News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Hanya Indonesia, Beberapa Negara ASEAN Ini Juga Kena Tarif Trump!

Trump mengenakan tarif impor baru, Indonesia serta negara ASEAN kena dampaknya. Kebijakan ini berisiko mengganggu ekspor dan stabilitas ekonomi regional.
Jumat, 4 April 2025 - 08:29 WIB
Sebut Kripto Seperti Industri Baja 100 Tahun Lalu, Donald Trump Ingin Amerika Serikat Jadi Ibu Kota Kripto Dunia
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial dengan menerapkan tarif impor baru bagi sejumlah negara. 

Tak hanya China, beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, turut menjadi sasaran kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari The New York Times pada Kamis (3/4/2025), lebih dari 100 negara terkena dampak dari kebijakan tarif ini.

Beberapa negara menghadapi tarif yang cukup tinggi, seperti China sebesar 34%, Vietnam 46%, hingga Kamboja 49%. Indonesia sendiri dikenai tarif impor sebesar 32%, lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Singapura.

Mengapa Negara ASEAN Terdampak?

Pengenaan tarif ini berkaitan erat dengan surplus perdagangan yang dinikmati negara-negara ASEAN terhadap AS. Semakin besar surplus perdagangan suatu negara, semakin tinggi tarif yang dikenakan oleh AS demi menekan defisit perdagangan mereka.

Dengan demikian, Trump mengambil langkah resiprokal dengan menyesuaikan tarif sekitar setengah dari yang dikenakan negara-negara tersebut terhadap produk asal AS. Sebagai contoh, Kamboja yang mengenakan tarif 97% terhadap barang dari AS kini harus menerima tarif balasan sebesar 49%.

Daftar Negara ASEAN Korban Tarif Impor Trump

Berikut ini adalah negara-negara ASEAN yang terdampak tarif impor baru beserta besarannya:

  • Kamboja: 49% (Kenakan tarif ke AS 97%)

  • Laos: 48% (Kenakan tarif ke AS 95%)

  • Vietnam: 46% (Kenakan tarif ke AS 90%)

  • Myanmar: 44% (Kenakan tarif ke AS 88%)

  • Thailand: 36% (Kenakan tarif ke AS 72%)

  • Indonesia: 32% (Kenakan tarif ke AS 64%)

  • Malaysia: 24% (Kenakan tarif ke AS 47%)

  • Brunei: 24% (Kenakan tarif ke AS 47%)

  • Filipina: 17% (Kenakan tarif ke AS 34%)

  • Singapura: 10% (Kenakan ke AS 10%)

  • Timor-Leste: 10% (Kenakan tarif ke AS 10%)

Dampak dan Reaksi Negara ASEAN

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan ini tentu membawa dampak besar bagi negara-negara ASEAN yang mengandalkan ekspor ke pasar AS. Dengan tarif tinggi, harga barang asal ASEAN di AS akan melonjak, berpotensi menurunkan daya saing produk mereka.

Indonesia, misalnya, dengan tarif 32%, bisa mengalami penurunan ekspor di sektor utama seperti tekstil, elektronik, dan produk makanan olahan. Sementara Vietnam dan Kamboja yang dikenal sebagai pusat manufaktur produk global, juga berisiko mengalami gangguan dalam rantai pasokan mereka.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Begini 2 Sayembara Terbaru ala Dedi Mulyadi Berhadiah Uang untuk Warga Jabar, Simak Persyaratannya

Begini 2 Sayembara Terbaru ala Dedi Mulyadi Berhadiah Uang untuk Warga Jabar, Simak Persyaratannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan informasi yang mengajak warga Jabar dan masyarakat umum peduli lingkungan, dengan mengadakan sayembara
Puluhan Kabupaten-Kota Tak Punya Ruang Fiskal Bayar Gaji PPPK, Kemendagri:  Digodok Diselesaikan Lewat DAU

Puluhan Kabupaten-Kota Tak Punya Ruang Fiskal Bayar Gaji PPPK, Kemendagri: Digodok Diselesaikan Lewat DAU

Untuk membantu pemerintah daerah yang kesulitan fiskal dalam membayar gaji  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menggodok usulan penggunaan dari Dana Alokasi Umum (DAU)
BMKG Prediksi Sebagian Besar Jakarta Cerah Pada Rabu Pagi

BMKG Prediksi Sebagian Besar Jakarta Cerah Pada Rabu Pagi

BMKG prakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta cerah pada Rabu pagi, sebelum kondisi beralih menjadi cerah berawan hingga malam dan berawan pada larut malam
Hanya Penyajian Akuntansi Masa Transisi, OJK Bantah Alami Defisit Anggaran dalam Laporan Keuangan 2025

Hanya Penyajian Akuntansi Masa Transisi, OJK Bantah Alami Defisit Anggaran dalam Laporan Keuangan 2025

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko membantah adanya isu defisit anggaran dalam laporan keuangan 2025.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 

Trending

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Kawasan Tanah Merah, Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok digegerkan dengan adanya penemuan karung misterius berisi jasad pria. 
Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Penyanyi dangdut Wika Salim kembali menjadi perhatian publik setelah membagikan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.
KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari.
Misteri Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Sebagian Tubuh Hilang, Sempat Mau Dibakar

Misteri Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Sebagian Tubuh Hilang, Sempat Mau Dibakar

Warga di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, digegerkan oleh penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas pada Selasa (4/8) sore. 
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT