News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Acuan AS

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kembali menguat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).
Rabu, 6 Desember 2023 - 09:47 WIB
Rupiah menguat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kembali menguat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

"Rupiah masih berpeluang menguat hari ini meskipun sempat tertekan terhadap dolar AS kemarin," kata Ariston di Jakarta, Rabu.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi naik sembilan poin atau 0,06 persen menjadi Rp15.496 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.505 per dolar AS.



Ia menuturkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS masih mempengaruhi pergerakan dolar AS. Investor pasar saham secara luas memperkirakan Bank Sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan pekan depan.

Suku bunga berjangka juga menunjukkan kemungkinan 65 persen penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed Maret, menurut alat FedWatch CME Group.

Selain itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS khususnya tenor 10 tahun mengalami penurunan ke area 4,18 persen, dibandingkan posisi sebelumnya di kisaran 4,2-4,3 persen.

Pelaku pasar masih mempertimbangkan data-data terbaru ekonomi AS yang dirilis pekan ini seperti data tenaga kerja dan tingkat pengangguran.

"Pekan ini data tenaga kerja AS yang mulai dirilis Rabu malam hingga Jumat malam bisa menjadi mover rupiah terhadap dolar AS ke depan," ujarnya.
 

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Ariston memperkirakan potensi penguatan rupiah ke arah Rp15.450 per dolar AS, sementara resisten di sekitar Rp15.550 per dolar AS hari ini.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas untuk memitigasi kenaikan suku bunga AS atau Federal Funds Rate (FFR) dan mata uang dolar AS yang kuat.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo  mengatakan, intervensi di pasar valas difokuskan pada transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah BI untuk terus memperkuat respons bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Upaya lain yang dilakukan untuk memitigasi kenaikan FFR dan mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah adalah dengan menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).



Selain itu, untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar, Bank Indonesia juga menetapkan tujuh jenis instrumen yang dapat menjadi instrumen penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) dan pemanfaatan atas instrumen penempatan DHE SDA tersebut untuk saat ini.

Tujuh instrumen tersebut adalah Rekening Khusus DHE SDA, Deposito Valas Bank, Term Deposit Valas DHE SDA, Promissory Notes Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Penempatan deposito valas yang dapat dimanfaatkan menjadi agunan kredit Rupiah, Swap Valas Nasabah–Bank, dan Swap Valas Bank–BI.(ant/bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bos Danantara Optimis Kesepakatan Damai Iran-AS Berdampak Positif ke Ekonomi RI

Bos Danantara Optimis Kesepakatan Damai Iran-AS Berdampak Positif ke Ekonomi RI

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir menilai, kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bakal berdampak positif bagi stabilitas fiskal serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pertamax Belum Turun Meski AS-Iran Damai, Airlangga: Tunggu Selat Hormuz Benar-Benar Dibuka

Pertamax Belum Turun Meski AS-Iran Damai, Airlangga: Tunggu Selat Hormuz Benar-Benar Dibuka

Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum otomatis membuat harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax turun.
Prabowo Pasang Target Baru Himbara: Bukan Cuma Cari Untung, Tapi Jadi Mesin Ekonomi Nasional

Prabowo Pasang Target Baru Himbara: Bukan Cuma Cari Untung, Tapi Jadi Mesin Ekonomi Nasional

Rosan Roeslani mengungkapkan, nilai pasar gabungan seluruh bank Himbara saat ini mencapai sekitar Rp1.100 triliun, menjadikannya salah satu kekuatan terbesar dalam sistem keuangan nasional.
Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Bosnia Usai Dikalahkan Swiss 1-4, Tetap Yakin Zmajevi Bisa Lolos

Piala Dunia 2026: Reaksi Tak Terduga Pelatih Bosnia Usai Dikalahkan Swiss 1-4, Tetap Yakin Zmajevi Bisa Lolos

Kekalahan telak 1-4 dari Swiss tidak membuat pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, kehilangan keyakinan untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026: Hancurkan Bosnia 4-1, Pelatih Swiss Girang dan Puji Kedalaman Skuad Rossocrociati

Piala Dunia 2026: Hancurkan Bosnia 4-1, Pelatih Swiss Girang dan Puji Kedalaman Skuad Rossocrociati

Timnas Swiss raih kemenangan telak 4-1 atas Bosnia pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, Jumat (19/06/2026). Hasil itu membuat pelatih Murat Yakin girang.
Dokter Tifa Ditangkap, Tampak Ujian S3 di Ruang Polda Metro Jaya

Dokter Tifa Ditangkap, Tampak Ujian S3 di Ruang Polda Metro Jaya

Berdasarkan informasi yang tvOnenews terima, kini Dr Tifa sudah dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Tifa diduga ditangkap terkait kasus ijazah Joko Widodo (Jokowi).

Trending

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi online masih sulit diberantas di Indonesia meski jutaan situs telah diblokir. Simak penyebab utama, modus terbaru, data terbaru, dan solusi yang dinilai lebih efektif.
Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 
Sosok Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Skandal Korupsi MBG, Ini Jabatan dan Perannya

Sosok Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Skandal Korupsi MBG, Ini Jabatan dan Perannya

Glory resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (01/06/2026).
Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Masa depan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi tanda tanya besar menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Sang agen akhirnya buka suara soal klub baru.
Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menyebut adanya peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM) dengan kategori kronis bagi masyarakat.
Jay Idzes Dapat Kabar Buruk dari Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya di Sassuolo Alami Cedera Horror Usai Kena Tekel Brutal

Jay Idzes Dapat Kabar Buruk dari Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya di Sassuolo Alami Cedera Horror Usai Kena Tekel Brutal

Kemenangan besar Kanada atas Qatar pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 ternyata harus dibayar mahal. Rekan setim Jay Idzes di Sassuolo alami cedera horror.
Dukung Program MBG, Mitra Bantah Tuduhan yang Dilayangkan kepada Hasva Pasaribu

Dukung Program MBG, Mitra Bantah Tuduhan yang Dilayangkan kepada Hasva Pasaribu

Pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Hasva Pasaribu mendukung berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas era pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT