Ekonomi Domestik Mulai Bergeliat Pada Tahun 2026, Reksa Dana Dinilai Masih Miliki Ketertarikan Bagi Investor
- Istimewa
“Tingginya likuiditas domestik serta pergeseran alokasi dari SRBI ke SBN menunjukkan bahwa obligasi pemerintah masih menjadi instrumen utama bagi investor dalam menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas global,” kata Camar.
Sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang semakin solid, Camar menilai pada tahun 2026 dapat membawa optimisme bagi investor untuk mulai berfokus pada peluang pertumbuhan di pasar saham termasuk reksa dana berbasis saham.
Dalam konteks tersebut, Reksa Dana Insight SRI-Kehati Likuid (I-SRI Likuid) dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor berprofil risiko agresif mengingat portofolionya terdiri dari saham-saham berlikuiditas tinggi dan berdividen menarik, sejalan dengan karakteristik Indeks SRI Kehati sebagai indeks acuannya.
Sementara itu, bagi investor yang memiliki tingkat toleransi risiko lebih tinggi dan mengedepankan keyakinan (conviction-based investing), Insight Wealth dapat menjadi pilihan, dengan portofolio saham yang diseleksi secara aktif oleh manajer investasi.
“Dua reksa dana saham ini memiliki jejak kinerja yang kompetitif terhadap benchmark sehingga diharapkan mampu memanfaatkan peluang pemulihan pasar saham secara lebih terukur,” jelas Camar.
Kendati demikian, kata Camar, pentingnya menekankan penerapan strategi investasi yang terdiversifikasi dan disiplin sembari menunggu momentum entry level yang lebih optimal serta untuk menjaga volatilitas portofolio.
Ia pun menyebut jika reksa dana pasar uang tetap relevan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas.
“Untuk reksa dana pasar uang, I-Money menjadi solusi investasi yang relatif aman dan optimal dengan likuiditas terjaga. Begitupun dengan I-Mosy, reksa dana syariah bagi investor dengan time-horizon pendek. Kedua reksa dana ini memiliki track record kinerja cemerlang yang mengungguli benchmark,” katanya.(raa)
Load more