Kopema Tuding MRT Main Politik Kotor, Izinkan Pedagang Blok M Hengkang Serentak: Ini Politisasi MRT Singkirkan Koperasi di Blok M
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Akibatnya, listrik kios dipadamkan, freezer penuh bahan makanan terancam rusak, dan pedagang tetap diminta membayar kembali agar usaha bisa berjalan. Usai dibayar, Kopema pun kembali menagihkan biaya sewa bulan Juli dan Agustus, yang di mana tarifnya dinilai tidak masuk akal.
Kebingungan itu membuat sekitar 20 pedagang memilih angkat kaki secara serentak dari Blok M District. Mereka menilai beban ganda ini merugikan dan tak sanggup lagi diteruskan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun tangan merespons keluhan pedagang UMKM yang meninggalkan kios di Blok M District, Jakarta Selatan, akibat tarif sewa yang dinilai mencekik.
Pram mengungkapkan, pengelolaan kios di kawasan tersebut melibatkan kerja sama antara MRT Jakarta dengan salah satu koperasi. Namun, tarif sewa yang dipungut ternyata melebihi batas aturan yang telah ditentukan.
“Memang ada kerja sama antara MRT dengan salah satu koperasi yang ada di sana. Dalam kerja sama itu sebenarnya batas atas untuk tarif sudah dikenakan, ada batas bawah dan ternyata tarif yang dipungut lebih dari itu,” kata Pram kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Atas kondisi itu, Pramono menegur langsung Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat. Ia menegaskan kerja sama yang merugikan pedagang kecil lebih baik dihentikan.
“Sehingga dengan demikian saya sudah menegur dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” tegasnya. (agr/rpi)
Load more