GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Purbaya Beberkan Sejumlah K/L 'Menyerah' Kembalikan Anggaran, Totalnya Rp3,5 Triliun: Nggak Mampu Membelanjakan

Menkeu Purbaya membeberkan total anggaran yang dikembalikan K/L sampai saat mencapai sekitar Rp3,5 triliun karena tidak mampu menyerap atau membelanjakan alokasi dana hingga akhir tahun.
Jumat, 14 November 2025 - 20:14 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan ada sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) yang 'menyerah' dan mengembalikan sebagian anggarannya kepada Kementerian Keuangan.

Menkeu menyebut, total dana yang dikembalikan sampai saat mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Hal itu terjadi karena beberapa instansi menilai tidak mampu menyerap alokasi anggaran hingga akhir tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya menegaskan pemerintah membuka opsi untuk mengalihkan anggaran yang tidak terserap tersebut ke program prioritas atau digunakan dalam pembayaran kewajiban negara.

“Rata-rata (realisasi belanja K/L) masih sesuai rencana, tapi ada juga beberapa yang menyerah dan mengembalikan uang ke kami. Ada Rp3,5 triliun yang dikembalikan sampai sekarang karena mereka nggak mampu membelanjakan,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Meski demikian, Purbaya enggan mengungkap identitas kementerian atau lembaga yang mengembalikan anggaran tersebut.

Ia hanya menyatakan bahwa langkah itu dilakukan karena instansi terkait menyadari tidak akan mampu menyelesaikan belanja sesuai target waktu.

Kemenkeu sebelumnya juga memberikan ruang bagi K/L untuk mengalihkan anggaran yang berpotensi tidak terserap hingga akhir tahun. Pengalihan ini diharapkan dapat memperkuat pembiayaan program unggulan pemerintah maupun pembiayaan utang negara.

Berdasarkan laporan Kemenkeu per September 2025, realisasi belanja K/L mencapai 62,8 persen dari total alokasi. Namun, masih ada sejumlah instansi dengan pagu besar tetapi realisasinya rendah.

Badan Gizi Nasional, misalnya, baru membelanjakan Rp19,7 triliun atau sekitar 16,9 persen dari proyeksi Rp116,6 triliun per 30 September 2025.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat realisasi sebesar Rp41,3 triliun atau 48,2 persen dari target Rp85,7 triliun.

Sementara itu, Kementerian Pertanian telah membelanjakan Rp9 triliun atau sekitar 32,8 persen dari pagu Rp27,3 triliun.

Di sisi lain, terdapat 12 kementerian/lembaga dengan pagu anggaran besar yang telah mencatatkan realisasi di atas 50 persen.

Secara keseluruhan, realisasi belanja 15 K/L besar mencapai Rp692 triliun atau 63,1 persen dari total pagu Rp1.097,3 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenkeu pun kembali mengingatkan K/L untuk mengoptimalkan pelaksanaan belanja guna menjaga efektivitas APBN.

Upaya percepatan proyek, pengadaan barang dan jasa, serta penguatan monitoring penggunaan dana menjadi bagian dari langkah yang terus ditekankan. Pemerintah juga meminta instansi terkait mengidentifikasi berbagai kendala agar dapat segera diatasi. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT