Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras dan Minyak ke 33,2 Juta Keluarga, Target Tembus Ramadan
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Perum Bulog menyatakan siap menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang Ramadan 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat signifikan dibanding program sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 18 juta KPM.
“Kalau kemarin 18 juta KPM, sekarang lebih dari 30 juta KPM,” ujar Rizal usai menghadiri Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2).
Menurut Rizal, data penerima bantuan pangan mencakup masyarakat di wilayah terdampak bencana maupun kelompok rentan lainnya. Namun, Bulog tetap akan mengacu pada data terpadu yang disiapkan Kementerian Sosial agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Semua data dari Kementerian Sosial. Kami tinggal menunggu data yang sudah dimutakhirkan sebelum penyaluran nasional,” jelasnya.
Kebutuhan Beras Capai 600 Ribu Ton
Untuk merealisasikan program tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Perhitungan itu disesuaikan dengan alokasi bantuan yang akan diberikan kepada puluhan juta KPM selama dua bulan.
Saat ini, penyaluran bantuan belum dimulai karena Bulog masih mempersiapkan kebutuhan teknis, mulai dari pengadaan karung kemasan hingga kesiapan jalur distribusi di seluruh daerah. Perusahaan pelat merah itu menargetkan penyaluran bisa dimulai pada pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Estimasi penyaluran sekitar pertengahan Maret. Harapannya, pertengahan Ramadan sudah tersalurkan agar bisa meringankan beban masyarakat,” kata Rizal.
Selain beras, bantuan pangan juga akan disalurkan bersamaan dengan minyak goreng, sehingga masyarakat mendapatkan paket kebutuhan pokok sekaligus dalam satu program.
Pemerintah Siapkan Bantuan 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah akan segera menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng MinyaKita kepada 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, pemerintah melaksanakan langkah strategis berupa penyaluran bantuan pangan 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” ujar Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).
Penyaluran bantuan pangan tersebut dilakukan dalam skema sekali salur untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Artinya, setiap KPM akan langsung menerima bantuan untuk dua bulan sekaligus dalam satu kali distribusi.
Pemerintah juga memperluas cakupan penerima bantuan. Jika sebelumnya jumlah penerima program serupa berada di kisaran 18,2 juta KPM per bulan, kali ini jumlahnya meningkat drastis menjadi 33,2 juta KPM per bulan, atau naik sekitar 81,9 persen. Sasaran penerima mencakup masyarakat desil I hingga IV, termasuk kelompok rentan ekonomi.
Rincian Bantuan per KPM
Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebagai berikut:
-
Beras: 10 kilogram per bulan
-
Minyak goreng: 2 liter MinyaKita per bulan
Karena bantuan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, maka setiap KPM akan menerima total:
-
20 kilogram beras
-
4 liter minyak goreng
Penyaluran seluruh bantuan tersebut akan dilakukan oleh Perum Bulog sebagai operator logistik utama pemerintah.
Total Stok dan Anggaran Disiapkan
Secara kuantitas, Bulog akan mengeluarkan stok beras sekitar 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan selama dua bulan tersebut.
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun demi memastikan program berjalan lancar dan tepat waktu. Anggaran ini digunakan untuk pengadaan komoditas, distribusi, serta biaya operasional lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Bulog memastikan kesiapan logistik dalam kondisi aman, termasuk ketersediaan karung kemasan dan jaringan distribusi hingga ke daerah terpencil. Dengan dukungan data terpadu dari Kementerian Sosial serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga, penyaluran bantuan diharapkan dapat berjalan tepat sasaran dan merata.
Program bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, sekaligus menahan potensi lonjakan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (nsp)
Load more