News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Didesak Organisasi Buruh Internasional, Luhut Ngaku Bakal Tegas Tutup Tambang yang Melanggar Aturan Lingkungan: Apa yang Kami Kritik

Luhut buka suara terkait Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang datang ke kantornya untuk mendesak permasalahan lingkungan akibat industri pertambangan.
Jumat, 21 Juni 2024 - 09:05 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak akan segan menutup tambang yang melanggar lingkungan.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak segan menutup usaha pertambangan yang melanggar aturan pemerintah, terutama aturan terkait lingkungan.

Penegasan itu disampaikan terkait kunjungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) ke kantornya yang mengungkit permasalahan lingkungan akibat industri pertambangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Luhut dalam acara bertajuk, “Supply Chain Dynamic in Critical Minerals Geopolitical” yang digelar di Jakarta, Kamis (20/6).

“Saya bilang, kamu (ILO) pergi deh ke Morowali. Kamu kritik. Apa yang kamu kritik, nanti biar alasan saya tambah kuat untuk menutup tambang yang tidak taat terhadap aturan pemerintah soal climate, soal lingkungan ini,” ujar Luhut dilansir dari Antara, Jumat (21/6).

tvonenews

Luhut mengatakan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik yang disampaikan terkait industri pertambangan yang menimbulkan permasalahan lingkungan. Justru, tutur dia melanjutkan, pemerintah suka dengan kritik tersebut.

“Kita (Indonesia) juga negara yang pengen masa depan anak-cucu kita bagus,” kata Luhut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan pembicaraannya bersama John Kerry yang merupakan utusan khusus Presiden Amerika Serikat urusan iklim.

Dalam percakapan bersama John Kerry, Luhut menyatakan Amerika Serikat tidak perlu mendikte Indonesia terkait perubahan iklim.

Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan generasi Indonesia yang selanjutnya.

“Sesederhana itu. Saya tidak akan menghancurkan (masa depan) cucu saya dengan mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan mereka. Jadi, Anda (John Kerry) tak perlu mendikte kami tentang hal itu,” kata Luhut.

Dengan demikian ia berpesan kepada industri pertambangan untuk memerhatikan permasalahan lingkungan dan ketaatan terhadap aturan-aturan, khususnya terkait lingkungan dan perubahan iklim.

“Lingkungan itu menurut saya penting sekali,” kata Luhut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari laman Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah baik pusat maupun daerah didesak untuk menindak tegas aktivitas pertambangan di Morowali, Sulawesi Tengah.

Walhi menilai aktivitas kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap masyarakat, contohnya mendatangkan banjir setiap tahun. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BNN Usulkan Ketamin Masuk Golongan Narkotika, Butuh Masa Transisi untuk Penyesuaian Izin Medis

BNN Usulkan Ketamin Masuk Golongan Narkotika, Butuh Masa Transisi untuk Penyesuaian Izin Medis

BNN mengusulkan ketamin masuk golongan narkotika setelah pengungkapan peredaran 2,1 ton. Perubahan status perlu diikuti masa transisi untuk penggunaan medis dan veteriner.
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Keberangkatan Tim Indonesia Cabor Basket dan Anggar ke Asian Games 2026 Dialihkan

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Keberangkatan Tim Indonesia Cabor Basket dan Anggar ke Asian Games 2026 Dialihkan

Dengan sejumlah penerbangan terdampak, Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu memastikan para atlet dan ofisial tetap berangkat ke Jepang melalui sejumlah rute alternatif.
Beras SPHP Punya Nama Baru, Pemerintah Luncurkan Beras Kita 20 Oktober 2026

Beras SPHP Punya Nama Baru, Pemerintah Luncurkan Beras Kita 20 Oktober 2026

Beras SPHP resmi berganti nama menjadi Beras Kita Medium dan mulai dijual 20 Oktober 2026. Kemasan lama tetap dipasarkan hingga stok habis.
Kejagung Tetapkan PT TPL Jadi Tersangka Korporasi, Diduga Manipulasi HS Code dalam Kasus Transfer Pricing

Kejagung Tetapkan PT TPL Jadi Tersangka Korporasi, Diduga Manipulasi HS Code dalam Kasus Transfer Pricing

Kejagung menetapkan PT Toba Pulp Lestari sebagai tersangka korporasi dalam kasus transfer pricing dan under invoicing periode 2008-2025.
Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian memberikan instruksi kepada para kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera mengalokasikan bantuan dari Presiden dalam proses pemulihan pascagempa. 
Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Rumah

Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Rumah

Dokter mengingatkan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang belakangan ini sebagiannya telah masuk ke area rumah tidak perlu disapu karena berbahaya.

Trending

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Fajar Sahrudin diduga mengambil keputusan tragis tersebut di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, setelah mengunggah pesan perpisahan serta autobiografi.
Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Kepala Pos PVMBG Hargo Pancuran melaporkan aktivitas vulkanik mulai mereda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT