja

PP 28/2024 dinilai melampaui mandat pengaturan, terutama mengenai bahan tambahan produk tembakau, pembatasan kadar nikotin dan tar, serta penyeragaman kemasan rokok.
Sherly Tjoanda Sampai Cemberut Dengar Anak-anak Korban Bencana Lebih Pilih Rumah Lama, Langsung Janjikan Tempat Bermain

Sherly Tjoanda Sampai Cemberut Dengar Anak-anak Korban Bencana Lebih Pilih Rumah Lama, Langsung Janjikan Tempat Bermain

Momen menggelitik terjadi saat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, berbincang dengan anak-anak korban terdampak bencana di Rua, Kota Ternate. Mereka lebih...
Kenaikan Yesus Kristus, KPK Fasilitasi Tahanan Nasrani untuk Ibadah

Kenaikan Yesus Kristus, KPK Fasilitasi Tahanan Nasrani untuk Ibadah

KPK memfasilitasi pelaksanaan ibadah bagi para tahanan yang beragama Nasrani di Rutan KPK Gedung Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus. 
Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sistem Penanganan Krisis, Simulasi Darurat Digelar Terintegrasi

Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sistem Penanganan Krisis, Simulasi Darurat Digelar Terintegrasi

KSOP Utama Tanjung Priok bersama Pelindo menggelar simulasi BCMS untuk memperkuat sistem penanganan krisis terintegrasi di kawasan pelabuhan.
Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke di Daan Mogot Jakarta Barat Terbongkar, 19 Perempuan Diamankan

Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke di Daan Mogot Jakarta Barat Terbongkar, 19 Perempuan Diamankan

Dugaan praktik prostitusi anak perempuan di Daan Mogot, Jakarta Barat, berhasil dibongkar pada Sabtu (9/5/2026). 

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT