News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Pertumbuhan GoTo: Perjalanan, Sejarah Investasi, hingga Tata Kelola Perusahaan

Oleh karena itu, kami mengambil momentum ini untuk memberikan penjelasan terkait perjalanan kami, dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan teknologi besar. 
Senin, 2 Maret 2026 - 11:26 WIB
Ilustrasi GoTo
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Perusahaan rintisan yang sukses seringkali berawal dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Namun, upaya mengembangkan ide tersebut hingga dapat melayani jutaan konsumen membutuhkan lebih dari sekadar teknologi dan implementasi. 

Untuk mewujudkannya dibutuhkan kepercayaan, modal, dan tata kelola perusahaan yang baik. Itulah perjalanan Gojek, yang kini menjadi Grup GoTo. Didirikan pada tahun 2010 sebagai call center, Gojek menjadi sebuah layanan yang memberikan dampak positif bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra usaha. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring waktu, Gojek juga berkembang menjadi sebuah gerakan yang menjangkau seluruh Indonesia, didorong oleh misi untuk mewujudkan hidup yang lebih baik bagi lebih banyak orang.

Baru-baru ini GoTo mendapatkan perhatian sehubungan dengan proses hukum yang melibatkan Nadiem Makarim, pendiri kami. Nadiem sendiri telah melepaskan seluruh jabatannya di Perseroan pada tahun 2019 sejak mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. 

Oleh karena itu, kami mengambil momentum ini untuk memberikan penjelasan terkait perjalanan kami, dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan teknologi besar. 

GoTo dan Investor Global

Seiring dengan pertumbuhan bisnis kami, berbagai investor global menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Perseroan, sebagai upaya mendapatkan eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia. Salah satu investor tersebut adalah Google, yang pertama kali berinvestasi di Perseroan pada tahun 2017. 

Google juga terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama banyak investor global lainnya. Sebagian besar investasi Google, dilakukan sebelum tahun 2019 saat Nadiem belum ditunjuk sebagai menteri.

Investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif, dan selalu menjadi bagian dari putaran pendanaan bersama dengan investor lainnya. Google tidak pernah menjadi pemegang saham mayoritas maupun pemegang saham pengendali Perseroan. 

Seperti halnya dengan semua investor lain, partisipasi Google dalam setiap putaran pendanaan dilakukan  secara profesional dan transparan, tanpa perlakuan khusus serta sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Perjanjian Pengambilbagian Saham (Shares Subscription Agreement) selalu disetujui dan ditandatangani oleh setiap investor dalam setiap investasi. 

Hal ini sejalan dengan prosedur standar operasional (Standard Operating Procedure/SOP) bagi perusahaan yang sedang melakukan penggalangan dana. Adapun dana investasi yang diperoleh dari para investor digunakan semata-mata untuk pertumbuhan bisnis dan kebutuhan operasional. 

Berkaitan dengan kepemilikan saham, perlu kami sampaikan bahwa kami tidak pernah membeli kembali saham kami sendiri (share buyback) dari Google. Namun, terdapat dua transaksi di mana kami melakukan pembelian saham perusahaan lain dari Google. 

Pertama, pada Mei 2021, ketika Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GoTo. Saat itu, kami membeli saham Tokopedia dari Google, yang merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia. Proses serupa juga dilakukan antara Perseroan dengan pemegang saham Tokopedia lainnya.

Kedua, pada Oktober 2021, kami membeli saham entitas teknologi keuangan kami, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB), dari beberapa investor, termasuk Google. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi yang perlu dilakukan oleh Perseroan  menjelang Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Dalam kedua transaksi tersebut, para investor memutuskan untuk  menginvestasikan kembali dana yang diperoleh dengan membeli saham baru GoTo.

Hubungan Perseroan dengan Google telah terjalin sebelum adanya investasi, karena kami menjadi pengguna layanan Google sejak tahun 2015 melalui pembelian layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), penggunaan layanan peta (maps), dan periklanan digital. 

Google adalah salah satu dari banyak penyedia solusi teknologi yang menyediakan layanan bagi kami, suatu praktik umum yang dilakukan perusahaan teknologi di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kami membayar layanan tersebut menggunakan dana Perseroan, dan semua transaksi dicatat sesuai dengan standar akuntansi keuangan Indonesia.

Memahami Penetapan Harga Saham

Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas di Indonesia, semua perseroan wajib mencantumkan nilai nominal saham di dalam Anggaran Dasar. Kami sepenuhnya mematuhi ketentuan ini. Nilai nominal saham biasanya berbeda dari harga penawaran saham (saat saham dipesan). 

Harga penawaran saham mencerminkan jumlah yang bersedia dibayarkan investor yang ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan.

Standar akuntansi keuangan Indonesia telah memberikan petunjuk tentang perlakuan akuntansi atas selisih antara nilai nominal dan harga pemesanan saham. Nilai nominal dicatat sebagai modal saham, sedangkan selisih antara nilai nominal dan harga pemesanan saham dicatat sebagai tambahan modal disetor (agio saham). 

Kedua hal tersebut telah diuraikan dengan jelas dalam laporan keuangan kami, yang diaudit oleh kantor akuntan publik independen dan dapat diakses publik.

Mengenai Perubahan Struktur Operasional Perseroan

PT Gojek Indonesia (PT GI) didirikan pada tahun 2010 sebagai entitas operasional awal Gojek, berbentuk Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Saat itu, operasional PT GI sebagian besar didanai melalui penggalangan utang karena belum menghasilkan laba.

Pada tahun 2015, bisnis ini telah berkembang melampaui model operasi call center awal, menjadi bisnis teknologi melalui peluncuran aplikasi Gojek. 

Oleh karena itu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB), dibentuk sebagai entitas Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di tahun yang sama. PT AKAB menaungi aplikasi dan teknologi, sementara PT GI terus fokus dalam kegiatan yang mendukung operasional untuk mitra pengemudi.

Dalam rangka persiapan IPO di tahun 2021, PT AKAB perlu memperoleh kendali penuh atas PT GI, yang masih menaungi beberapa operasional Gojek. Oleh karena itu, PT AKAB melakukan pengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh PT GI, bukan dengan membeli saham yang sudah dimiliki oleh pemegang saham yang ada. 

Saat itu, PT GI telah mengakumulasi jumlah utang sebesar Rp809 miliar kepada PT AKAB guna membiayai operasionalnya. PT GI kemudian menggunakan dana hasil penerbitan saham baru untuk melunasi utang tersebut sepenuhnya.

Tidak ada pemegang saham, termasuk Nadiem, yang menerima hasil dari transaksi tersebut. Seluruh transaksi terjadi hanya antara PT AKAB dan PT GI, dan dilakukan secara profesional serta transparan. 

Pada November 2021, nama PT AKAB diubah menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Setelah IPO, status Perseroan berubah dari PMA menjadi PMDN. Hal ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kepercayaan dan Tata Kelola yang Baik sebagai Landasan Perusahaan

Di bulan Oktober 2019, sebelum Nadiem mengemban jabatan publik, ia mengundurkan diri dari posisinya di GoTo dan tidak lagi memegang peran apapun di dalam Grup GoTo. Nadiem yang saat itu masih memegang saham mengambil langkah lebih lanjut untuk memisahkan kepentingannya di Perseroan dari tanggung jawabnya sebagai menteri. 

Kemudian, ia memberikan Surat Kuasa (Power of Attorney) atas hak suara sahamnya kepada Co-founders lainnya, yang melanjutkan jalannya bisnis Perseroan dan grup Perseroan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak saat itu, Nadiem tidak lagi memiliki peran sebagai pengambil keputusan di Perseroan. Hal ini mencerminkan prinsip yang telah memandu GoTo dalam pertumbuhan bisnisnya: inovasi harus diiringi dengan transparansi dan tata kelola perusahaan yang kuat.

Semua ini telah membawa GoTo ke posisinya hari ini: ekosistem digital terbesar Indonesia yang menciptakan dampak nyata bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra usaha. Kami meraih kepercayaan dengan melakukan hal yang benar dengan cara yang benar, dan berupaya membangun untuk keberlanjutan jangka panjang, yang dapat dirasakan setiap hari oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Ringkus Enam Perampok Pegawai Koperasi di Bekasi, Dua Pelaku Ditembak

Polisi Ringkus Enam Perampok Pegawai Koperasi di Bekasi, Dua Pelaku Ditembak

Tim Jatanras Polda Metro Jaya meringkus enam pelaku perampokan atau pencurian dengan kekerasan, yang menimpa seorang pegawai koperasi di wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (5/8).
7 Fakta Kasus Tio Ferdian Rahmana yang Viral Usai Dituding Minta Pacar Aborsi ke Singapura

7 Fakta Kasus Tio Ferdian Rahmana yang Viral Usai Dituding Minta Pacar Aborsi ke Singapura

Nama Tio Ferdian Rahmana tengah menjadi perhatian di media sosial usai beredar tudingan dari seorang perempuan yang memintanya melakukan aborsi ke Singapura.
Beredar Info Wanita yang Disebut Pacar Tio, Finalis Raka Raki Jawa Timur Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Beredar Info Wanita yang Disebut Pacar Tio, Finalis Raka Raki Jawa Timur Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Media sosial tengah dihebohkan dengan satu nama yaitu Tio Ferdian Rahmana yang diduga melakukan kekerasan seksual.
Media Kanada Sebut John Herdman Baru Rasakan Frustasinya Urus Timnas Indonesia Setelah Tersingkir dari Piala AFF 2026

Media Kanada Sebut John Herdman Baru Rasakan Frustasinya Urus Timnas Indonesia Setelah Tersingkir dari Piala AFF 2026

John Herdman memimpin Timnas Indonesia sejak awal 2026 lalu. Setelah tampil menjanjikan di FIFA Series dan laga uji coba internasional, pelatih asal Inggris ini merasakan kekejaman sepak bola Indonesia dengan tersingkir dari Piala AFF 2026. 
Bukan Korban Pertama Tio Ferdian Rahmana? Runner Up Raka Raki Jatim 2026 itu Diduga Pernah Terlibat Kasus Serupa pada 2024

Bukan Korban Pertama Tio Ferdian Rahmana? Runner Up Raka Raki Jatim 2026 itu Diduga Pernah Terlibat Kasus Serupa pada 2024

Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026, kembali disorot usai muncul dugaan pernah terlibat kasus serupa pada 2024. Simak fakta dan penjelasannya.
Progres Capai 97,99 Persen, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Tuntas Agustus Ini

Progres Capai 97,99 Persen, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Tuntas Agustus Ini

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan bahwa pengerjaan konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai telah menyentuh angka 97,99 persen. 

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT