Pendaftaran Mitra SPPG Membeludak Tembus 35 Ribu, BGN Klaim Jauh Lampaui Target
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap jumlah mitra yang mendaftar sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membludak jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi ini membuat BGN melakukan verifikasi ketat dan penataan ulang agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dadan menyebutkan, target awal pembentukan SPPG hanya sebanyak 28.000 unit. Namun, jumlah mitra yang masuk ke dalam portal jauh melebihi angka tersebut.
“Kami perlu sampaikan bahwa SPPG yang sudah operasional mencakup 21.102 SPPG dan ada potensi penambahan data terverifikasi dalam sistem kami yang masih tercatat 14.145. Sehingga total seluruh mitra yang terdaftar di dalam portal mitra itu ada 35.247, padahal target pembentukan SPPG kita hanya 28.000 SPPG untuk aglomerasi,” ungkap Dadan dalam Rapat Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Dengan melonjaknya pendaftar itu, BGN tidak serta-merta menerima seluruhnya.
Dadan menyebut, pihaknya melakukan proses verifikasi lapangan untuk memastikan mitra benar-benar aktif dan layak.
“Langkah BGN dalam menyikapi jumlah yang sedang terverifikasi 14.145 ini di antaranya adalah kita melakukan pengecekan detail ulang di lapangan apakah SPPG yang atau calon mitra yang terdaftar itu betul melakukan kegiatan atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, BGN juga membersihkan data mitra yang dinilai bermasalah.
“Kemudian yang kedua kita melakukan roll back data usulan yang tidak valid dan atau tidak aktif lebih dari 60 hari,” kata Dadan.
Di tengah lonjakan jumlah SPPG, BGN juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia melalui rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) di setiap unit layanan. Dadan menjelaskan, setiap SPPG memiliki tiga komponen pegawai BGN.
“Status kepegawaian BGN untuk 3 komponen pegawai BGN di setiap SPPG. Jadi kami sudah melakukan rekrutmen dan tes untuk PPPK tahap 1 sebanyak 2.080 yang sudah menjadi ASN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2025,” ujarnya.
Rekrutmen berlanjut pada tahap kedua dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar.
“Tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000 di mana 31.250 itu khusus adalah kepala SPPG yang dididik melalui program Sarjana Penggerak dan dibuka untuk umum 750 yang diisi oleh akuntan sebanyak 375 dan tenaga gizi sebanyak 375,” kata Dadan.
Seluruh peserta tahap dua telah mengikuti seleksi berbasis komputer dan kini memasuki tahapan administratif.
“Mereka sudah melakukan pendaftaran dan tes dengan computer assisted test dan kemudian mereka sekarang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan nomor induk PPPK diperkirakan mereka akan jadi PPPK mulai pada 1 Februari 2026,” jelasnya.
BGN juga menyiapkan rekrutmen lanjutan dengan koordinasi bersama Kementerian PANRB.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan KemenpanRB untuk melakukan seleksi tahap 3 dan 4 juga akan dibuka secara umum dengan jumlah formasi masing-masing 32.460,” ujar Dadan. (rpi/rpi)
Load more