News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenag Salurkan Rp198 Miliar untuk Guru Non-ASN, Siapkan BSU Rp270 Miliar bagi Guru Non-Sertifikasi

Kemenag salurkan Rp198 miliar untuk guru non-ASN dan siapkan BSU Rp270 miliar bagi guru non-sertifikasi guna perkuat kesejahteraan pendidik.
Minggu, 14 Desember 2025 - 10:10 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) mencatatkan capaian gemilang dalam program penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 dengan realisasi penyaluran mencapai 98 persen.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) dan non-sertifikasi. Pada 2025, Kemenag melaporkan telah menyalurkan tambahan pembayaran sebesar Rp198 miliar bagi guru non-ASN, sekaligus menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp270 miliar untuk guru non-sertifikasi.

Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan agama di Indonesia. Selain meringankan beban ekonomi guru, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memberikan kepastian status dan meningkatkan profesionalisme pendidik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa dukungan anggaran tersebut bukan sekadar bantuan sesaat. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan para guru memiliki fondasi kesejahteraan yang lebih baik agar dapat fokus menjalankan tugas mendidik.

“Ini bukan hanya bantuan, tetapi investasi untuk masa depan pendidikan agama,” ujar Amien saat puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 6 Desember 2025.

Tambahan Pembayaran dan BSU untuk Guru

Amien menjelaskan, tambahan pembayaran Rp198 miliar diberikan kepada guru non-ASN sebagai bentuk pemenuhan hak dan penguatan kesejahteraan. Sementara BSU Rp270 miliar disiapkan khusus bagi guru non-sertifikasi yang selama ini belum menerima tunjangan profesi.

Secara garis besar, dukungan Kemenag kepada guru pada 2025 meliputi:

  • Tambahan pembayaran Rp198 miliar bagi guru non-ASN

  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp270 miliar untuk guru non-sertifikasi

  • Peningkatan formasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) hingga 700 persen

  • Alokasi Rp10 miliar untuk Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI

Kemenag menilai, skema bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tahan ekonomi guru sekaligus memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Formasi PPG Naik 700 Persen

Selain bantuan finansial, Kemenag juga mencatat lonjakan signifikan dalam penyediaan formasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada 2025, jumlah formasi PPG meningkat hingga 700 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan ini membuka peluang yang jauh lebih besar bagi para guru untuk memperoleh sertifikasi dan pengakuan profesional. Dengan status profesional, guru diharapkan memiliki kepastian karier sekaligus akses kesejahteraan yang lebih baik.

“PPG adalah kunci untuk memastikan guru memiliki kompetensi dan pengakuan yang memadai. Ini bagian dari reformasi pendidikan yang kami dorong,” kata Amien.

Penguatan Komunitas Guru Lewat KKG dan MGMP

Tak hanya fokus pada individu guru, Kemenag juga mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk memperkuat Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dana tersebut digunakan untuk:

  • Meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru

  • Memperkuat kolaborasi antarpendidik

  • Mengembangkan metode dan kualitas pembelajaran PAI

Kemenag menilai penguatan komunitas profesi guru menjadi penting agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada individu semata.

Mekanisme Pencairan BSU Kemenag

Sementara itu, Kemenag juga menjelaskan mekanisme pencairan BSU bagi guru madrasah non-PNS. Proses pencairan dilakukan melalui sistem Simpatika dan bank penyalur yang telah ditunjuk.

Berikut tahapan pencairan BSU Kemenag:

  1. Menerima notifikasi di akun Simpatika
    Guru akan mendapatkan pemberitahuan sebagai penerima BSU melalui akun Simpatika masing-masing.

  2. Mencetak Surat Keterangan Penerima BSU
    Surat ini tersedia di Simpatika dan menjadi dokumen utama pencairan.

  3. Mencetak dan menandatangani SPTJM
    Surat Pernyataan dan Tanggung Jawab Mutlak dicetak dari Simpatika dan ditandatangani di atas materai.

  4. Mencetak surat kuasa rekening
    Surat kuasa blokir debet dan penutupan rekening dicetak dan ditandatangani tanpa materai.

  5. Datang ke bank penyalur
    Guru mendatangi BRI atau BRI Syariah dengan membawa KTP, NPWP (jika ada), serta seluruh dokumen yang telah disiapkan.

  6. Pembukaan rekening baru (jika diperlukan)
    Bagi guru yang belum memiliki rekening, bank akan memfasilitasi pembukaan rekening hingga penerbitan buku tabungan dan kartu ATM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenag menegaskan seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan bertahap. Guru diimbau untuk rutin memantau akun Simpatika agar tidak tertinggal informasi penting.

Melalui tambahan anggaran, perluasan PPG, serta penguatan komunitas guru, Kemenag optimistis kesejahteraan pendidik akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada mutu pendidikan agama di Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah merampungkan perbaikan 26 dari 34 ruas jalan yang menjadi target penanganan sepanjang 2026. Artinya, sekitar 76 persen
PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa skuadnya tidak gentar menghadapi Persija Jakarta dalam pertandingan pembuka League Cup 2026/2027.
Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Tembus Pasar Internasional, UMKM Pertamina Unjuk Gigi di Kancah Global

Lima UMKM binaan PT Pertamina (Persero) berhasil memanfaatkan forum internasional 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Bali, 16–28 Oktober lalu, untuk memperluas jangkauan pasar. 
Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Miris! 7 Fakta Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama, Tersangka Sempat Tutupi Lokasi Jasad

Kasus pembunuhan bayi perempuan berusia 20 bulan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Berikut 7 fakta soal kasus tersebut.
Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Kasus tragis menimpa balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua tersangka, yakni pria AR dan wanita J, yang merupakan ibu kandung korban.
Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Timnas Indonesia berpotensi memiliki opsi baru di lini depan. Nama Siegert Baartmans layak dilirik berkat produktivitasnya bersama FC Eindhoven di Liga Belanda.

Trending

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT