News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BPS Beberkan Biang Kerok Sektor Tambang Minus 2,14 Persen di Awal 2026, Produksi Migas hingga Batu Bara Menurun

BPS ungkap sektor pertambangan kontraksi 2,14 persen di triwulan I 2026 akibat penurunan produksi bijih logam, migas, dan batu bara.
Selasa, 5 Mei 2026 - 17:00 WIB
Ilustrasi Tambang
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sektor pertambangan dan penggalian kembali mengalami tekanan pada triwulan I 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa sektor ini mencatat kontraksi sebesar 2,14 persen secara tahunan.

Penurunan ini tidak terjadi tanpa sebab. BPS menyoroti adanya pelemahan produksi pada sejumlah komoditas utama yang selama ini menjadi penopang sektor tambang nasional. Komoditas tersebut meliputi bijih logam, minyak dan gas (migas), hingga batu bara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi minus 2,14 persen, salah satunya karena pertambangan bijih logam terkontraksi sebesar 12,22 persen. Selain itu, ada juga kontraksi pada migas dan batu bara,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Produksi Komoditas Utama Jadi Pemicu

BPS menegaskan, penurunan produksi menjadi faktor utama yang mendorong kontraksi sektor ini. Bijih logam menjadi penyumbang penurunan paling signifikan dengan kontraksi mencapai 12,22 persen.

Tak hanya itu, sektor migas dan batu bara juga turut mengalami penurunan produksi. Padahal, kedua komoditas tersebut selama ini memiliki kontribusi besar terhadap kinerja sektor pertambangan secara keseluruhan.

Penurunan produksi ini berdampak langsung pada capaian sektor pertambangan yang akhirnya kembali mencatatkan kinerja negatif pada awal tahun.

Tren Kontraksi Berlanjut

Jika ditarik ke belakang, kontraksi sektor pertambangan bukanlah fenomena baru. Dalam beberapa triwulan terakhir, sektor ini memang menunjukkan tren pelemahan yang konsisten.

Pada triwulan IV 2025, sektor pertambangan dan penggalian tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,31 persen. Sementara pada triwulan I 2025, kontraksi juga terjadi dengan angka 1,23 persen.

Dengan capaian terbaru di triwulan I 2026 yang mencapai minus 2,14 persen, terlihat bahwa tekanan terhadap sektor ini semakin dalam dan berlanjut.

Kontraksi Terdalam Secara Triwulanan

Secara triwulanan atau quarter-to-quarter (qtq), sektor pertambangan dan penggalian juga mencatat kontraksi paling dalam dibanding sektor lainnya.

BPS mencatat, sektor ini mengalami kontraksi sebesar 8,20 persen. Angka tersebut menjadikannya sebagai sektor dengan penurunan terdalam pada triwulan I 2026.

Selain pertambangan, beberapa sektor lain juga mengalami kontraksi secara triwulanan, di antaranya:

  • Jasa pendidikan: 6,89 persen

  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 5,50 persen

Data ini menunjukkan bahwa perlambatan tidak hanya terjadi pada sektor tambang, tetapi juga merambah ke sektor jasa.

Gambaran PDB Indonesia Triwulan I 2026

Di tengah tekanan pada sejumlah sektor, BPS mencatat perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan secara tahunan.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.447,7 triliun.

Secara year-on-year (yoy), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen.

Sektor Akomodasi dan Konsumsi Pemerintah Jadi Penopang

Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi yang paling menonjol dengan pertumbuhan mencapai 13,14 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dibanding sektor lainnya.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 21,81 persen secara tahunan.

Kedua komponen ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan pada sektor pertambangan.

Ekonomi Secara Triwulanan Masih Terkontraksi

Meski tumbuh secara tahunan, perekonomian Indonesia secara triwulanan justru mengalami kontraksi. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan penggalian kembali menjadi penyumbang kontraksi terdalam dengan angka 8,20 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah mencatat kontraksi paling dalam sebesar 30,13 persen.

Kondisi ini mencerminkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, meskipun secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan positif. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dihantam Sentimen Global, Emiten Pertamina Group Tunjukkan Resiliensi Bisnis

Dihantam Sentimen Global, Emiten Pertamina Group Tunjukkan Resiliensi Bisnis

Sejumlah emiten Pertamina tetap menunjukkan resiliensi bisnis yang kuat di tengah gejolak geopolitik internasional yang memicu penyesuaian risiko terhadap Indonesia secara luas.
Detik-detik Mengerikan Toko Sembako di Kemayoran Diduga Diacak-acak Oknum TNI, Kadispenad Buka Suara

Detik-detik Mengerikan Toko Sembako di Kemayoran Diduga Diacak-acak Oknum TNI, Kadispenad Buka Suara

Baru-baru ini viral soal video detik-detik mengerikan di medsos terkait aksi sejumlah OTK yang diduga oknum TNI melakukan pengrusakan terhadap toko sembako di
Prabowo Putuskan Jabatan Polri di Luar Institusi Dibatasi, Jimly: Seperti UU TNI

Prabowo Putuskan Jabatan Polri di Luar Institusi Dibatasi, Jimly: Seperti UU TNI

Reformasi besar di tubuh Polri terkait pembatasan jabatan anggota kepolisian di luar struktur institusi. Presiden Prabowo Subianto disebut telah memutuskan agar
Finis di P5 saat F1 GP Miami 2026, Max Verstappen Sebut Red Bull Masih Tertinggal dengan Para Rivalnya

Finis di P5 saat F1 GP Miami 2026, Max Verstappen Sebut Red Bull Masih Tertinggal dengan Para Rivalnya

Pembalap Red Bull asal belanda yakni Max Verstappen memberi kejutan dengan hasil yang ia raih saat F1 GP Miami akhir pekan kemarin.
Upaya Telkom Perkuat Transformasi Pendidikan, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Upaya Telkom Perkuat Transformasi Pendidikan, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Telkom melalui PIJAR menggandeng Dinas Pendidikan di berbagai daerah untuk menghadirkan solusi try out digital yang diikuti lebih dari 91.000 siswa di seluruh Indonesia.
Kurniawan Dwi Yulianto Minta Dukungan Suporter Garuda Jelang Dimulainya Perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Dukungan Suporter Garuda Jelang Dimulainya Perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi China di laga perdana babak penyisihan Grup B di King Abdullah Sport City, Jeddah, Selasa (5/5/2026) malam WIB. 

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Belum Pernah Dilirik Timnas Indonesia, Top Skor Lokal Championship Ini Bisa Jadi Opsi John Herdman Buat Lini Serang Garuda di Piala AFF 2026

Belum Pernah Dilirik Timnas Indonesia, Top Skor Lokal Championship Ini Bisa Jadi Opsi John Herdman Buat Lini Serang Garuda di Piala AFF 2026

Tampil tajam dan jadi top skor pemain lokal di kasta kedua, winger lincah Bekasi City ini layak jadi opsi buat dibawa ke Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT