Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh
- tvOnenews.com/Wildan M.
“Bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat. Kenapa undervalue? Tadi disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian, fundamental kita itu kuat,” jelas Perry.
Ia merinci sejumlah indikator yang dinilai menopang kekuatan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan sangat tinggi 5,61%, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” katanya.
Meski demikian, Perry mengakui tekanan jangka pendek terhadap rupiah masih besar akibat kombinasi faktor global dan musiman.
Lonjakan harga minyak dunia, penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga Amerika Serikat, hingga arus keluar modal dari negara berkembang menjadi pemicu utama pelemahan mata uang domestik.
“Nah, kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar? Sebabnya ada dua yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman,” ujarnya. (agr/muu)
Load more