Pertamina Salurkan Avtur Ramah Lingkungan ke Soetta dan Ngurah Rai, Produksi SAF dari Minyak Jelantah Tembus 45 Ribu Barel
- Pertamina
Pengujian kualitas dilakukan oleh laboratorium Pertamina yang telah mengantongi sertifikasi ISO 17025, memastikan keamanan dan kelayakan penggunaan dalam industri penerbangan.
Uji Coba hingga Produksi Komersial
Pengembangan PertaminaSAF sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan 2025. Uji coba produksi komersial dilakukan pada Juli 2025 sebelum akhirnya masuk tahap produksi penuh pada 2026.
Langkah ini menunjukkan kesiapan teknologi dan infrastruktur Pertamina dalam mengembangkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Dorong Ekonomi Sirkular dan Energi Bersih
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Konsep ini mendorong ekonomi sirkular, di mana limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tinggi.
Selain itu, penggunaan avtur ramah lingkungan diharapkan mampu menekan emisi karbon dari sektor penerbangan, yang selama ini menjadi salah satu kontributor emisi global.
Langkah Awal Transisi Energi Penerbangan
Penyaluran avtur ramah lingkungan ke Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai menjadi langkah awal dalam transformasi energi di sektor penerbangan nasional.
Dengan meningkatnya kebutuhan penerbangan dan tekanan global untuk menurunkan emisi, penggunaan SAF diprediksi akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.
Melalui inisiatif ini, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di kawasan. (nsp)
Load more