News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonom Sebut Keluhan AS Soal QRIS Tak Ada Dasar, Minta Pemerintah Tak Terprovokasi

"Kita tidak perlu terlalu terprovokasi oleh permintaan AS (soal QRIS). Namanya juga negosiasi, mereka pasti memulai dengan call yang tinggi," katanya.
Selasa, 22 April 2025 - 18:15 WIB
1ilustrasi Konsumen membayar menggunakan QRIS
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai keluhan Amerika Serikat (AS) terhadap Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tidak memiliki dasar kuat.

Menurutnya QRIS sedari dirancang, diciptakan sebagai instrumen untuk memperluas inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Target utama QRIS adalah untuk mendorong inklusi keuangan, termasuk untuk UMKM. Jika (perusahaan) asing akan bergabung dengan QRIS, masih terbuka lebar, tinggal melakukan aplikasi ke BI (Bank Indonesia),” kata Wijayanto, dikutip dari antara, Selasa (22/4/2025).

Diketahui, AS melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyampaikan keluhan terhadap QRIS. Mereka menilai pihak asing, termasuk penyedia jasa pembayaran dan bank asal AS, tidak dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan tersebut.

Keluhan itu tertuang dalam dokumen National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025 yang dirilis USTR pada 31 Maret 2025.

Di dalamnya disebutkan bahwa para pemangku kepentingan (stakeholders) internasional tidak diberi ruang untuk menyampaikan pandangan atau menjelaskan cara sistem pembayaran mereka dapat diintegrasikan dengan kebijakan QRIS yang berlaku di Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan AS, termasuk penyedia jasa pembayaran dan bank, menyampaikan kekhawatiran bahwa selama proses perumusan kebijakan QRIS oleh BI, para pemangku kepentingan internasional tidak diberi informasi mengenai sifat perubahan yang mungkin terjadi, maupun kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka terkait sistem tersebut, termasuk bagaimana sistem itu seharusnya dirancang agar dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem pembayaran yang sudah ada," tulis dokumen tersebut.

Menanggapi hal itu, Wijayanto memandang salah satu alasan QRIS kurang diminati perusahaan sistem pembayaran global seperti Visa dan Mastercard adalah karena skema biaya transaksinya yang jauh lebih rendah.

“Misalnya untuk UMKM, transaksi di bawah Rp500 ribu fee-nya nol, bandingkan dengan VISA atau Mastercard yang bisa mencapai 1,8 persen sampai dua persen,” jelasnya.

Selain itu, terkait dengan keluhan serupa terhadap sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Wijayanto menegaskan bahwa regulasi yang ada justru mendorong kompetisi yang sehat.

Dirinya memandang GPN tidak membatasi, justru membuka ruang bagi semua pemain termasuk perusahaan asal AS.

Meski demikian, GPN dan QRIS memang menawarkan biaya jasa yang jauh lebih rendah dibanding pemain asing.

"Bagi kita, GPN adalah sesuatu yang logis. Transaksi di Indonesia, dua pihak dari Indonesia, menggunakan rupiah, berlokasi di Indonesia. Sesungguhnya tidak ada alasan mengapa proses dan service-nya harus di luar negeri, selain mahal juga tidak efisien,” tuturnya.

Maka dari itu, Wijayanto mengingatkan agar pemerintah Indonesia tetap bersikap tegas dalam menjaga kepentingan nasional yang bersifat mutlak dan tidak dapat dikompromikan.

"Kita tidak perlu terlalu terprovokasi oleh permintaan AS. Namanya juga negosiasi, mereka pasti memulai dengan call yang tinggi, apalagi merasa di atas angin," katanya.

Ia menyarankan agar tim negosiasi Indonesia tidak terburu-buru mengambil keputusan, terutama dalam menghadapi tekanan dari AS soal tarif dan kerja sama dagang.

Adapun Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menanggapi kritik dari AS tersebut. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyebut, kerja sama dengan negara lain, termasuk dalam sistem pembayaran cepat lintas batas seperti QRIS, sepenuhnya tergantung pada kesiapan masing-masing negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kami tidak membeda-bedakan. Kalau Amerika siap, kita siap, kenapa tidak?” ujar Destry dalam acara Edukasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia di Jakarta, Senin lalu (21/4/2025).

(ant/vsf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AVC Men's Continental 2026 akan Resmi Dimulai Pada Akhir Pekan Ini, Bagaimana dengan Nasib Timnas Voli Indonesia?

AVC Men's Continental 2026 akan Resmi Dimulai Pada Akhir Pekan Ini, Bagaimana dengan Nasib Timnas Voli Indonesia?

AVC Men's Continental 2026 akan dimulia pada akhir pekan ini dimana 12 negara akan memperebutkan satu tiket menuju ajang Olimpiade LA 2028 dan FIVB World Cup.
Tinjau Damkar Surakarta, Bima Arya Sorot Risiko Penyelamatan dan Apresiasi Kepedulian Lingkungan

Tinjau Damkar Surakarta, Bima Arya Sorot Risiko Penyelamatan dan Apresiasi Kepedulian Lingkungan

Wamendagri Bima Arya melihat secara langsung proses kualifikasi Pemadam I yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Damkar Kota Surakarta.
H-3 Konser 40 Tahun Kahitna, Mario Ginanjar Ungkap Setlist Lagu Masih Bisa Berubah

H-3 Konser 40 Tahun Kahitna, Mario Ginanjar Ungkap Setlist Lagu Masih Bisa Berubah

H-3 konser 40 tahun Kahitna, Mario Ginanjar mengungkap setlist 30-40 lagu masih belum final karena durasi dan susunan lagu terus disesuaikan.
Pemerintah Rancang Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran, Menpar Dengar Keluhan Ibu-Ibu Penenun hingga Tokoh Desa

Pemerintah Rancang Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran, Menpar Dengar Keluhan Ibu-Ibu Penenun hingga Tokoh Desa

Guna membangkitkan kembali perekonomian warga Desa Adat Sade pascakebakaran, pemerintah menyerahkan bantuan alat tenun hingga menyiapkan realokasi tempat usaha sementara.
Sakit Hati Sampai Ubun-ubun, Mees Hilgers Akui Tak Ingin Perpisahan Menyakitkan Bersama FC Twente

Sakit Hati Sampai Ubun-ubun, Mees Hilgers Akui Tak Ingin Perpisahan Menyakitkan Bersama FC Twente

Mees Hilgers meninggalkan klub yang membesarkan namanya setelah kontraknya sempat diperpanjang FC Twente secara otomatis hingga pertengahan 2027.
Daftar Terbaru Pemain Timnas Indonesia di 5 Top Liga Eropa, Emil Audero Bikin Sejarah

Daftar Terbaru Pemain Timnas Indonesia di 5 Top Liga Eropa, Emil Audero Bikin Sejarah

Empat pemain Timnas Indonesia kini bermain di empat dari lima liga top Eropa. Emil Audero, Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk jadi wakil Garuda.

Trending

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Kim Da-in dan Megawati Hangestri jadi favorit volimania ketika akun YouTube klub upload video konten dance yang dilakukan pemain Hillstate setelah latihan.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Benarkah gaji Jordan Wilson jauh melampaui Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate meskipun ini merupakan kompetisi profesional pertama sepanjang kariernya?
Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Megawati Hangestri memang belum menjalani debut resmi bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Namun, pevoli berjuluk Megatron itu sudah memiliki rencana untuk mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dokter Muhammad Iqbal yang viral setelah diduga mengirim DM tak pantas kepada Leona Kanza? Simak profil, tempat praktik, dan kronologi kasusnya di sini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT