News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Seorang anggota DPRD DI Yogyakarta mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam desil empat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rabu, 9 September 2026 - 22:52 WIB
Lisman Puja Kesuma, Anggota DPRD DIY Dapil Sleman yang diketahui namanya tercatat dalam desil 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Seorang anggota DPRD DI Yogyakarta mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam desil empat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Padahal, ia menyebut tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi tersebut kemudian membuat dirinya mempertanyakan proses pendataan yang digunakan pemerintah. Sebab, sepanjang yang diketahuinya, ia tidak pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan bansos.

"Saya tentu cukup terkejut ketika mengetahui nama saya tercantum dalam Desil 4 DTSEN. Sepengetahuan saya, saya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bansos, termasuk PKH. Selama ini, juga tidak pernah menerima bantuan tersebut," ungkap Lisman Puja Kesuma, Rabu (9/9/2026).

Politisi dari Fraksi Gerindra menyebut, persoalan ini bukan semata-mata persoalan pribadi pada dirinya. 

Justru hal ini bisa menjadi momentum untuk memastikan bahwa data sosial ekonomi masyarakat benar-benar akurat dan perlu terus diperbarui.

Menurutnya, pendataan yang tepat sangat penting agar program bantuan pemerintah dapat menyasar masyarakat yang memang membutuhkan.

"Sebagai wakil rakyat, saya berkepentingan agar masyarakat yang memang membutuhkan bantuan jangan sampai justru tidak terdata atau terlewat," ucap Lisman.

Ia lantas mendorong pemerintah dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) dan pihak terkait melakukan verifikasi apabila ditemukan data yang dinilai tidak sesuai.

"Sepengetahuan saya, sejauh ini belum pernah ada survei atau pendataan langsung dari BPS kepada saya terkait status tersebut. Karena itu, saya juga ingin mengetahui bagaimana proses dan sumber data tersebut bisa mencantumkan nama saya dalam desil 4," kata Lisman.

Wakil legislatif dari Dapil Sleman menghormati mekanisme pendataan yang dilakukan pemerintah.

Kalau ditemukan data yang kurang sesuai, tentu perlu ada ruang untuk verifikasi dan perbaikan. Ia ingin memastikan apakah memang terjadi kekeliruan pencatatan atau ada proses pendataan yang belum saya ketahui.

"Saya tidak ingin persoalan ini hanya berhenti pada nama saya. Kalau memang ditemukan ada persoalan dalam pemutakhiran data, saya berharap bisa menjadi masukan agar sistem pendataan semakin baik dan bantuan pemerintah semakin tepat sasaran," tuturnya.

Pasca temuan ini, pihaknya juga mengaku tidak ingin menyalahkan pihak tertentu. Terpenting adalah bagaimana bersama-sama memperbaiki data dan sistemnya.

Pemerintah sudah memiliki komitmen yang kuat untuk menghadirkan program sosial yang tepat sasaran. Sebagai wakil rakyat di daerah tentu harus ikut mengawal agar pelaksanaannya semakin baik.

"Saya kira ini bagian dari fungsi kami sebagai anggota DPRD, yaitu ikut mengawasi agar kebijakan pemerintah, termasuk program perlindungan sosial, benar-benar berjalan dengan baik dan manfaatnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Lisman.

Selama menjadi anggota DPRD sejak 2024 lalu, ia memiliki prinsip sederhana yaitu berusaha hadir dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Karena itu, ketika ada persoalan seperti ini, ia melihatnya bukan hanya sebagai persoalan administrasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Temuan ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami oleh Timbul, warga Lendah, Kabupaten Kulon Progo belum lama ini.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi becak motor (bentor) nyaris gagal menguliahi putra sulungnya yang baru saja diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lewat jalur mandiri.

Pasalnya, Timbul harus membayar uang masuk kuliah sang anak sebesar Rp15 juta. Karena itu, ia berniat mengajukan keringanan biaya menggunakan beasiswa lewat Program Indonesia Pintar (PIP).

Akan tetapi, dirinya justru dibuat kaget ketika mencari syarat pengajuan PIP berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kalurahan. Ia yang sebelumnya terdaftar dalam desil 1 kini berubah menjadi desil 9. 

 

Respon BPS DIY

Perubahan desil masyarakat yang berbeda dengan fakta riil di lapangan menjadi perhatian publik. BPS mengungkap, bila masyarakat menemukan perubahan desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, hal tersebut dapat disampaikan melalui kanal yang telah disediakan untuk kemudian dilakukan verifikasi kembali.

Dengan demikian, masyarakat yang berdasarkan kondisi faktual memang memenuhi kriteria dapat tetap memperoleh bantuan sesuai ketentuan.

DTSEN merupakan suatus sistem yang digunakan untuk mendata manusia, sementara proses pengisian datanya juga melibatkan manusia.

Selain itu, Metode Proxy Means Test (PMT) yang digunakan juga merupakan suatu model atau program yang memiliki keterbatasan.

