Inflasi Indonesia April 2026 Capai 2,42 Persen, Transportasi Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga
- shutterstock
Kenaikan harga pada komoditas tersebut memperlihatkan bahwa inflasi Indonesia tidak hanya dipengaruhi sektor energi dan transportasi, tetapi juga sektor pangan.
Deflasi Tahan Laju Inflasi Indonesia
Di sisi lain, inflasi Indonesia pada April 2026 juga tertahan oleh sejumlah kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi sebesar 0,99 persen dengan kontribusi 0,07 persen terhadap penurunan inflasi Indonesia.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami deflasi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,06 persen.
Dari sisi komoditas, beberapa penyumbang deflasi dalam inflasi Indonesia antara lain:
-
Daging ayam ras (andil deflasi 0,11 persen)
-
Emas perhiasan (0,09 persen)
-
Cabai rawit (0,06 persen)
-
Telur ayam ras (0,04 persen)
Penurunan harga pada komoditas tersebut menjadi faktor penting yang menahan laju inflasi Indonesia agar tidak meningkat lebih tinggi.
Inflasi Indonesia Masih Dipengaruhi Faktor Energi dan Pangan
Data BPS menunjukkan bahwa inflasi Indonesia pada April 2026 masih dipengaruhi oleh dinamika harga energi dan pangan.
Kenaikan harga avtur dan BBM nonsubsidi berdampak langsung pada tarif transportasi udara, yang kemudian menjadi penyumbang terbesar inflasi Indonesia.
Di sisi lain, fluktuasi harga pangan tetap menjadi faktor penting dalam membentuk inflasi Indonesia, baik sebagai pendorong maupun penahan inflasi.
Dengan kondisi ini, inflasi Indonesia mencerminkan kombinasi antara tekanan biaya transportasi dan pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Inflasi Indonesia Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Harga
Secara keseluruhan, inflasi Indonesia pada April 2026 yang mencapai 2,42 persen (yoy) menunjukkan kondisi yang masih relatif stabil.
Meskipun terdapat tekanan dari sektor transportasi dan beberapa komoditas pangan, adanya deflasi pada sejumlah kelompok pengeluaran membantu menjaga keseimbangan inflasi Indonesia.
Perkembangan ini menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kendali, meskipun tetap perlu diwaspadai terutama dari sisi energi dan distribusi pangan yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga ke depan. (nsp)
Load more