Hilirisasi Bauksit Masuk Fase Krusial 2026, Industri Nasional Perlu Didorong Lebih Terintegrasi
- MIND ID
Pandangan senada disampaikan Guru Besar Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandi Arif. Ia menilai kebutuhan aluminium bersifat lintas sektor dan terus meningkat seiring dinamika ekonomi global.
“Di negara berpendapatan tinggi, aluminium banyak digunakan untuk sektor transportasi. Sementara di negara berpendapatan rendah dan menengah, penggunaannya lebih dominan untuk sistem transmisi listrik, barang manufaktur, dan konstruksi,” ujar Irwandi dalam bukunya Bauksit Indonesia.
Kajian International Aluminium Institute juga menyebut kapasitas pemurnian alumina sebagai indikator penting dalam meningkatkan daya saing industri suatu negara.
Dengan beroperasinya fasilitas pengolahan bauksit terintegrasi di Mempawah, Indonesia kini memiliki posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan aluminium, baik untuk pasar domestik maupun global.
Ke depan, penguatan proyek hilirisasi bauksit diharapkan mampu mengoptimalkan cadangan nasional, memperkokoh struktur industri dalam negeri, serta menjadikan aluminium sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi dan industrialisasi masa depan Indonesia. (rpi)
Load more