Untuk mengantisipasi sampling error atau non sampling error (NSE) dilakukan proses verifikasi dan saat ini proses tersebut terus dipercepat.

"Yang utama adalah memastikan data yang dihasilkan benar dan berkualitas. Hal tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat, lembaga pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk saling memperkuat data," ucap Endang Tri Wahyuningsih, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY. (scp/buz)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Fakta Kecelakaan Mobil Listrik Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M, Hasil Tes Urine Sopir Jadi Sorotan

7 Fakta Kecelakaan Mobil Listrik Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M, Hasil Tes Urine Sopir Jadi Sorotan

Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik. Ini 7 faktanya.
Hasil Timnas Indonesia: Garuda Muda Keok 0-3 dari Wales di Piala Dunia U-15 2026

Hasil Timnas Indonesia: Garuda Muda Keok 0-3 dari Wales di Piala Dunia U-15 2026

Timnas Indonesia U-15 harus mengakui keunggulan Wales dengan skor telak 0-3 dalam pertandingan kedua Grup G Piala Dunia & Festival FIFA 2026.
Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027, Al Hilal Melesat ke Puncak, Al Nassr Mengekor di Bawah

Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027, Al Hilal Melesat ke Puncak, Al Nassr Mengekor di Bawah

Al Hilal sukses merebut takhta puncak klasemen sementara. Sang raksasa berhasil mengoleksi 27 poin dari 10 pertandingan yang telah dilakoni.
PDIP Gelar Merah Muda Fest 2026, Ajak 500 Pemuda Napak Tilas Sumpah Pemuda Menuju Lapangan Banteng

PDIP Gelar Merah Muda Fest 2026, Ajak 500 Pemuda Napak Tilas Sumpah Pemuda Menuju Lapangan Banteng

Hasto menerangkan, dalam rangka hari Sumpah Pemuda ini salah satu rangkaian acara digelar di Museum Sumpah Pemuda untuk menyalakan kembali ide, gagasan, dan spirit perjuangan anak muda.
Megawati Hangestri Beda Level, Media Korea Beri Sebutan Baru usai Tampil Tajam di KOVO Cup 2026

Megawati Hangestri Beda Level, Media Korea Beri Sebutan Baru usai Tampil Tajam di KOVO Cup 2026

Megawati Hangestri dijuluki 'Indonesia Express' oleh media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Komentar Shin Tae-yong Jelang Hadapi Persik, Ingatkan Persija Tak Anggap Enteng Macan Putih: Mereka Punya Keunggulan

Komentar Shin Tae-yong Jelang Hadapi Persik, Ingatkan Persija Tak Anggap Enteng Macan Putih: Mereka Punya Keunggulan

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku sangat mewaspadai kekuatan Persik Kediri. Menurutnya, tim berjuluk Macan Putih tersebut memiliki keunggulan.

Trending

Viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi Takuti Anak Lewat Tren Konten Polisi Anak, Psikolog Ingatkan Bahayanya

Viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi Takuti Anak Lewat Tren Konten Polisi Anak, Psikolog Ingatkan Bahayanya

Psikolog Okina Fitriani ungkap bahaya video viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi pakai jasa tren konten polisi anak 84 untuk menakuti anaknya.
Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Tiga pemain Timnas Indonesia jadi sorotan media Vietnam setelah kesulitan mendapatkan menit bermain bersama klub masing-masing di Eropa usai bawa Garuda Juara.
Bela Umat Muslim dari Islamophobia, Bill Clinton Ungkap Putrinya Khatam Al-Qur'an Sejak Usia 15 Tahun

Bela Umat Muslim dari Islamophobia, Bill Clinton Ungkap Putrinya Khatam Al-Qur'an Sejak Usia 15 Tahun

Ketika bicara tentang maraknya rasa kebencian terhadap umat Muslim, mantan Presiden AS Bill Clinton sebut putrinya sudah khatam Al-Qur'an sejak usia 15 tahun.
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Emanuel Navarrete Vs O'Shaquie Foster Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Emanuel Navarrete Vs O'Shaquie Foster Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Emanuel Navarrete vs O'Shaquie Foster yang akan berlangsung pada siang ini.
Tiga Tukang Parkir Dikeroyok di Pasar Caringin Bandung, Dua Orang Tewas Babak Belur

Tiga Tukang Parkir Dikeroyok di Pasar Caringin Bandung, Dua Orang Tewas Babak Belur

Akibat insiden tersebut, dua korban dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka serius hingga salah satu jarinya putus...
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal Dunia

Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal Dunia

Kabar duka Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto berseliweran di media sosial.
Periklindo Tanggapi Rencana Pemberian Insentif EV Berbasis Baterai Nikel

Periklindo Tanggapi Rencana Pemberian Insentif EV Berbasis Baterai Nikel

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menyarankan pemerintah agar mengkaji ulang rencana pemberian insentif lebih bagi kendaraan listrik berbasis baterai nikel, dengan memperhatikan tren teknologi dan daya beli masyarakat. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT