Ketum KADIN Sebut Pertumbuhan Investasi Kuartal I dalam Kondisi Sangat Sehat
- Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyebut kondisi investasi di Indonesia pada Kuartal I 2026 berada dalam tren yang sangat positif. Menurutnya, capaian investasi nasional menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Anindya mengatakan nilai investasi yang masuk ke Indonesia selama tiga bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp500 triliun. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional masih terjaga.
Pernyataan itu disampaikan Anindya saat menghadiri agenda di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Investasi Rp500 Triliun Dinilai Sangat Sehat
Dalam keterangannya, Anindya mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi nasional tidak hanya berasal dari proyek-proyek besar berskala nasional, tetapi juga dari investasi yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, distribusi investasi yang lebih merata menjadi indikator penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
“Tadi juga disampaikan oleh Pak Menteri Rosan bahwa pertumbuhan investasi kita sangat sehat, Rp500 triliun di kuartal satu,” ujar Anindya.
Ia menambahkan, investasi yang tumbuh di daerah memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.
“Dan kalau kita lihat per investasi itu juga jumlahnya tidak semuanya harus investasi yang mega, tapi banyak sekali investasi di daerah,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di daerah masih bergerak aktif meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian global.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Positif
Selain menyoroti sektor investasi, Anindya juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih mampu berada di atas lima persen.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 persen merupakan pencapaian yang layak diapresiasi karena terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tekanan.
“Kita mencatat bahwa pertumbuhan 5,01 persen itu adalah pertumbuhan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tantangan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional.
Anindya juga menilai stabilitas ekonomi nasional saat ini menjadi modal penting untuk menjaga optimisme dunia usaha dan menarik investasi baru ke Indonesia.
Load more