News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Tetapkan Eks Pejabat Pajak Muhamad Haniv Tersangka Gratifikasi

KPK menetapkan mantan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Muhamad Haniv sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.
Selasa, 25 Februari 2025 - 20:09 WIB
Ilustrasi KPK
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Setelah melakukan penyelidikan secara intensif dalam kasus gratifikasi pada Pejabat Pajak di Kementrian Keuangan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menaikkan statusnya menjadi penyidikan. KPK menetapkan mantan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Muhamad Haniv sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.

“Pada 12 Februari 2025, KPK menetapkan tersangka Mohamad Haniv alias Muhamad Haniv selaku PNS pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi,” ujar Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa sore (25/02/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi Haniv, Sejak tahun 2011  menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Provinsi Banten. Kemudian pada tahun 2015-2018, Haniv menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus.

Asep menyebut anak Haniv memiliki latar belakang pendidikan mode bernama Feby Paramita dan sejak 2015 mempunyai usaha fashion brand untuk pakaian pria bernama FH POUR HOMME by FEBY HANIV dan berlokasi di Victoria Residence, Karawaci.

“Selama menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, tersangka HNV diduga telah melakukan perbuatan yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban tugasnya dengan menggunakan pengaruh dan koneksinya untuk kepentingan dirinya dan usaha anaknya,” ungkap Asep.

Pada 5 Desember 2016, Haniv disebut mengirimkan surat elektronik atau e-mail kepada Yul Dirga (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing 3) berisi permintaan untuk dicarikan sponsorship fashion show FH POUR HOMME by FEBY HANIV yang akan dilaksanakan tanggal 13 Desember 2016.

“Permintaan ditujukan untuk ‘2 atau 3 perusahaan yang kenal dekat saja’ dan pada budget proposal tertera nomor rekening BRI dan nomor handphone an. FEBY PARAMITA dengan permintaan sejumlah Rp150.000.000,” ujar  Asep.

Atas e-mail permintaan tersebut, terdapat transfer masuk ke rekening BRI milik Feby Paramita, diidentifikasi terkait dengan pemberian gratifikasi yang berasal dari wajib pajak Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus maupun dari pegawai KPP Penanaman Modal Asing 3 sebesar Rp300.000.000.

Sepanjang tahun 2016-2017, keseluruhan dana masuk ke rekening BRI milik Feby Paramita berkaitan dengan pelaksanaan seluruh fashion show F.H. POUR HOMME by FEBY HANIV yang berasal dari perusahaan ataupun perorangan yang menjadi wajib pajak dari Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus adalah sebesar Rp387.000.000.

Sementara dana yang masuk untuk acara tersebut yang berasal dari perusahaan ataupun perorangan yang bukan wajib pajak Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus adalah sebesar Rp417.000.000.

Asep mengungkapkan seluruh penerimaan gratifikasi berupa sponsorship pelaksanaan fashion show FH POUR HOMME by FEBY HANIV adalah sebesar Rp804.000.000, di mana perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan tidak mendapatkan keuntungan atas pemberian uang sponsorship untuk kegiatan fashion show (tidak mendapat eksposur ataupun keuntungan lainnya).

“Bahwa pada periode tahun 2014-2022, Muhamad Haniv diduga beberapa kali menerima sejumlah uang dalam bentuk valas dolar Amerika dari beberapa pihak terkait melalui Budi Satria Atmadi,” terang Asep.

Budi Satria Atmadi selanjutnya melakukan penempatan deposito pada BPR menggunakan nama pihak lain dengan jumlah yang sudah diketahui sebesar Rp10.347.010.000 dan pada akhirnya melakukan pencairan seluruh deposito ke rekening Haniv sejumlah Rp14.088.834.634.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun 2013-2018, Haniv melakukan transaksi keuangan pada rekening-rekening miliknya melalui Perusahaan Valuta Asing dan pihak-pihak yang bekerja pada Perusahaan Valuta Asing keseluruhan sejumlah Rp6.665.006.000.

“Bahwa Muhammad Haniv telah diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi untuk fashion show Rp804.000.000, penerimaan lain dalam bentuk valas Rp6.665.006.000, dan penempatan pada deposito BPR Rp14.088.834.634 sehingga total penerimaan sekurang-kurangnya Rp21.560.840.634,” tutur Asep. (mhs/vsf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Giovanna Milana Tiba-tiba Berkunjung ke Indonesia, Reuni Bareng Megawati Hangestri?

Giovanna Milana Tiba-tiba Berkunjung ke Indonesia, Reuni Bareng Megawati Hangestri?

Giovanna Milana saat ini diketahui tengah berkunjung ke Indonesia. Apakah pevoli asal Amerika Serikat itu akan reuni dengan sahabatnya yakni Megawati Hangestri.
Sebelum Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut Hanny Kristianto, Ternyata Begini Kisah Hijrahnya ke Islam

Sebelum Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut Hanny Kristianto, Ternyata Begini Kisah Hijrahnya ke Islam

​​​​​​​Sebelum sertifikat mualaf Richard Lee dicabut, terungkap kisah hijrahnya ke Islam dan perjalanan spiritual yang mengubah cara pandangnya soal hidup.
Dedi Mulyadi Tenangkan Pedagang yang Kiosnya Dibakar saat May Day Ricuh di Bandung: Utang dan Modal Kios Lunas, Bapak Enggak Punya Beban

Dedi Mulyadi Tenangkan Pedagang yang Kiosnya Dibakar saat May Day Ricuh di Bandung: Utang dan Modal Kios Lunas, Bapak Enggak Punya Beban

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menenangkan sekaligus membantu pedagang yang kiosnya dibakar saat kericuhan May Day di Kota Bandung pada Jumat (1/5/2026). 
Dedi Mulyadi: Ekonomi Syariah Itu Tukang Dagang Jujur, Sopir Jujur dan Negara Jujur Kelola Uang Rakyat

Dedi Mulyadi: Ekonomi Syariah Itu Tukang Dagang Jujur, Sopir Jujur dan Negara Jujur Kelola Uang Rakyat

Kang Dedi Mulyadi atau KDM memandang ekonomi syariah bukanlah sekadar label, melainkan sistem yang berbasis kejujuran, kebenaran dan keadilan.
Pedagang Menangis di Hadapan Dedi Mulyadi Usai Kiosnya Dibakar Perusuh May Day, KDM Langsung Kasih Pekerjaan Ini

Pedagang Menangis di Hadapan Dedi Mulyadi Usai Kiosnya Dibakar Perusuh May Day, KDM Langsung Kasih Pekerjaan Ini

Seorang pemilik kios rokok, bensin eceran dan gas LPG 3 kilogram di Kota Bandung bernama Nandang menangis di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah..
Demo Hari Ini Ratusan Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Kepung Jakarta Pusat, Hindari 3 Titik Ini

Demo Hari Ini Ratusan Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Kepung Jakarta Pusat, Hindari 3 Titik Ini

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat, hari ini Senin (4/5/2026).

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
Terpopuler Trend: Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana, hingga Aksi Tegas Dedi Mulyadi Temui Truk 42 Ton

Terpopuler Trend: Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana, hingga Aksi Tegas Dedi Mulyadi Temui Truk 42 Ton

mantan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan ungkap rencananya setelah jadi Sarjana. Aksi tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi setelah menemui truk 42 ton
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT