GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komisi IX DPR Semprot BGN: Baru 32 Persen SPPG yang Penuhi Standar Hygiene

Irma Chaniago menyoroti rendahnya standar kelayakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai berpotensi menjadi “bom waktu” MBG jika tidak dibenahi.
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:14 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kritik ini dilontarkan Irma usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyoroti rendahnya standar kelayakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai berpotensi menjadi “bom waktu” jika tidak segera dibenahi.

Irma mengungkapkan, hingga saat ini baru sekitar 6.150 SPPG yang mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) atau sekitar 32 persen dari total SPPG yang beroperasi.

“Yang pertama tentu evaluasi ya, evaluasi terkait dengan SPPG yang hari ini baru 6.150 SPPG yang memiliki sertifikat Laik Hygiene, artinya baru 32 persen. Nah, 60 persen itu belum punya Laik Hygiene. Nah ini nggak boleh, nggak boleh ya, harus seluruhnya 100 persen punya sertifikat Laik Hygiene,” kata Irma.

Ia menyebut Komisi IX DPR telah turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah SPPG dan menemukan banyak fasilitas yang tidak memenuhi standar dasar.

“Masih banyak SPPG yang tidak standar, ya, yang namanya sanitasinya, yang namanya ruangannya, yang mana tempat pencuciannya. Itu masih banyak yang belum sesuai standar dan ini kita khawatir akan menjadi bom waktu, akan terjadi lagi nanti keracunan-keracunan,” tegasnya.

Selain masalah kelayakan SPPG, Irma juga mempertanyakan peran mitra BGN seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, dan BKKBN.

Menurutnya, hingga kini baru BPOM yang mengajukan proposal dukungan anggaran, namun realisasinya dinilai tidak sebanding dengan hasil di lapangan.

“Sementara anggarannya kalau nggak salah, setahu saya sekitar Rp700 miliar. Menurut saya ini tidak reasonable dengan apa yang sudah dilakukan BPOM untuk mendukung BGN,” ujarnya.

Irma menilai rendahnya capaian sertifikasi Laik Hygiene menunjukkan belum maksimalnya kerja BPOM, meskipun anggaran besar telah dialokasikan.

“Karena sampai hari ini kan baru 32 persen yang Laik Hygiene itu. Artinya kan belum ada pekerjaan dong menurut saya nih. Tapi anggaran yang sudah dianggarkan sekitar Rp700 miliar,” katanya.

Ia menegaskan, Komisi IX meminta klarifikasi rinci terkait penggunaan anggaran tersebut agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Agar jangan terjadi nanti BPK atau BPKP ataupun KPK masuk. Ini perlu menjadi bagian dari kontrol sistem yang kami lakukan kepada BGN dan MBG,” ujarnya.

Irma juga mengkritik kualitas menu MBG yang dinilai belum sepenuhnya sesuai standar gizi, termasuk masih ditemukannya menu dengan kadar gula, garam, dan lemak tinggi, serta penggunaan susu impor yang tidak memenuhi ketentuan.

“Ternyata susu itu tidak mengandung susu, hanya 1 persen lemak susu. Ini nggak boleh, ini sangat tidak boleh. Dan SPPG seperti itu harus dievaluasi, harus ada ketegasan,” tegasnya.

Lebih jauh, Irma mengungkapkan Komisi IX DPR hingga kini belum menerima laporan resmi mengenai dampak program MBG terhadap penurunan angka stunting maupun peningkatan gizi anak.

“Itu yang belum kami dapatkan dan tadi kita pertanyakan juga. Apa capaian yang sudah dicapai oleh makan bergizi gratis terkait dengan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia bahkan menyoroti praktik distribusi MBG kepada anak stunting dan ibu hamil yang tidak sesuai standar, mulai dari pengemasan hingga cara penyaluran di lapangan.

“Banyak SPPG yang tiba-tiba masuk ke kantong plastik, terus dibagiin, sama penerima dibuang. Nah yang begini-begini harus menjadi evaluasi bagi BGN. Ini nggak boleh terjadi,” katanya.

Terkait SPPG yang belum layak, Irma mengingatkan agar BGN tidak sekadar melakukan perbaikan bertahap tanpa ketegasan.

“Kalau metodenya seperti itu, hati-hati akan jadi bom waktu. Yang kami minta dari Komisi Sembilan adalah ketika SPPG-nya tidak layak, harusnya segera, mau diperbaiki atau tutup, harus jelas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan rekomendasi Komisi IX adalah memberi kesempatan perbaikan, namun penutupan harus dilakukan jika standar tetap tidak terpenuhi.

“Kalau tidak bisa memperbaiki, tutup. Itu komisi kita,” pungkas Irma. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BMKG Ungkap Sejumlah Wilayah RI Berpotensi Hujan Lebat Akibat Eks-siklon

BMKG Ungkap Sejumlah Wilayah RI Berpotensi Hujan Lebat Akibat Eks-siklon

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri dan aktivitas atmosfer lainnya di kawasan regional.
Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong Kaget Lihat 3 Pemain Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong Kaget Lihat 3 Pemain Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Mantan tangan kanan Shin Tae-yong, Jeje, mengomentari pemanggilan 41 pemain yang akan diseleksi lagi untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Perang Iran-AS Makin Memanas, Pertamina Relokasi Belasan Pekerja di Irak dan Dubai

Perang Iran-AS Makin Memanas, Pertamina Relokasi Belasan Pekerja di Irak dan Dubai

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) telah merelokasi total 19 perwira yang bekerja di Irak, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Blak-blakan Legenda Timnas Italia Semprot Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Lakukan Kesalahan Naif di Sassuolo

Blak-blakan Legenda Timnas Italia Semprot Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Lakukan Kesalahan Naif di Sassuolo

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, turut jadi sorotan setelah klubnya US Sassuolo menelan kekalahan dalam lanjutan Serie A. Legenda Italia beri komentar pedas.
Pantas Saja Dedi Mulyadi Cabut Izin SMK IDN Boarding School, Rupanya Ini yang Terjadi Sebenarnya

Pantas Saja Dedi Mulyadi Cabut Izin SMK IDN Boarding School, Rupanya Ini yang Terjadi Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mencabut izin operasional SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor.
Kronologi Yaqut Terima Uang Ratusan Miliar dari Percepatan Haji Khusus Lewat Dua Anak Buahnya pada Periode 2023-2024

Kronologi Yaqut Terima Uang Ratusan Miliar dari Percepatan Haji Khusus Lewat Dua Anak Buahnya pada Periode 2023-2024

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima uang percepatan haji khusus untuk dua tahun penyelenggaraan ibadah haji.

Trending

Terpopuler Timnas Indonesia: Thom Haye Pamit dari Persib, Satu Pemain Maung Bandung Dipanggil, dan FIFA Beri Kode Garuda Tampil di Piala Dunia?

Terpopuler Timnas Indonesia: Thom Haye Pamit dari Persib, Satu Pemain Maung Bandung Dipanggil, dan FIFA Beri Kode Garuda Tampil di Piala Dunia?

Tiga berita Timnas Indonesia paling populer di tvOnenews, dari Thom Haye pamit dari Persib Bandung, Putros dipanggil timnas, hingga FIFA menyorot Indonesia.
Bengkel di Lembang Akan Digusur, Dedi Mulyadi Lakukan Hal Tak Terduga kepada Pemiliknya

Bengkel di Lembang Akan Digusur, Dedi Mulyadi Lakukan Hal Tak Terduga kepada Pemiliknya

​​​​​​​Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi temui pemilik bengkel di Lembang yang akan digusur. Ia melakukan hal tak terduga saat menertibkan bangunan liar.
Lebih dari Dua Tahun Tak Main Bareng Megawati Hangestri, Giovanna Milana Selangkah Lagi Angkat Trofi di Liga Jepang

Lebih dari Dua Tahun Tak Main Bareng Megawati Hangestri, Giovanna Milana Selangkah Lagi Angkat Trofi di Liga Jepang

Dua tahun setelah keduanya tak bekerja sama di Red Sparks, sahabat Megawati Hangestri yakni Giovanna Milana selangkah lagi menorehkan tinta emas di liga Jepang.
Foto Suami Hilang dari Media Sosial Maissy Pramaisshela, Isu Perselingkuhan Riky Febriansyah Menguat

Foto Suami Hilang dari Media Sosial Maissy Pramaisshela, Isu Perselingkuhan Riky Febriansyah Menguat

Mantan penyanyi cilik, Maissy Pramaisshela menjadi sorotan publik setelah munculnya isu perselingkuhan suaminya, Riky Febriansyah dengan dokter koas Cindy Rizap
Tak Berkutik Lagi, Momen Cindy Rizap Kepergok Jalan Bareng Mantan Viral Kembali Usai Isu Perselingkuhan Suami Maissy

Tak Berkutik Lagi, Momen Cindy Rizap Kepergok Jalan Bareng Mantan Viral Kembali Usai Isu Perselingkuhan Suami Maissy

Seorang selebgram sekaligus dokter koas, Cindy Rizap kini diisukan berselingkuh dengan suami dari mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela, Riky Febriansyah.
Terpopuler News: Segini Biaya Sekolah SMK IDN Bogor yang Izinnya Dicabut Dedi Mulyadi, hingga Bocah SD Disumpah KDM

Terpopuler News: Segini Biaya Sekolah SMK IDN Bogor yang Izinnya Dicabut Dedi Mulyadi, hingga Bocah SD Disumpah KDM

Rincian biaya sekolah SMK IDN Bogor yang izin operasionalnya dicabut oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dirinya juga meminta seorang bocah SD bersumpah
Siapakah dr Riky Febriansyah? Suami Mantan Penyanyi Cilik Maissy Pramaisshela yang Diisukan Selingkuh dengan Cindy Rizap

Siapakah dr Riky Febriansyah? Suami Mantan Penyanyi Cilik Maissy Pramaisshela yang Diisukan Selingkuh dengan Cindy Rizap

Mantan penyanyi cilik, Maissy Pramaisshela tengah jadi perbincangan publik setelah mencuatnya isu perselingkuhan suaminya, Riky Febriansyah dengan Cindy Rizap.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT