Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global, Kinerja Emiten Tambang Ikut Menguat
- Pexels/Tom Fisk
Menurutnya, kepercayaan investor memiliki nilai strategis yang bahkan melampaui kekayaan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
“Ketika masyarakat percaya pada nilai investasi, maka ekonomi berbasis kerakyatan akan ikut bergerak menuju kemandirian,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Strategi Hadapi Volatilitas Global
Dalam menghadapi dinamika pasar global, perusahaan tambang dituntut untuk mampu mengelola risiko secara cermat. Fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi melalui strategi keuangan yang sehat.
Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor, khususnya investor institusi. Hal ini juga membantu perusahaan tetap stabil meski pasar global mengalami tekanan.
Selain itu, fokus pada pengembangan hilirisasi menjadi langkah strategis yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Komitmen terhadap hilirisasi, khususnya pada komoditas nikel, dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan.
Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan
Pengembangan proyek hilirisasi di berbagai wilayah, seperti Maluku Utara, kini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan. Tidak lagi sekadar rencana jangka panjang, hilirisasi telah menjadi ekosistem industri yang berjalan dan menghasilkan nilai ekonomi.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Dengan hilirisasi, Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga produsen produk turunan yang memiliki nilai lebih tinggi di pasar global.
Romadhon menegaskan bahwa strategi hilirisasi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga komitmen terhadap masa depan pengelolaan sumber daya alam.
“Ini bukan sekadar proyek industri, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan martabat pengelolaan kekayaan alam,” tegasnya.
Prospek Pasar dan Kepercayaan Investor
Memasuki 2026, optimisme terhadap pasar masih terjaga meski terjadi koreksi harga saham di beberapa sektor, termasuk pertambangan. Kondisi ini dinilai sebagai dinamika pasar yang wajar di tengah ketidakpastian global.
Bagi investor jangka panjang, kondisi tersebut justru menjadi indikasi bahwa fundamental perusahaan tetap kuat. Harga emas yang stabil, termasuk harga buyback yang masih berada di level premium, mempertegas posisi sektor ini sebagai instrumen lindung nilai di tengah risiko inflasi.
Load more