News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonomi Domestik Mulai Bergeliat Pada Tahun 2026, Reksa Dana Dinilai Masih Miliki Ketertarikan Bagi Investor

Ekonomi global diperkirakan akan bertumbuh secara stagnan sebesar 3,2 persen pada tahun 2026 seiring pemulihan ekonomi domestik yang mulai terlihat bergeliat.
Rabu, 14 Januari 2026 - 02:57 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ekonomi global diperkirakan akan bertumbuh secara stagnan sebesar 3,2 persen pada tahun 2026 seiring pemulihan ekonomi domestik yang mulai terlihat bergeliat.

Fakto utama prediksi pertumbuhan ekonomi global stagnan diangka 3,2 persen diantarannya ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis iklim serta dampak lanjuta dari pandemic Covid-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat (AS) hingga bagian Eropa memiliki ketahanan yang relative baik meski proyeksi pertumbuhan khususnya ekonomi AS melambat menjadi 1,7 persen dari sebelumnya pada 2025 sebesar 2 persen.

Meski adanya kondisi tersebut, PT Insight Investments Management (PT IIM) memandang jika tahun ini penuh dengan tantangan sekligus peluang.

“Kebijakan tarif Amerika Serikat yang bersifat proteksionis justru meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi berpengaruh negatif terhadap Amerika Serikat sendiri. Dampaknya terhadap aktivitas bisnis dan investasi baru akan semakin terasa ke depan,”  kata Direktur PT IIM, Camar Remoa kepada awak media, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Camar menuturkan peluang tersebut terlihat dari sisi negara berkembang yang dikategorikan sebagai motor pertumbuhan global termasuk Indonesia yang diprediksi pihaknya bakal mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5.2 persen melalui factor membaiknya permintaan domestic dan stabilitas makro ekonomi.

Hal ini terlihat dari data Consumer Confidence Index (CCI) yang terus menguat bertanda pulihnya kepercayaan masyarakat serta tren suku bunga yang lebih rendah dengan harapan terstimulasi untuk meningkatkan belanja. 

Tak hanya itu, kata Camar, inflasi juga terkendali di bawah 3 persen sesuai dengan target Bank Indonesia yang menandakan efektivitas kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga.

“Pemulihan ekonomi domestik mulai terlihat lebih merata. Kepercayaan konsumen yang membaik, inflasi yang terkendali, serta dukungan kebijakan moneter dan fiskal menjadi kombinasi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” katanya.

Sementara, Camar memaparkan dari sisi pasar obligasi hingga akhir September 2025 pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp710,55 triliun, atau sekitar 79 persen dari target lelang tahun 2025 dengan sisa penerbitan sekitar Rp180 triliun pada kuartal IV hingga terbilang masih sangat manageable.

Menurutnya kepemilikan SBN terus didominasi oleh investor domestic dengan mencerminkan keyakinan pasar terhadap stabilitas dan kredibilitas obligasi pemerintah Indonesia.

“Tingginya likuiditas domestik serta pergeseran alokasi dari SRBI ke SBN menunjukkan bahwa obligasi pemerintah masih menjadi instrumen utama bagi investor dalam menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas global,” kata Camar.

Sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang semakin solid, Camar menilai pada tahun 2026 dapat membawa optimisme bagi investor untuk mulai berfokus pada peluang pertumbuhan di pasar saham termasuk reksa dana berbasis saham.

Dalam konteks tersebut, Reksa Dana Insight SRI-Kehati Likuid (I-SRI Likuid) dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor berprofil risiko agresif mengingat portofolionya terdiri dari saham-saham berlikuiditas tinggi dan berdividen menarik, sejalan dengan karakteristik Indeks SRI Kehati sebagai indeks acuannya.

Sementara itu, bagi investor yang memiliki tingkat toleransi risiko lebih tinggi dan mengedepankan keyakinan (conviction-based investing), Insight Wealth dapat menjadi pilihan, dengan portofolio saham yang diseleksi secara aktif oleh manajer investasi.

“Dua reksa dana saham ini memiliki jejak kinerja yang kompetitif terhadap benchmark sehingga diharapkan mampu memanfaatkan peluang pemulihan pasar saham secara lebih terukur,” jelas Camar.

Kendati demikian, kata Camar, pentingnya menekankan penerapan strategi investasi yang terdiversifikasi dan disiplin sembari menunggu momentum entry level yang lebih optimal serta untuk menjaga volatilitas portofolio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menyebut jika reksa dana pasar uang tetap relevan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas.

“Untuk reksa dana pasar uang, I-Money menjadi solusi investasi yang relatif aman dan optimal dengan likuiditas terjaga. Begitupun dengan I-Mosy, reksa dana syariah bagi investor dengan time-horizon pendek. Kedua reksa dana ini memiliki track record kinerja cemerlang yang mengungguli benchmark,” katanya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Kapolda Jateng, Irjen Hardi Siahaan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma dilaporkan ke Divpropam Polri buntut penggeledahan di Pesantren Hamalatul Quran.
Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Dalam perhelatan bertema “USBR Mengabdi” ini, kampus menegaskan urgensi penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai modal utama lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang kian kompetitif.
Wapres Gibran 'Sentil' Masalah di Kalumpang Sulbar: Janjikan Perubahan untuk Wilayah 3T

Wapres Gibran 'Sentil' Masalah di Kalumpang Sulbar: Janjikan Perubahan untuk Wilayah 3T

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berkomitmen penuh untuk membenahi berbagai persoalan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di kawasan Kalumpang, Mamuju, Sulawesi Barat.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Pameran Motor IMOS 2026 Siap Digelar 10 Hari di ICE BSD, Catat Jadwal hingga Daftar Brandnya

Pameran Motor IMOS 2026 Siap Digelar 10 Hari di ICE BSD, Catat Jadwal hingga Daftar Brandnya

Pameran sepeda motor Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 dipastikan hadir dengan skala lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
UNSP Bukukan Penjualan Rp 2,2 Triliun, Lonjakan Ekuitas Rp 8 Triliun, dan Targetkan Rp 3 Triliun pada 2026

UNSP Bukukan Penjualan Rp 2,2 Triliun, Lonjakan Ekuitas Rp 8 Triliun, dan Targetkan Rp 3 Triliun pada 2026

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatatkan lonjakan ekuitas menjadi Rp 2,77 triliun dan pertumbuhan penjualan 19% hingga kuartal III 2026. Perseroan.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT