News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasar Keuangan RI Diprediksi Tertekan Usai Moody’s Turunkan Outlook, IHSG, Rupiah, hingga SBN Bakal Melemah

Pasar keuangan Indonesia diproyeksi melemah usai Moody’s menurunkan outlook kredit RI. IHSG turun, rupiah tertekan, dan investor makin berhati-hati.
Jumat, 6 Februari 2026 - 11:32 WIB
Dana Asing Kembali Masuk Pasar Keuangan, Dalam Sepekan Capital Inflow Mencapai Rp22 Triliun
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com Pasar keuangan Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan lanjutan setelah lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings menurunkan prospek kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski peringkat utang pemerintah tetap bertahan di level Baa2 atau kategori layak investasi, perubahan outlook ini memicu kehati-hatian investor di pasar saham, obligasi, dan nilai tukar.

Sentimen negatif tersebut langsung tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), IHSG dibuka anjlok 2,36 persen ke level 7.945. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, ketika IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103, disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp469 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pasar saham domestik masih berada dalam tekanan meski ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,11 persen secara tahunan pada 2025. Menurut BRIDS, pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see, terutama menunggu kejelasan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi kepemilikan saham dan porsi saham publik (free float) di Indonesia.

“Dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan area penopang di kisaran 8.000–8.050,” tulis BRIDS dalam laporannya.

Moody’s dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa penurunan outlook kredit Indonesia mencerminkan meningkatnya risiko ke depan, terutama terkait ketidakpastian arah kebijakan pemerintah dan isu tata kelola pemerintahan. Meski tidak serta-merta berarti gagal bayar, outlook negatif menjadi sinyal bahwa jika risiko tidak dikelola dengan baik, penurunan peringkat bisa terjadi di masa mendatang.

Implikasi dari perubahan outlook tersebut adalah meningkatnya premi risiko yang diminta investor. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil surat utang negara (SBN), sekaligus memperlemah minat terhadap aset berisiko di pasar saham.

Dari pasar obligasi, laporan Kantor Kepala Ekonom Bank Mandiri mencatat bahwa imbal hasil SBN tenor 10 tahun per Jumat (6/2/2026) berada di level 6,33 persen, sedikit melandai dari puncaknya di akhir Januari yang mencapai 6,36 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS tenor 10 tahun justru turun tipis ke kisaran 5 persen, mencerminkan perbedaan sentimen investor terhadap instrumen domestik dan global.

Tekanan juga terasa di pasar valuta asing. Rupiah ditutup melemah 0,33 persen ke level Rp16.830 per dolar AS. Sepanjang awal 2026 hingga pekan pertama Februari, nilai tukar rupiah tercatat telah terdepresiasi 0,84 persen. Pada perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.795 hingga Rp16.885 per dolar AS, seiring investor global menyesuaikan portofolio mereka pasca keputusan Moody’s.

Pengamat ekonomi dari Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai dinamika penilaian lembaga pemeringkat asing terhadap Indonesia perlu direspons serius. Ia mengingatkan bahwa perubahan persepsi pasar bisa memicu tekanan yang lebih luas jika tidak diimbangi dengan penguatan kredibilitas kebijakan dan tata kelola.

“Kalau dibaca poin-poin alasan Moody’s memberi proyeksi ke pasar Indonesia, semuanya terkait risiko sosial-politik. Ini bisa berdampak ke kepercayaan investor,” ujarnya.

Meski demikian, Yanuar menilai gejolak di pasar obligasi SBN masih relatif tertahan karena sekitar 60–70 persen surat utang negara dipegang oleh investor institusional domestik, seperti Bank Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi ini membuat volatilitas SBN lebih terbatas, namun tekanan cenderung berpindah ke pasar saham dan nilai tukar.

“Tekanan terbesar justru terlihat di saham dan rupiah,” katanya.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kepercayaan investor, termasuk penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham yang dijadwalkan berlaku mulai Maret 2026. Salah satu poin pentingnya adalah peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen secara bertahap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BEI juga mendorong penguatan tata kelola melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris, peningkatan kompetensi akuntansi manajemen, serta pengetatan persyaratan bagi calon emiten. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pasar modal domestik di tengah tekanan global dan sentimen negatif pasca penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody’s.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini cenderung bersikap lebih defensif, sambil menanti konsistensi kebijakan pemerintah dan stabilitas makroekonomi yang diharapkan mampu meredam dampak lanjutan dari keputusan Moody’s terhadap pasar keuangan nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Optimalisasi Layanan Persalinan di FKTP, Bidan Jadi Garda Depan Jaga Kesinambungan JKN

Optimalisasi Layanan Persalinan di FKTP, Bidan Jadi Garda Depan Jaga Kesinambungan JKN

Bertepatan dengan momentum Hari Bidan Nasional, penguatan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak terus ditingkatkan melalui kolaborasi strategis antara BPJS Kesehatan dan para bidan. 
Sambil Meneteskan Air Mata, Sahabat Bongkar Perubahan Sikap YTR Sebelum Hilang Diduga Disekap Taufik Hidayat

Sambil Meneteskan Air Mata, Sahabat Bongkar Perubahan Sikap YTR Sebelum Hilang Diduga Disekap Taufik Hidayat

Sahabat YTR, FW menceritakan kondisi pilu dialami korban sebelum menghilang selama 3 tahun yang diduga telah disekap dan disiksa oleh pacarnya, Taufik Hidayat.
Juara Piala Asia Dipermalukan, Ini Daftar Tim Tersingkir dan Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Juara Piala Asia Dipermalukan, Ini Daftar Tim Tersingkir dan Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Seperti diketahui, perubahan jumlah peserta Piala Dunia 2026 berpengaruh pada format turnamen. Dari 48 peserta, 32 peserta terbaik akan melanjutkan perjuangan mereka di babak knock out. 
AVC Men's Cup 2026: Oman Kalah Tipis dari Korea Selatan, Timnas Voli Indonesia Wajib Raih Kemenangan di Laga Terakhir

AVC Men's Cup 2026: Oman Kalah Tipis dari Korea Selatan, Timnas Voli Indonesia Wajib Raih Kemenangan di Laga Terakhir

Timnas Voli Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa melaju ke babak semifinal AVC Men's Cup 2026 setelah Oman kalah tipis dari Korea Selatan.
Caddy Golf Jadi Korban Penganiayaan Hingga Kepala Luka Robek di Tangerang, Diduga Dipicu Masalah Pribadi

Caddy Golf Jadi Korban Penganiayaan Hingga Kepala Luka Robek di Tangerang, Diduga Dipicu Masalah Pribadi

Seorang wanita yang bekerja sebagai caddy golf di kawasan Lapangan Golf Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, menjadi korban penganiayaan.
Indonesia Selamat dari Ancaman Turun Kelas MSCI, Airlangga Sebut Reformasi Pasar Modal Harus Dibuktikan

Indonesia Selamat dari Ancaman Turun Kelas MSCI, Airlangga Sebut Reformasi Pasar Modal Harus Dibuktikan

Indonesia berhasil mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam peninjauan terbaru MSCI 2026 Market Classification Review. 

Trending

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Ramalan keuangan shio 26 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki di penghujung pekan dan siapa yang harus tahan diri dulu!
Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Taufik Hidayat yang kini ditahan Polda Jabar, ternyata punya kemampuan dalam ucapannya. Bisa meyakinkan orang, itu diungkap mantan istri Taufik.
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Simak penjelasan lengkap, mengapa kasus penyekapan dilakukan terduga pelaku Taufik Hidayat muncul dan viral di media sosial. Kini korbannya dirawat di RSHS
Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangguhkan penahanan tersangka korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Kelakuan Masa Kecil Taufik Hidayat Diungkap Kepala Desa, Sebut Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kenakalan

Kelakuan Masa Kecil Taufik Hidayat Diungkap Kepala Desa, Sebut Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kenakalan

Kelakuan masa kecil Taufik Hidayat diungkap Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, sebut pelaku sudah menunjukkan tanda-tanda kenakalan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT