News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

WFH 1 Hari Sepekan Resmi Disiapkan, Jurus Pemerintah Tekan BBM di Tengah Lonjakan Harga Energi Global

Pemerintah siapkan WFH 1 hari untuk ASN demi tekan konsumsi BBM hingga 20 persen di tengah krisis energi global pasca Lebaran 2026.
Senin, 23 Maret 2026 - 16:03 WIB
Jaga Distribusi BBM Bersubsidi di Jember
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak harga energi global. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan ini rencananya mulai diberlakukan setelah libur Idul Fitri 2026 dan diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi penggunaan BBM secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

WFH Jadi Strategi Hemat BBM Nasional

Pemerintah melihat lonjakan harga energi global sebagai ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi, terutama terkait konsumsi BBM yang terus meningkat. Oleh karena itu, WFH dipilih sebagai salah satu cara efektif untuk menekan mobilitas harian masyarakat, khususnya para pekerja.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa penerapan WFH berpotensi mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen per hari. Meski masih berupa estimasi awal, angka tersebut dinilai cukup signifikan dalam konteks penghematan energi nasional.

“Ada hitungan kasar, sekitar 20 persen penghematan BBM dalam sehari jika WFH diterapkan,” ujarnya.

Penurunan konsumsi BBM ini dinilai berasal dari berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi maupun transportasi umum saat pekerja tidak perlu bepergian ke kantor.

Tekan BBM di Tengah Krisis Energi Global

Kebijakan WFH ini tidak muncul tanpa alasan. Pemerintah merespons kondisi global yang tengah dilanda ketidakpastian, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak dunia.

Lonjakan harga BBM global membuat pemerintah harus mencari cara untuk menahan tekanan terhadap konsumsi energi domestik. Dengan mengurangi mobilitas, diharapkan konsumsi BBM dalam negeri bisa ditekan tanpa harus mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk antisipasi agar beban subsidi dan tekanan terhadap anggaran negara akibat tingginya harga BBM tidak semakin membengkak.

Berlaku untuk ASN, Swasta Didorong Ikut

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kebijakan WFH akan diterapkan untuk ASN dan didorong untuk diikuti oleh sektor swasta.

Meski demikian, penerapannya tidak bersifat wajib bagi seluruh sektor. Pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi layanan publik yang harus berjalan normal dan tidak bisa dilakukan secara jarak jauh.

“WFH akan kita detailkan, tetapi setelah Lebaran akan mulai diberlakukan,” kata Airlangga.

Kebijakan ini juga akan dikoordinasikan dengan berbagai kementerian terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri, agar implementasinya berjalan efektif dan tidak mengganggu produktivitas.

Tidak Semua Pekerjaan Bisa WFH

Meski dinilai efektif menekan konsumsi BBM, pemerintah menyadari bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan dari rumah. Oleh karena itu, kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam sepekan sebagai bentuk kompromi antara efisiensi energi dan efektivitas kerja.

Purbaya menegaskan bahwa WFH tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam hal koordinasi dan penyelesaian pekerjaan tertentu yang membutuhkan kehadiran fisik.

“WFH itu ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan optimal dari rumah,” jelasnya.

Dengan skema satu hari WFH, pemerintah berharap keseimbangan tetap terjaga: konsumsi BBM turun, namun produktivitas kerja tidak terganggu secara signifikan.

Dampak Langsung pada Konsumsi BBM

Jika kebijakan ini berjalan optimal, dampaknya terhadap konsumsi BBM bisa terasa secara nasional. Penurunan mobilitas harian akan langsung berimbas pada berkurangnya penggunaan BBM, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.

Beberapa potensi dampak kebijakan WFH terhadap BBM antara lain:

  • Penurunan konsumsi BBM harian hingga 20 persen (estimasi awal)

  • Berkurangnya kemacetan yang selama ini memicu pemborosan BBM

  • Efisiensi penggunaan BBM sektor transportasi perkotaan

  • Pengurangan tekanan terhadap subsidi BBM pemerintah

Dengan kata lain, WFH tidak hanya berdampak pada pola kerja, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam kebijakan energi nasional.

Langkah Adaptif Hadapi Tekanan Global

Pemerintah menilai kebijakan ini sebagai langkah adaptif dalam menghadapi tekanan global tanpa harus mengambil keputusan ekstrem seperti pembatasan aktivitas ekonomi atau kenaikan harga BBM secara langsung.

WFH diposisikan sebagai solusi moderat: tetap menjaga aktivitas ekonomi berjalan, namun sekaligus menekan konsumsi BBM secara perlahan.

Di tengah ketidakpastian harga minyak dunia, strategi seperti ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

BBM Jadi Fokus Kebijakan Nasional

Dengan kondisi global yang belum stabil, BBM kini menjadi salah satu fokus utama kebijakan pemerintah. Upaya menekan konsumsi BBM tidak hanya dilakukan melalui WFH, tetapi juga melalui berbagai strategi efisiensi lainnya.

Namun, WFH dinilai sebagai langkah cepat yang bisa langsung memberikan dampak nyata dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika berhasil, kebijakan ini berpotensi menjadi model baru dalam pengelolaan konsumsi BBM di Indonesia, sekaligus membuka peluang perubahan pola kerja yang lebih fleksibel di masa depan.

Dengan kombinasi efisiensi BBM, adaptasi kerja, dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap tekanan akibat krisis energi global dapat diredam tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT